RKH. Abd. Majid bin RKH. Abd. Hamid

Pendiri Pesantren Bata-Bata Masih Menyalurkan Ilmu Walau Setelah Wafat

Pengirim : Ust. Moh Mukhlis (Tanjung)

RKH. Abd. Majid bin RKH. Abd. Hamid
RKH. Abd. Majid bin RKH. Abd. Hamid

Alkisah, terdapat seorang kiai bernama KH. Abd Bari, suatu saat beliau ke Mekah berangkat bersama KH. Abd Hamid Baqir bin KH Abd Majid menggunakan kapal laut. pada saat itu tidak ada penumpang yang mengenal sosok KH. Abd Hamid Baqir bin KH Abd Majid sebagai ulama terkemuka di Madura.

Dalam perjalanan itu terdapat seseorang yang dikenal sebagai ulama / orang ‘alim dalam rombongan kapal laut tersebut (sebutlah beliau dengan si kiayi  ‘alim dalam tulisan ini). Setelah ditengah perjalanan si kiayi  ‘alim tersebut diajukan suatu permasalahan agama oleh beberapa orang dalam rombongan itu, karena adanya pertanyaan dari anggota rombongan, maka serta merta si kiayi  ‘alim mencari jawaban, namun tidak menemukan jawaban yg pasti. Hingga beliau menawarkan kepada rombongan agar diadakan diskusi untuk memecahkan masalah tersebut, tak terkecuali KH. Abd Hamid Baqir yang memang berada dalam rombongan tersebut. maka berjalanlah diskusi dalam rombongan itu yang akhirnya, jawaban KH. Abd Hamid Baqir-lah

yang mampu memutuskan permasalahn keagamaan tersebut. KH. Abd Bari selaku orang yang mendampingi beliau (KH. Abd Hamid Baqir) dibuat penasaran dengan kemampuan menjawab beliau tentang masalah tersebut, karena penasaran KH Abd Bari bertanya kepada KH Abd Hamid Baqir, “dari mana Ajunan mendapat jawaban sebagus itu” Maka beliau menjawab “Dul waktu aku diskusi tadi, aku dihadiri K. Majid (maksudnya RKH Abd Majid, pendiri PP. Bata-Bata) hingga aku bisa menjawab semua permasalahan tersebut”.

Pertemuan IKABA Pesanggar, Tanjung dan Palengaan Daya
Pertemuan IKABA Pesanggar, Tanjung dan Palengaan Daya

Riwayat diatas diceritakan oleh KH. Rowatib pengasuh PP.Nurul Islam pesanggar saat menyampaikan sambutan di pertemuan IKABA KorDes Pesanggar, Tanjung dan Palengaan daya, tepatnya di kediaman R Majid Tanjung, pada hari Ahad 01 Mei 2016. KH. Rowatib menjelaskan bahwa sosok KH. Abd Bari tak lain adalah Pamannya sendiri.

KH Rowatib kemudian mengkorelasikan riwayat di atas dengan cerita lain, bahwa pada saat belau mengikuti kajia tafsir al-Qur’an kepada RKH. Ahmad Mahfud Zayyadi (pengasuh PP Bata-Bata ketiga). RKH. Ahmad Mahfud Zayyadi bercerita; Bahwa ada seorang pengasuh pondok pesantren di Suger, jika saat mengajar ada kajian yang beliau tidak fahami, maka beliau tidur, lalu Setelah bangun beliau bisa mengajar lagi dengan sempurna dan dapat memahami semua yang sebelum tidur tidak faham. suatu saat ada yang menanyakan tentang kejadian ini kepada beliau, Maka beliau menjawab “saat saya tidur itu, saya didatangi guru saya yaitu KH. Abd. Majid”.

Demikian cerita yang disampaikan KH Rowatib, semoga kita dapat mengambil hikmah dari cerita ini dan senantiasa dialiri barokah Allah dengan sebab Syaikhina RKH Abd. Majid bin RKH Abd. Hamid dan para guru-guru kita yang lain, Aamiiiin

2 tanggapan untuk “Pendiri Pesantren Bata-Bata Masih Menyalurkan Ilmu Walau Setelah Wafat”

  1. Mencerahkan Ustad,!
    Bagaimana jika semua kisah-kisah beliau yang didapatkan dari berbagai sumber (terutama alumni sepuh yang ‘talaqqi’ langsung pada beliau), bisa dikumpulkan menjadi satu buku sehingga bisa dibaca oleh para santrinya dari generasi ke kegenerasi berikutnya. dengan harapan bisa mengambil ibroh dari kisah-kisah beliau yang begitu meninspirasi seperti kisah diatas.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s