HADITS KE 113 : ORANG JUNUB BOLEH TAYAMMUM APABILA KAWATIR TERTIMPA MUDARAT

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TENTANG TAYAMUM

HADITS KE 113 :

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا فِي قَوْلِهِ تَعَالَى وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ، قَالَ: إِذَا كَانَتْ بِالرَّجُلِ اَلْجِرَاحَةُ فِي سَبِيلِ اَللَّهِ وَالْقُرُوحُ فَيُجْنِبُ فَيَخَافُ أَنْ يَمُوتَ إِنْ اِغْتَسَلَ: تَيَمَّمَ رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ مَوْقُوفًا وَرَفَعَهُ اَلْبَزَّارُ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ وَالْحَاكِم

Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu tentang firman Allah (Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan) beliau mengatakan: “Apabila seseorang mengalami luka-luka di jalan Allah atau terserang penyakit kudis lalu ia junub tetapi dia takut akan mati jika dia mandi maka bolehlah baginya bertayammum.” Riwayat Daruquthni secara mauquf marfu’ menurut al-Bazzar dan shahih menurut Ibnu Khuzaimah dan Hakim.

MAKNA HADITS :

Agama Islam adalah agama yang mengamalkan prinsip bertolak angsur. Semua hukum yang ada di dalamnya selalu disertai oleh berbagai hikmah dan rahsia. Setiap sesuatu yang mengandung unsur mudarat pasti tidak diakui oleh Islam bahkan disediakan jalan keluar untuk menolaknya. Jika seorang lelaki merasa kawatir apabila berwuduk atau mandi dengan air akan mendatangkan mudarat bagi dirinya, maka syariat membolehkannya bertayammum untuk menolak mudharat tersebut sebagai rahmat (belas kasihan) agama kepada orang mukallaf, sebagaimana yang ditegaskan oleh keumuman makna yang terkandung di dalam firman-Nya: “Dan jika kamu sakit ….” (Surah al-Nisa‟: 43). Musafir pada umumnya mengalami kesulitan. Oleh sebab itu, syariat membolehkan tayammum bagi orang yang bepergian apabila air tidak dijumpai sebagai kemudahan dari Allah untuk hamba-Nya.

FIQH HADITS :

1. Orang yang junub boleh tayammum apabila kawatir akan ditimpa mudarat.
Ini merupakan pendapat Imam Malik, Imam Abu Hanifah dan Imam al-Syafi’i.

2. Orang yang junub tidak boleh tayammum kecuali apabila kawatir dirinya akan mati apabila mandi dengan air. Ini merupakan pendapat Imam Ahmad dan satu riwayat dari Imam al-Syafi’i.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s