HE01. SEMBELIHAN HEWAN DARI LEHER BELAKANG SAMPAI KEPALA PUTUS

PERTANYAAN :

Assalamualaikum ustadz..

Bagaimana hukumnya menyenbelih hewan dari leher belakang sampai kepalanya putus, sebagaimana video yang sudah viral di media?

JAWABAN :

Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh..

Dalam video tersebut, hewan yang berupa kambing disembelih dengan cara ditebas putus dalam posisi leher tidak menghadap ke pisau.

Maka hukumnya memotong hewan dari belakang (tidak dari leher) termasuk maksiat atau dosa. Sedangkan memotong leher hingga terputus hukumnya adalah makruh menurut qoul muktamad dan bahkan ada yang mengatakan haram menurut.

Dasarnya dari Kitab Tausyih Ala Ibni Qosim (Syarkh Fathul Qorib) Madzhab Imam Syafii Halaman 267 Darul Fikr, sebagai berikut:

ولو ذبح الحيوان من قفاه أو من صفحة عنقه عصى للعدول عن محل الذبح لما فيه من التعذيب.

Artinya: Jika seseorang menyembelih hewan dari arah tengkuk (jito’: jawa) maka ia melakukan kemaksiatan karena berpindah dari tempat menyembelih yang sesuai syara’. Dikarenakan hal tersebut terdapat unsur ta’dzib / menyakiti hewan

menyembelih hewan hingga kepalanya putus, alias tidak menjadi bangkai, namun metode tersebut ada yang mengatakan haram, dan ada yang mengatakan makruh. Ta’bir :

Pertama : dalam kitab Hasyiyah Qalyubi 16/51 (maktabah syamilah) :

وَلَا يَحْرُمُ قَطْعُ مَا زَادَ وَلَوْ بِانْفِصَالِ رَأْسِهِ

WA LAA YAHRUMU QATH’U MAA ZAADA WA LAU BINFISHAALI RA`SIHII.

Tidak haram memotong organ lebih dari HULQUUM (saluran nafas) dan MARII` (saluran makanan), meskipun dengan terpisahnya kepala

Kedua : dalam kitab Hasyiyah Bujairimi ‘Alal Iqna’ juz 22 halaman 69 (maktabah syamilah) :

وَالزِّيَادَةُ عَلَى الْحُلْقُومِ وَالْمَرِيءِ وَالْوَدَجَيْنِ قِيلَ بِحُرْمَتِهَا لِأَنَّهَا زِيَادَةٌ فِي التَّعْذِيبِ وَالرَّاجِحُ الْجَوَازُ مَعَ الْكَرَاهَةِ

WAZZIYAADAH ‘ALAL HULQUUMI WAL MARII`I WAL WADAJAINI QIILA BIHURMATIHAA LI ANNAHAA ZIYAADATUN FITTA’DZIIBI, WARRAAJIHU AL JAWAAZ MA’AL KARAAHAH.

(Menyembelih) melebihi HULQUUM (saluran nafas), MARII` (saluran makanan) dan WADAJAIN (dua urat leher) ada yang mengatakan haram, karena hal itu menambah penyiksaan. Pendapat yang rajih adalah boleh disertai karaahah (makruh).

Kesimpulan : Menyembelih tidak ada syarat kepalanya tidak boleh putus, jika kepalanya putus sembelihannya tetap sah dan hasilnya halal dimakan, namun penyembelihan seperti itu hukumnya makruh.

– Hasyiyah al Bujairimi ‘alaa Fat_hil Wahhaab juz IV halaman 287 :

و يكره له ابانة راسها حالا، و زيادة القطع و كسر العنق و قطع عضو عنها و تحريكها و نقلها حتى تخرج روحها

Dimakruhkan memisahkan kepalanya seketika, menambah pemotongan, mematahkan leher, memotong anggota tubuhnya, menggerak-gerakan serta memindahkan sampai ruhnya keluar.

Sah menyembelih hewan hingga kepalanya putus, alias tidak menjadi bangkai, namun metode tersebut ada yang mengatakan haram, dan ada yang mengatakan makruh. Ta’bir :

Pertama : dalam kitab Hasyiyah Qalyubi 16/51 (maktabah syamilah) :

وَلَا يَحْرُمُ قَطْعُ مَا زَادَ وَلَوْ بِانْفِصَالِ رَأْسِهِ

WA LAA YAHRUMU QATH’U MAA ZAADA WA LAU BINFISHAALI RA`SIHII.

Tidak haram memotong organ lebih dari HULQUUM (saluran nafas) dan MARII` (saluran makanan), meskipun dengan terpisahnya kepala

Kedua : dalam kitab Hasyiyah Bujairimi ‘Alal Iqna’ juz 22 halaman 69 (maktabah syamilah) :

وَالزِّيَادَةُ عَلَى الْحُلْقُومِ وَالْمَرِيءِ وَالْوَدَجَيْنِ قِيلَ بِحُرْمَتِهَا لِأَنَّهَا زِيَادَةٌ فِي التَّعْذِيبِ وَالرَّاجِحُ الْجَوَازُ مَعَ الْكَرَاهَةِ

WAZZIYAADAH ‘ALAL HULQUUMI WAL MARII`I WAL WADAJAINI QIILA BIHURMATIHAA LI ANNAHAA ZIYAADATUN FITTA’DZIIBI, WARRAAJIHU AL JAWAAZ MA’AL KARAAHAH.

(Menyembelih) melebihi HULQUUM (saluran nafas), MARII` (saluran makanan) dan WADAJAIN (dua urat leher) ada yang mengatakan haram, karena hal itu menambah penyiksaan. Pendapat yang rajih adalah boleh disertai karaahah (makruh).

Kesimpulan : Menyembelih tidak ada syarat kepalanya tidak boleh putus, jika kepalanya putus sembelihannya tetap sah dan hasilnya halal dimakan, namun penyembelihan seperti itu hukumnya makruh.

– Hasyiyah al Bujairimi ‘alaa Fat_hil Wahhaab juz IV halaman 287 :

و يكره له ابانة راسها حالا، و زيادة القطع و كسر العنق و قطع عضو عنها و تحريكها و نقلها حتى تخرج روحها

Dimakruhkan memisahkan kepalanya seketika, menambah pemotongan, mematahkan leher, memotong anggota tubuhnya, menggerak-gerakan serta memindahkan sampai ruhnya keluar.

Wallahu a’lamu bisshowab…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s