M032. HUKUM MEMAKAI DANA AMAL MASJID UNTUK KONSUMSI DAN TRANSPORTASI

PERTANYAAN :

Assalamualaikum ustadz..

Bagaimana hukumnya menggunakan dana masjid, misalnya ada orang minta AMAL, baik berbentuk proposal atau meminta di jalan lalu orang tersebut mengambil uang untuk makan, minum dan transport?

JAWABAN :

Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh..

Boleh apabila kadar uang yang diambil itu sekedar yang mencukupi makan, minum dan transportnya, maksimal sebanyak uang ongkos standar (ujrotul mitsli).

(مَسْأَلَةٌ : ي) : لَيْسَ لِلنَّاظِرِ الْعَامِ وَهُوَ الْقَاضِيُّ أَوِ اْلوَالِيُّ النَّظِرِ فِيْ أَمْرِ الْأَوْقَافِ وَأَمْوَالِ الْمَسَاجِدِ مَعَ وُجُوْدِ النَّاظِرِ الْخَاصِّ الْمُتَأَهِّلِ ، فَحِيْنَئِذٍ فَمَا يَجْمَعُهُ النَّاسُ وَيُبْذِلُوْنَهُ لِعِماَرَتِهَا بِنَحْوِ نَذَرٍ أَوْ هِبَةٍ وَصَدَقَةٍ مَقْبُوْضِيْنَ بِيَدِ النَّاظِرِ أَوْ وَكِيْلِهِ كَالسَّاعِي فِي الْعِمَارَةِ بِإِذْنِ النَّاظِرِ يَمْلِكُهُ الْمَسْجِدُ ، وَيُتَوَلَّى النَّاظِرُ اَلْعِمَارَةَ بِالْهَدْمِ وَالْبِنَاءِ وَشِرَاءِ اْلآلَةِ وَاْلاِسْتِئْجَارِ ، (بغية المسترشدين ص 65 )11

Boleh mengalokasikan sebagian hasil kotak amal jariyah masjid untuk orang yang mencarikan amal seperti makan, minum dan transport untuk yang bersangkutan, karena hal ini termasuk membelanjakan untuk kepentingan masjid, seperti membeli lampu, membayar biaya listrik, pengeras suara, dan lain sebagainya.

Boleh, jika jumlahnya di bawah upah minimum/shadaqah.

وَاَفْتىَ ابْنُ الصَّباَغِ بِاَنَّهُ اَلْاِسْتِقْلَالُ بِذَالِكَ مِنْ غَيْرِ الْحَاكِمِ ( قَوْلُهُ اَلْاِسْتِقْلَالُ بِذَالِكَ ) اَىْ بِأَخْذِ الْاَقَلِّ مِنْ نَفَقَةٍ وَاُجْرَةِ مِثْلِهِ ( اعانة الطالبين ج 3 ص 186)

Adapun ongkos atau gaji bagi pencari amal adalah fasid.

Statusnya ujroh amal dari akad yang fasid, sebab ujrohnya tidak maklum. Dengan konsekuensi upah tersebut harus disesuaikan dengan ujroh mitsil (ongkos sepadan) bila kurang harus ditambahi dan bila lebih dikembalikan pada fihak masjid.

Referensi :
1. Bughyatul Mustarsyidin Hal 168.
2. Syarqowy Juz II Hal. 85.

انكسر مركب فى البحر فامر صاحبه ان كل من أخرج من المتاع شيئا فله ربعه مثلا فان كان المجعول عليه معلوما عند الجعيل بان شاهده قبل الغرق او وصفه له صح العقد واستحق المسمى والا فسد واستحق اجرة المثل ( بغية ص . 168 )

(والأجرة) أي وعلمهما بالأجرة فلا تصح الإجارة مع الجهل بها وتجب أجرة المثل بنحو أرضيك او ما ترى الا ما يسرك اولا تخشى من شيء ( الشرقاوي الجزء 2 ص 85 ).

Wallahu a’lamu bisshowab..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s