T003. NIFAS BAGI WANITA KEGUGURAN

PERTANYAAN :

Assalamualaikum ustadz..

Masalah pertama ;
Ustadz/yai mau nanya, darah yang keluar dari orang perempuan karena keguguran (4 bulan) dinamakan darah apa?

JAWABAN :

Darah yang keluar setelah keguguran tetap dihukumi Nifas. Meski masih berupa Gumpalan darah yang dilahirkan tetap dihukumi Nifas.

قول الشارح : ( أي الدم الذي أوله يعقب الولادة ) مثله لو ولدت ولدا جافا ثم رأت الدم قبل خمسة عشر فإنها نفساء من حين الولادة على الأصح ، وقوله : الولادة ، أي ولو علقة أو مضغة ، .

Dalam hal wanita yang mengeluarkan darah sebab keguguran, ulama ahli fiqh membagi masalah menjadi dua kemungkinan;

Pertama, keadaan janin yang keguguran telah didapati tanda penciptaan.

Kedua, sebuah kelahiran yang tidak didapati tanda penciptaan padanya.

Selanjutnya terkait dua kemungkinan tersebut, ulama memutuskan :

1. Jika pada janin keguguran telah tampak sebagian tanda penciptaan seperti adanya ruas tubuh, bentuk wajah, dsb. Maka darah yang keluar setelah melahirkannya (keguguran) adalah darah nifas.

2. Jika belum tampak sebagian tanda penciptaan seperti adanya jari-jari atau yang lainya, maka terdapat perbedaan pendapat dikalangan ulama’ :

Pertama : Menurut madzhab Syafi’iy, Malikiy dan pendapat yang shahih dari madzhab Hanbaliy meskipun yang keluar hanyalah segumpal daging atau segumpal darah; jika memang itu adalah permulaan dari penciptaan bayi, maka darah yang keluar sesudahnya dihukumi darah nifas.

Kedua : Menurut madzhab Hanafiy dan sebagian riwayat dari madzhab Hanbaliy darah tersebut tidak dihukumi darah nifas.

CATATAN :

Darah nifas adalah darah yang keluar setelah kosongnya rahim seorang wanita dari sebuah kandungan, dan sebelum melewati masa minimal suci (15 hari 15 malam).

ﺍﻟﻤﻮﺳﻮﻋﺔ ﺍﻟﺸﺎﻣﻠﺔ – ﺍﻟﻤﻮﺳﻮﻋﺔ ﺍﻟﻔﻘﻬﻴﺔ ﺍﻟﻜﻮﻳﺘﻴﺔ 114/4 :

ﺫﻫﺐ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﺍﻟﺴﻘﻂ ﺍﻟﺬﻱ ﺍﺳﺘﺒﺎﻥ ﺑﻌﺾ ﺧﻠﻘﻪ ﻛﺄﺻﺒﻊ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﻭﻟﺪ ﺗﺼﻴﺮ ﺑﻪ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻧﻔﺴﺎﺀ ، ﻷﻧﻪ ﺑﺪﺀ ﺧﻠﻖ ﺁﺩﻣﻲ ، ﻭﺗﺼﻴﺮ ﺍﻷﻣﺔ ﺃﻡ ﻭﻟﺪ ﺑﻪ ﺇﻥ ﺍﺩﻋﺎﻩ ﺍﻟﻤﻮﻟﻰ ، ﻭﻛﺬﻟﻚ ﺗﻨﻘﻀﻲ ﺍﻟﻌﺪﺓ ﺑﻪ .

ﻭﺃﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﺴﺘﺒﻦ ﺷﻲﺀ ﻣﻦ ﺧﻠﻘﻪ ﻓﻘﺪ ﺍﺧﺘﻠﻒ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﻓﻴﻪ ﻋﻠﻰ ﻗﻮﻟﻴﻦ :

ﺍﻟﻘﻮﻝ ﺍﻷﻭﻝ ﻟﻠﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ، ﺇﻥ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺇﺫﺍ ﺃﻟﻘﺖ ﻣﻀﻐﺔ ﺃﻭ ﻋﻠﻘﺔ ﺧﻔﻴﺖ ﻋﻠﻰ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻘﻮﺍﺑﻞ ، ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﻘﻮﺍﺑﻞ ﺇﻧﻪ ﻣﺒﺘﺪﺃ ﺧﻠﻖ ﺁﺩﻣﻲ ﻓﺎﻟﺪﻡ ﺍﻟﻤﻮﺟﻮﺩ ﺑﻌﺪﻩ ﻧﻔﺎﺱ . ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﻤﺎﻟﻜﻴﺔ ﻟﻮ ﺃﻟﻘﺖ ﺩﻣﺎ ﺍﺟﺘﻤﻊ ﻻ ﻳﺬﻭﺏ ﺑﺼﺐ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺍﻟﺤﺎﺭ ﻋﻠﻴﻪ ﺗﻨﻘﻀﻲ ﺑﻪ ﺍﻟﻌﺪﺓ ﻭﻣﺎ ﺑﻌﺪﻩ ﻧﻔﺎﺱ .

