T023. CARA MENSUCIKAN BARANG YANG TERKENA NAJIS ANJING ATAU BABI

PERTANYAAN :

Assalaamualaikum Ustadz..

Ust mau tanya mengenai Nderek tanglet (cacing dari dalam usus babi, terus di taruh di wadah) nah.. Penyucian wadah yang bekas terkena cacing tadi apa harus di sucikan seperti mensucikan najis nya anjing/babi?

JAWABAN :

Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh..

Sesuatu yang terkena najisnya babi tetap harus dibasuh sebanyak tujuh kali di qiyaskan sama najisnya anjing.

Sebagaimana hadis abu hurairah ra. :

إذا ولغ الكلب على إناء أحدكم فليغسله سبعا إحداهن بتراب.

Jika seekor anjing menjilat wadah salah satu milik kalian hendaknya dibasuh tujuh kali salah satunya di campur debu.

Caranya :

1. Basuhan pertama harus menghilangkan semua sifat2 najis (warna, bau dan rasa).
Walaupun dibasuh seribu kali kalau sifat2 najis masih tersisa maka belum dihitung satu.

2. Lalu di tambah enam basuhan.

3. Salah satu ketujuh basuhan sicampur debu.

4. Apabila air basuhan tsb memercik ke pakaian maka pakaian tsb dibasuh sebanyak sisa basuhan dari wadah yg dibasuh, Misal si A membasuh wadah yg terjilat anjing lalu di basuhan ketiga airnya memercik ke pakaian maka pakaian tsb cukup dibasuh empat kali.

————————————–

PERMASALAHAN LAIN :

Kalau di lewatin anjing/babi, tapi tidak berbekas apakah harus di cuci juga ustad anjing lewat di tikar/hambal saumpamanya?

JAWABAN :

المغلظة ما تنجس من الطاهرات بلعابها او بولها او عرقها او بملاقات اجزاء بدنها مع توسط رطوبة من احد جانبيه

NAJIS MUGHOLLADZAH

Ialah perkara-perkara suci yang terkena air liur atau keringat atau kencing atau keringat atau salah satu anggota dari tubuh anjing/babi dengan disertai basah dari salah satu dari keduanya (perkara najis atau perkara sucinya). [ Kasyifah as-Sajaa Hal. 44 ].

– إذا اتصل النجس أو المتنجس بالطاهر نظر فإن كانا جافين فلا تؤثر النجاسة بالطاهر بناء على القاعدة الفقهية : الجاف طاهر بلا خلاف وإن كان أحدهما أو كلاهما رطبا تنجس الطاهر بالآخر

Bila najis atau barang yang terkena najis bertemu dengan barang suci maka tafsil :

~ Bila keduanya kering maka sifat kenajisan tidak mempengaruhi barang yang suci berdasarkan kaidah fiqhiyyah “Hal kering adalah suci tanpa terjadi perbedaan ulama”

~ Bila salah satunya atau keduanya basah maka barang yang suci menjadi najis.

Fiqh al-‘Ibaadaat I/181.

Kesimpulan :

Apapun yang timbul dari anjing Dan babi dihukumi najis Mughalladzah, selama bukan juz yang kering dan barang Atau tempat yang tersentuh najis juga kering.

Wallahu a’lamu bisshowab..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s