HADITS KE 101 : BOLEH TIDUR DALAM KEADAAN JUNUB

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TENTANG MANDI DAN JUNUB

HADITS KE 101 :

وَلِلْأَرْبَعَةِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَنَامُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَمَسَّ مَاءً ) وَهُوَ مَعْلُول

Menurut Imam Empat dari ‘Aisyah r.a dia berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah tidur dalam keadaan junub tanpa menyentuh air. Hadits ini ma’lul.

MAKNA HADITS :

Nabi (s.a.w) adalah penentu syari’at. Oleh sebab itu, adakalanya baginda berwuduk hanya sekali, kadang kala minum sambil berdiri, kadang kala membuang air kecil sambil berdiri dan tidur dalam keadaan junub tanpa berwuduk atau mandi terlebih dahulu. Semua itu merupakan penjelasan yang menunjukkan bahwa perbuatan tersebut diperbolehkan. Ia dilakukan sendiri oleh Rasulullah (s.a.w) kerana cara ini lebih berkesan dalam menjelaskan sesuatu permasalahan.

FIQH HADITS :

Orang yang junub boleh tidur tanpa berwuduk atau mandi terlebih dahulu,
tetapi apa yang lebih diutamakan adalah sebagaimana keterangan yang dimuatkan dalam hadis sebelum ini.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s