ﺍﻟﻘﻮﻝ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ ﻭﻫﻮ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﺤﻨﻔﻴﺔ ، ﻓﻘﺎﻟﻮﺍ ﺇﻧﻪ ﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﺴﺘﺒﻦ ﻣﻦ ﺧﻠﻘﻪ ﺷﻲﺀ ﻓﻼ ﻧﻔﺎﺱ ﻟﻬﺎ .

ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ ﻳﺜﺒﺖ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻨﻔﺎﺱ ﺑﻮﺿﻊ ﻣﺎ ﻳﺘﺒﻴﻦ ﻓﻴﻪ ﺧﻠﻖ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺬﻫﺐ ﻭﻧﺺ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﺣﻤﺪ ، ﻓﻠﻮ ﻭﺿﻌﺖ ﻋﻠﻘﺔ ﺃﻭ ﻣﻀﻐﺔ ﻻ ﺗﺨﻄﻴﻂ ﻓﻴﻬﺎ ﻟﻢ ﻳﺜﺒﺖ ﺑﺬﻟﻚ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻨﻔﺎﺱ ، ﻧﺺ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻗﺪﻣﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﻔﺮﻭﻉ ﻭﺍﻟﻤﺠﺪ ﻓﻲ ﺷﺮﺣﻪ ﻭﺻﺤﺤﻪ ﻭﺍﺑﻦ ﺗﻤﻴﻢ ﻭﺍﻟﻔﺎﺋﻖ . ﻭﻋﻨﻪ ﻳﺜﺒﺖ- ﺃﻱ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻨﻔﺎﺱ- ﺑﻤﻀﻐﺔ ، ﻭﻋﻨﻪ ﻭﻋﻠﻘﺔ . ﻭﻗﻴﻞ ﻳﺜﺒﺖ ﻟﻬﺎ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻨﻔﺴﺎﺀ ﺇﺫﺍ ﻭﺿﻌﺘﻪ ﻷﺭﺑﻌﺔ ﺃﺷﻬﺮ

ﻛﺎﺷﻔﺔ ﺍﻟﺴﺠﺎ ﻟﻨﻮﻭﻱ ﺍﻟﺠﺎﻭﻱ ﺝ / 1 ﺹ 57 :

ﻭﺭﺍﺑﻌﻬﺎ : ﺍﻟﻨﻔﺎﺱ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﺪﻡ ﺍﻟﺨﺎﺭﺝ ﻋﻘﺐ ﻓﺮﺍﻍ ﺭﺣﻢ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻤﻞ ﻭﻟﻮ ﻋﻠﻘﺔ ﺃﻭ ﻣﻀﻐﺔ ﻭﻗﺒﻞ ﻣﻀﻲ ﺃﻗﻞ ﺍﻟﻄﻬﺮ .

ﺗﺤﻔﺔ ﺍﻟﻤﺤﺘﺎﺝ ﻓﻲ ﺷﺮﺡ ﺍﻟﻤﻨﻬﺎﺝ ﺝ / 4 ﺹ 184 :

ﻗَﻮْﻟُﻪُ: ﺑَﻌْﺪَ ﻓَﺮَﺍﻍِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻢِ ﺃَﻱْ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺤَﻤْﻞِ ﻭَﻟَﻮْ ﻋَﻠَﻘَﺔً ﺃَﻭْ ﻣُﻀْﻐَﺔً ﺃَﻱْ ﻭَﻗَﺒْﻞَ ﻣُﻀِﻲِّ ﺧَﻤْﺴَﺔَ ﻋَﺸَﺮَ ﻳَﻮْﻣًﺎ ﻓَﺈِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﺑَﻌْﺪَ ﺫَﻟِﻚَ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﻧِﻔَﺎﺳًﺎ ﻛَﻤَﺎ ﻳَﺄْﺗِﻲ ﻉ ﺵ ﻭَﺷَﻴْﺨُﻨَﺎ

