M023. JUAL BELI HEWAN HIAS DAN HEWAN BIASA YANG TIDAK HALAL DAGINGNYA

PERTANYAAN :

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

1. Bagaimana hukum menjual atau membeli kucing anggora/burung berkicau yang dhohirnya cuman hiasan tidak ada manfaatnya?

2. Bagaimana hukum jual beli kucing biasa, ular, tokek dan sejenisnya?

JAWABAN :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

1. Hukumnya itu boleh karena ada unsur manfaatnya. Sebab menurut imam Abu Hanifah, semua benda itu diciptakan untuk kemanfaatan manusia. Kecuali yang dilarang oleh syareat untuk dijual seperti khomer, babi, bangkai dan darah.

(الفقه الاءسلامي وادلته,جز ٤,صحيفۃ ١٨١-١٨٢)
ولم يشترط الحنفيۃ هذا الشرط,فاءجازوا بيع النجاسات كشعر الخنزير وجلد الميتۃ للاءنتفاع بها الا ما ورد النهي عن بيعه منها كالخمر والخنزير والميتۃ والدم, كما اجازو بيع الحيوانات المتوحشۃ والمتنجس الذي يمكن الاءنتفاع به في الاءكل ,والضابط عندهم ان كل ما فيه منفعۃ تحل شرعا فاءن بيعه يجوز ,لاءن الاءعيان خلقت لمنفعۃ الاءنسان.
(الفقه علی المذاهب الاءربعۃ,جز ١,صحيفۃ ٣٨٢)
وكذالك يصح بيع الحشرات والهوام كالحيات والعقارب اذا كان ينتفع بها.والضابط في ذلك ان كل ما فيه منفعۃ تحل شرعا فاءن بيعه يجوز.انتهي.

Boleh jual beli burung karna kemerduan suaranya dan keindahannya :

المجموع شرح المهذب :

(قسم) ينتفع به فيجوز بيعه كالابل والبقر والغنم والخيل والبغال والحمير والظباء والغزلان والصقور والبراة والفهود والحمام والعصافير والعقاب وما ينتفع بلونه كالطاوس أو صوته كالزرزوز والببغاء والعندليب وكذلك القرد والفيل والهرة ودود القز والنحل فكل هذا وشبهه يصح بيعه بلا خلاف لانه منتفع به

حاشيتا قليوبي و عميرة :

قوله : ( النفع ) أي الشرعي ولو مآلا كجحش صغير فخرج به ما لا نفع فيه كحمار زمن وما فيه نفع محرم كما يأتي . ولا يخفى أن نفع كل شيء بحسبه ، فنفع العلق بامتصاص الدم ، ونفع الطاوس بالاستمتاع برؤية لونه ، ونفع العندليب باستماع صوته ، ونفع العبد الزمن بعتقه ، ونفع الهرة بصيد الفأر ، والقرد بالتعليم ونحو ذلك .

2. Hukum jual beli kucing, ular dan tokek seperti dalam pertanyaan di atas terdapat perbedaan pendapat ulama.

Menurut ulama Syafi’iyah tidak boleh karena tidak ada manfaat yang dilegitimasi oleh syara’. Sedangkan menurut ulama Hanafiyah dan Malikiyah boleh.

Menurut Syafi’iyah :

فلا يصح بيع حشرات لا تنفع وهي صغار دواب الارض كحية وعقرب وفأرة وخنفساء إذ لا نفع فيها يقابل بالمال وإن ذكر لها منافع فى الخواص بخلاف ما ينفع منها كضب لمنفعة أكلها وعلق لمنفعة امتصاص الدم قوله إذ لا نفع فيها يقابل بالمال اي لا نفع يعتبر ويقصد شرعا بحيث يقابل بمال لأنه المراد فالمدار على ان يكون فيه منفعة مقصودة معتد بها شرعا بحيث تقابل بالمال اهـ

Maka tidak sah menjualbelikan binatang melata yang tidak bermanfaat yakni binatang-binatang kecil yang melata dibumi seperti ular, kalajengking, tikus dan kumbang karena tidak ada manfaat darinya yang setara dengan harta (harga) meskipun terdapat manfaat secara khusus padanya, berbeda dengan binatang yang bisa memberi manfaat seperti biawak yang dapat bermanfaat saat memakannya karena dapat memperlancar darah.

Keterangan Pengarang “karena tidak ada manfaat darinya yang setara dengan uang” artinya tidak memberi manfaat yang dianggap dan menjadi tujuan dalam syara’ sekira sepadan dengan harta, ini yang di kehendaki. Maka tinjauannya adalah manfaat yang menjadi tujuan dan dianggap oleh syara’ sekira sepadan dengan harta”. [ al-Jamal III/25 ].

Menurut Hanafiyyah :

وعبارته: (وهذا القول عند الحنفية) وكذلك يصح بيع الحشرات والهوام كالحيات والعقارب اذا كان ينـتفع بها. والضابط فى ذلك ان كل مافيه منفعة تحل شـرعا فإن بيعه يجوز

“Sah jual beli serangga dan binatang melata seperti ular dan kalajengking jika memang memberi manfaat, parameternya menurut mereka (madzhab hanafi) adalah semua yang bermanfaat itu halal menurut syara’ karena semua (makhluk) yang ada memang diciptakan untuk kemanfaatan manusia”. [ Al-fiqh alaa Madzaahib al-arba’ah II/232 ].

ولم يشترط الحنفية هذا الشرط (ان يكون البيع طاهرا لا نجسا) فأجازوا بيع النجاسات كشعر الخنزير وجلد الميتة لانتفاع بها الا ما ورد النهي عن بيعه منها كالخمر والخنزير والميتة والدم كما اجازوا بيع الحيوانات المتوحشة والمذحس الذي يمكن الانتفاع به فى الأكل والضابط عندهم ان كل ما فيه منفعة تحل شرعا فإن بيعه يجوز لأن الأعيان خلقت لمنفعة الإنسان

“Kalangan Ulama Hanafi tidak mensyaratkan sarat ini (barang yang dijual harus suci dan bukan najis) karenanya menurut mereka boleh menjual belikan barang-barang najis seperti bulu babi dan kulit bangkai karena bias di manfaatkan kecuali yang memang terdapat larangan untuk menjual belikannya seperti minuman keras, (daging) babi, bangkai dan darah sebagaimana mereka yang juga membolehkan binatang buas dan najis yang bias di manfaatkan untuk di makan, tolak ukurnya menurut mereka (madhab hanafi) adalah semua yang beranfaat itu halal menurut syara’ karena semua makhluk yang ada memang di ciptakan untuk kemanfaatan manusia”. [ al-Fiqh al-Islami Wa Adillatuh IV/181-182 ].

Menurut Malikiyyah :

ويصح بيع الحشرات والهوام كالحيات والعقارب اذا كان ينتفع به والضابط عندهم (المالكية) ان كل ما فيه منفعة تحل شرعا لان الاعيان خلقت لمنفعة الانسان بدليل قوله تعالى هو الذي خلق لكم ما فى الارض جميعا

“Boleh menjual belikan binatang melata dan berbisa seperti ular, kalajengking bila memang memberi manfaat tolak ukurnya menurut mereka (madhab maliki) adalah semua yang beranfaat itu halal menurut syara’ karena semua makhluk yang ada memang di ciptakan untuk kemanfaatan manusia dengan dalil firman Allah ta’aalaa (Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu – QS 2:29.)”. [ al-Fiqh al-Islami Wa Adillatuh IV/446-447 ].

Wallahu a’lamu bisshowab..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s