N039. BOLEHKAH MERALAT PERKATAAN THALAK MU’ALLAQ (THALAK BERSYARAT)?

PERTANYAAN :

Assalamualaikum Ustadz..

Diskripsi:

Seorang suami mengatakan kepada istrinya “kalau kamu besok pergi kerumah si A maka kamu aku thalaq, lalu setelah beberapa jam si suami meralatnya (mencabut perkataannya) dengan ucapan aku mencabut perkataanku tadi kamu tidak apa-apa pergi kerumahnya si A tidak aku thalak kamu walaupun kamu pergi kerumahnya si A

Pertanyaan:

Apakah thalak muallaq bisa diralat sebelum sampainya waktu atau pekerjaan yang menjadi taalluqan (seperti contoh dalam deskripsi)?

JAWABAN :

Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh..

Talaq mu’allaq Ada 2 :
1. Dengan sifat
2. Dengan syarat

ويصح تعليقه اي الطلاق بالصفة والشرط

Adapun yang dimaksud ta’liq Dengan sifat adalah Zaman/waktu Dan tempat, seperti :
kamu saya talaq dibulan ini.
Maka talaq pada Malam bulan pertama yang ditentukan.

(قوله:بالشرط)اي من زمان او مكان او غيرهما فتطلق نوجودهما. فإذا قال: أنت طالق في شهر كذا..الى ان قال.. وقع الطلاق بأول جزء من اللية الاولى منه.

Adapun ta’liq dengan syarat maka harus menggunakan Alat syarat, seperti:
kalau kamu masuk rumah maka kamu saya talaq. maka talaq terjadi jika sang istri masuk rumah.

(قوله: بالشرط) بالجر عطفا على الصفة اي ويصح تعليقه بالشرط كأن يعلق بأداة من أدوات الشرط كما اشار اليه الشارح بقوله كإن دخلت الدار فانت طالق

Dalam penggunaan Alat syarat oleh ulama’ diperinci :

a. Jika ucapan suami berbentuk kalimat Nafi, maka langsung terjadi talaq jika syarat dilanggar. Kecuali alat إن

b. Jika ucapan berbentuk Isbat maka tidak terjadi langsung, kecuali alat :
إن ,اذا،
yang disertai harta.
Atau kalimat :شئت yang diucapkan secara langsung,seperti :
jika kamu memberi uang seribu, maka kamu saya talaq. dengan memberi seribu maka otomatis istri ke talaq.

وأدوات التعليق تقتضي الفور في النفي الا إن فانها للتراخي.
ولاتقتضين فورا في الاثبات الا اذا وان مع المال أو شئت خطابا.

مأخوذ: الباحوري ج ٢ ص ١٤٧

====================
Adapun Perkataan suami: “aku mencabut Perkataanku Tadi kamu tidak apa apa pergi kerumah si A” tidak dibenarkan dalam Artian tetap terjadi tolaq jika istri pergi kerumah si A

(ويصح تعليقه بالصفة والشرط) الى ان قال..
وقيل ذكر الامثلة يعلم ان الطلق إذا علق على شرط لم يجز الرجوع في التعليق وسواء علقه بشرط معلوم الحصول او محتمله لايقع الطلاق بوجود الشرط

Jika suami menggantungkan talaq Dengan syarat, maka baginya tidak Boleh menggagalkannya, baik berupa syarat yang pasti dilakukan atau mungkin iya mungkin tidak dilakukan.dan talaq tetap terjadi Dengan adanya syarat.

مأخوذ: كفاية الاخيار في حل غاية الاختصار، ج ٢ ص ٩٢

Kesimpulan :

Ucapan suami tersebut tetap dikatakan talaq mu’allaq serta meralat ucapan tidak berpengaruh (tetap terjadi talaq jika istri pergi kerumah si A)

والله تعالى أعلم بالصواب

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s