ﺍﻟﻤﻮﺳﻮﻋﺔ ﺍﻟﺸﺎﻣﻠﺔ – ﺣﺎﺷﻴﺘﺎ ﻗﻠﻴﻮﺑﻲ – ﻭﻋﻤﻴﺮﺓ 2/53 :

ﻗﻮﻝ ﺍﻟﺸﺎﺭﺡ : ﺃﻱ ﺍﻟﺪﻡ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﻭﻟﻪ ﻳﻌﻘﺐ ﺍﻟﻮﻻﺩﺓ . ﻣﺜﻠﻪ ﻟﻮ ﻭﻟﺪﺕ ﻭﻟﺪﺍ ﺟﺎﻓﺎ ﺛﻢ ﺭﺃﺕ ﺍﻟﺪﻡ ﻗﺒﻞ ﺧﻤﺴﺔ ﻋﺸﺮ ﻓﺈﻧﻬﺎ ﻧﻔﺴﺎﺀ ﻣﻦ ﺣﻴﻦ ﺍﻟﻮﻻﺩﺓ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﺻﺢ ، ﻭﻗﻮﻟﻪ: ﺍﻟﻮﻻﺩﺓ ، ﺃﻱ ﻭﻟﻮ ﻋﻠﻘﺔ ﺃﻭ ﻣﻀﻐﺔ ، ﻭﻟﻮ ﺧﺮﺝ ﺑﻴﻦ ﺗﻮﺃﻣﻴﻦ ﻓﻬﻮ ﺣﻴﺾ ﻻ ﻧﻔﺎﺱ .

ﺍﻟﻤﻮﺳﻮﻋﺔ ﺍﻟﺸﺎﻣﻠﺔ – ﺣﺎﺷﻴﺔ ﺍﻟﺒﺠﻴﺮﻣﻲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻨﻬﺞ 1/367-368 :

ﻭﺍﻟﺤﺎﺻﻞ ﺃﻥ ﻟﻠﻌﻠﻘﺔ ﻭﺍﻟﻤﻀﻐﺔ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﻓﻲ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﺷﻴﺎﺀ ﺍﻟﻔﻄﺮ ﺑﻜﻞ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﻭﻭﺟﻮﺏ ﺍﻟﻐﺴﻞ ﻭﺃﻥ ﺍﻟﺪﻡ ﺍﻟﺨﺎﺭﺝ ﺑﻌﺪ ﻛﻞ ﻳﺴﻤﻰ ﻧﻔﺎﺳﺎ ﻭﺗﺰﻳﺪ ﺍﻟﻤﻀﻐﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﻠﻘﺔ ﺑﻜﻮﻧﻬﺎ ﺗﻨﻘﻀﻲ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﻌﺪﺓ ﻭﻳﺤﺼﻞ ﺑﻬﺎ ﺍﻻﺳﺘﺒﺮﺍﺀ ﻭﻳﺰﻳﺪ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﺑﺄﻧﻪ ﻳﺜﺒﺖ ﺑﻪ ﺃﻣﻴﺔ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﻭﻭﺟﻮﺏ ﺍﻟﻐﺮﺓ ﺑﺨﻼﻓﻬﻤﺎ ﺍ ﻫـ . ﺑﺮﻣﺎﻭﻱ ﻭﻓﻲ ﺍﻟﻘﻠﻴﻮﺑﻲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺤﻠﻲ . ( ﻓﺎﺋﺪﺓ ) ﻳﺜﺒﺖ ﻟﻠﻌﻠﻘﺔ ﻣﻦ ﺃﺣﻜﺎﻡ ﺍﻟﻮﻻﺩﺓ ﻭﺟﻮﺏ ﺍﻟﻐﺴﻞ ﻭﻓﻄﺮ ﺍﻟﺼﺎﺋﻢ ﺑﻬﺎ ﻭﺗﺴﻤﻴﺔ ﺍﻟﺪﻡ ﻋﻘﺒﻬﺎ ﻧﻔﺎﺳﺎ ﻭﻳﺜﺒﺖ ﻟﻠﻤﻀﻐﺔ ﺫﻟﻚ ﻭﺍﻧﻘﻀﺎﺀ ﺍﻟﻌﺪﺓ ﻭﺣﺼﻮﻝ ﺍﻻﺳﺘﺒﺮﺍﺀ ﻓﻘﻂ ﻣﺎ ﻟﻢ ﻳﻘﻮﻟﻮﺍ ﻓﻴﻬﺎ ﺻﻮﺭﺓ ﻓﺈﻥ ﻗﺎﻟﻮﺍ ﻓﻴﻬﺎ ﺻﻮﺭﺓ ﻭﻟﻮ ﺧﻔﻴﺔ ﻭﺟﺐ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﻊ ﺫﻟﻚ ﻏﺮﺓ ﻭﻳﺜﺒﺖ ﻣﻊ ﺫﻟﻚ ﺑﻬﺎ ﺃﻣﻴﺔ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﻭﻳﺠﻮﺯ ﺃﻛﻠﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻴﻮﺍﻥ ﺍﻟﻤﺄﻛﻮﻝ ﻋﻨﺪ ﺷﻴﺨﻨﺎ ﻡ ﺭ .

