M024. HUKUM WANITA MENJADI PEMIMPIN

PERTANYAAN :

Assalamualaikum ustadz..

Bagaimana hukum wanita menjadi pemimpin?

JAWABAN:

Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh..

Mengenai boleh atau tidaknya wanita menjadi pemimpin itu termasuk khilafiyyah.

Wanita jadi pemimpin ada 3 pendapat :

1. Menurut jumhur ulama’ dan pendapat imam 3 yaitu Malik, Syafii dan Ahmad hukumnya tidak boleh

2. Menurut ibnu Jarir Ath-Thobari boleh dengan mutlaq pada semua perkara

3. Menurut Abu Hanifah boleh pada persaksiannya saja diselain hukum narapidana/jinayat.

فتاوى الأزهر – (ج 10 / ص 15)

السؤال : ما حكم تولية المرأة للقضاء ؟

الجواب: فى تولى المرأة للقضاء ثلاثة آراء :

الرأى الأول : وهو رأى الجمهور وعليه الأئمة الثلاثة مالك والشافعى وأحمد، أنه لا يجوز، بناء على حديث رواه البخارى وغيره “لن يفلح قوم ولوا أمرهم امرأة” لأن منعها من القضاء أولى من منعها من الولاية العامة، قال ابن حجر فى ” فتح البارى ” : وقد اتفقوا على اشتراط الذكورة فى القاضى إلا عند الحنفية ، واستثنوا الحدود ، وأطلق ابن جرير .

الرأى الثانى : جوازه مطلقا فى كل الأمور، ونسب إلى ابن جرير الطبرى ، بحجة أن الأصل أن كل من يتأتى منه الفصل بين الناس فحكمه جائز، إلا ما خصصه الإجماع من الإمامة الكبرى، ورد بأن شهادتها إذا كانت على النصف من شهادة الرجل بنص القرآن فهى لا تستقل بالحكم الذى هو نتيجة الشهادة ، وعلق الماوردى فى كتابه “الأحكام السلطانية ” على هذا الرأى بقوله : ولا اعتبار بقول يرده إجماع ، هذا ونص أبو بكر بن العربى على أن نسبة هذا القول إلى ابن جرير كاذبة ، كما قال الشيخ محمد الخضر حسين “الأهرام 27/ 6/1953” وانظر تفسير القرطبى ج 12 ص 184 .

الرأى الثالث : جواز قضائها فيما تصح فيه شهادتها ، وذلك فى غير الجنايات التى فيها حدود ، وهو منسوب لأبى حنيفة .وقال أبو بكر بن العربى : مراد أبى حنيفة ولايتها فى جزئية لا أن يصدر لها (مرسوم) بولاية القضاء العام

 

Hadits Nabi SAW :

لن يفلح قوم ولوا أمرهم امرأة

Artinya : tidak akan suskses sesuaatu kaum, dimana mereka mengangkat wanita menjadi pemimpin(H.R. Bukhari)

Umairah telah menjadi hadits ini sebagai dalil laki-laki merupakan salah satu syarat  menjadi pemimpin. Bujairumy dalam kitabnya, Bujairumi ‘ala Fathul Wahab, juga mengutip hadits ini sebagai dalil salah satu persyaratan pemimpin adalah laki-laki.

Berikut ketentuan-ketentuan syara’ selain tentang pemimpin Negara yang mengharuskan laki-laki sebagai pemimpinnya, yaitu ;

  1. Nabi dan Rasul, semuanya laki-laki
  2. Khulafaurrasyidin, semuanya laki-laki
  3. Imam Shalat Jum’at, harus laki-laki
  4. Imam Jama’ah yang ada laki-laki, atau laki-laki dan perempuan harus laki-laki
  5. Hak thalaq dan ruju’ hanya pada laki-laki
  6. Pihak yang melakukan ijab qabul dalam pernikahan hanya laki-laki
  7. Qadhi harus laki-laki
  8. Kewajiban jihad hanya pada laki-laki
  9. Kewajiban menafkahkan keluarga adalah laki-laki
  10. Kesaksian laki-laki diterima pada semua kasus, tidak demikian halnya wanita. Wanita tidak diterima kesaksiannya dalam kasus qishas dan hudud.
  11. dan lain-lain.

 

Wallahu a’lamu bisshowab..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s