HADITS KE 94 : KEWAJIBAN ADUS BAGI WANITA YANG KELUAR MANI SETELAH BERMIMPI

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TENTANG MANDI DAN JUNUB

HADITS KE 94 :

وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى الْمَرْأَةِ تَرَى فِى مَنَامِهَا مَايَرَى الرَّجُلُ – قَالَ : ( تَغْتَسِلُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

زَادَ مُسْلِمٌ: فَقَالَتْ أُمُّ سُلَيْم ٍ ( وَهَلْ يَكُونُ هَذَاقَالَ: نَعَمْ فَمِنْ أَيْنَ يَكُونُ اَلشَّبَهُ)

Anas Radliyallahu ‘Anhu berkata: Rasulallah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda tentang perempuan yang bermimpi sebagaimana yang dimimpikan oleh laki-laki, maka sabdanya, “Ia wajib mandi.” Hadits riwayat Muttafaqun ‘Alaih

Imam Muslim menambahkan: Ummu Salamah bertanya: Adakah hal ini terjadi؟ Nabi menjawab: “Ya lalu darimana datangnya persamaan؟”

MAKNA HADITS :

Allah (s.w.t) membentuk rupa janin dalam rahim mengikut gambaran yang Dia kehendaki. Adakalanya anak itu mirip dengan ayahnya atau kakeknya dari sebelah ayahnya dan adakalanya pula mirip dengan ibunya atau neneknya dari sebelah ibunya. Air mani siapa diantara keduanya yang mampu mengalahkan yang lain, maka anak yang bakal dilahirkan akan mirip dengan mani yang menang

itu. Ini merupakan salah satu di antara mukjizat Nabi (s.a.w) kerana baginda

mengetahui tentang fasa yang dialami oleh janin. Nabi (s.a.w) mewajibkan mandi kepada wanita yang mengeluarkan air mani dalam mimpi, sebagaimana ia juga diwajibkan kepada lelaki, kerana wanita pada hakekatnya merupakan belahan lelaki.

FIQH HADITS :

1. Wanitapun boleh bermimpi mengeluarkan air mani sama dengan kaum lelaki.

2. Wanita tidak diwajibkan mandi kecuali apabila dia melihat adanya air mani.

3. Pengakuan yang menyatakan bahwa anak itu adakalanya mirip dengan ayahnya atau mirip dengan ibunya. Jika air mani salah seorang di antara keduanya mendahului air mani yang lainnya, maka anaknya akan mirip dengan siapa yang mengeluarkan air mani terlebih dahulu itu.

4. Seorang wanita dibolehkan meminta fatwa mengenai perkara-perkara yang

dianggap musykil baginya dalam urusan agama.

5. Perhatian yang sangat luar biasa dimiliki oleh sahabat wanita untuk sentiasa memperdalam ilmu agama.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s