Dasar pengambilan :

1. Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, Juz 4, hal. 114 (al-Mausu’ah al-Syamilah)

2. Kasyifah al-Sajaa, hal. 57

3. Tuhfah al-Muhtaj Fiy Syarh al-Minhaj, Juz 4, hal. 184

4. Hasyiyah Qulyubiy wa ‘Umairah, Juz 2, hal. 53 (al-Mausu’ah al-Syamilah)

5. Hasyiyah al-Bujairamiy ‘Ala al-Manhaj, Juz 1, hal. 367-368 (al-Mausu’ah al-Syamilah)

Masalah kedua :
Wanita yang hamil 2 bulan mengalami keguguran, darah yang keluar bersamaan dengan itu apa sudah termasuk darah nifas?

JAWABAN :

Batas minimal kandungan yang ketika keluar (dan atau keguguran), jika keluar darah setelahnya dinamakan nifas adalah kandungan yang minimal sudah berupa ‘alaqoh yakni berumur 40 hari (5 minggu lebih 5 hari). Oleh karena itu jika ada kandungan keluar sudah berwujud ‘alaqoh atau wujud setelahnya, jika ada darah yang keluar setelah wiladah tidak melebihi 15 hari maka disebut darah nifas, dan jika darah keluar setelah 15 hari maka disebut darah haidl (bukan nifas).

– Hasyiyah Al-Bajuri I / 109 :

(والنفاس هو الدم الخارج عقب الولادة) فالخارج مع الولد أو قبله لا يسمى نفاساً

 

Nifas adalah darah yang keluar setelah melahirkan. Darah yang keluar bersamaan dengan anak atau sebelum keluarnya anak tidak disebut nifas.

(قوله عقب الولادة) أي بأن يكون قبل مضي خمسة عشر يوما منها ، فهذا ضابط العقبية وإلا كان حيضا ولا نفاس لها لكن لو نزل عليها الدم بعد عشرة أيام مثلا كانت تلك العشرة من النفاس عددا لا حكما ، فيجب عليها الصلاة ونحوها فيها كما قاله البلقيني واعتمده الرملي وكان الأولى أن يقول عقب فراغ الرحم من الحمل ليخرج ما بين التوأمين ومثل الولادة إلقاء علقة وهي الدم الغليظ المستحيل من المني سميت بذلك لأنها تعلق بما لاقته ، ومضغة وهي القطعة من اللحم المستحيلة من العلقة سميت بذلك لأنها بقدر ما يمضغ ـ اهـ الباجوري الجزء الأول ص ١٠٦

Dikatakan nifas dengan catatan keluarnya itu sebelum lewatnya 15 hari dari melahirkan, dan ini merupakan batas dari “setelah”, jika tidak demikian maka itu adalah haidl bukan nifas, akan tetapi jika darah turun atas perempuan setelah 10 hari dari melahirkan misalkan, maka 10 hari tersebut termasuk nifas dalam segi hitungan bukan hukum, maka wajib bagi perempuan untuk melaksanakan sholat dan semacamnya, sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Al-Bulqiniy dan dibuat pedoman /dikuatkan oleh Imam Ar-Romliy. dan yang lebih utama adalah mengatakan “setelah kosongnya rahim dari kehamilan” agar mengeluarkan waktu yang berada di antara dua bayi kembar .

Termasuk dari wiladah (melahirkan) adalah keguguran ‘alaqoh yaitu darah yang kental (menggumpal) yang berubah dari mani, disebut ‘alaqoh karena bergantung pada sesuatu yang darah itu melekat padanya, dan juga mudlghoh yaitu sepotong daging yang berubah dari ‘alaqoh, disebut mudlghoh karena seukuran sesuatu yang dikunyah.

Wallahu A’lam Bisshawab..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s