T026. CARA MENCUCI PAKAIAN & HUKUM BAU SABUN YANG MUTANAJJIS NEMPEL DI PAKAIAN

PERTANYAAN :

Assalamualaikum Ustadz..

Diskripsi Masalah :
Baju direndam dalam bak berisi air sabun. Lalu dikucek dipisahkan dari air sabun. Setelah itu air sabun dalam bak dibuang dan diganti dg air bersih. Baju yg telah dicuci dimasukkan ke dalam air dg tujuan membersihkan sisa air sabun. Setelah dirasa sisa sabun sdh habis, air dibuang. Setelah itu finising :
baju cucian dimasukkan bak kosong, lalu bak air diisi air sampai meluap.

Pertanyaanya :

1. Sucikah baju yang memakai cara tersebut?

2. Bagaimana hukum sisa bau sabun di baju yang awalnya tercampur dengan pakain mutanajjis dalam satu wadah air?

JAWABAN :

Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh..

Jawaban untuk No.1 :

Cara seperti yang uraikan diatas sudah benar, jadi dengan cara seperti itu baju cucian yang di dalam ember sudah dihukumi suci.

Referensi:

روضة الطالبين الجزء الأول صـ 31

قال المتولي وغيره للماء قوة عند الورود على النجاسة فلا ينجس بملاقاتها بل يبقى مطهرا فلو صبه على موضع النجاسة من ثوب فانتشرت الرطوبة في الثوب لا يحكم بنجاسة موضع الرطوبة ولو صب الماء في إناء نجس ولم يتغير بالنجاسة فهو طهور فإذا أداره على جوانبه طهرت الجوانب كلها قال ولو غسل ثوب عن نجاسة فوقعت عليه نجاسة عقب عصره هل يجب غسل جميع الثوب أم يكفي غسل موضع النجاسة وجهان الصحيح الثاني والله أعلم.

Imam Mutawalli dan lainnya berkata tentang kekuatan air yang didatangkan atas najis, maka air tidak menjadi najis karena bertemu dengan sesuatu yang najis akan tetapi ia tetap suci dan mensucikan. umpama air disiramkan ke sesuatu bagian baju yang najis, lalu basahnya menyebar ke bagian baju yang lain, maka basah yang menyebar tersebut tidak dihukumi najis.

Jawaban untuk No.2 :

Adapun bau sabun yang melekat pada cucian, berikut pendapat para ulama :

a. Ada ulama’ yang menghukumi tidak apa-apa, artinya baju cucian suci apabila hanya tersisa baunya saja, ini pendapat Imam Thobalawie.

b. Imam Romli menyatakan sisa bau sabun masih dihukumi najis, kecuali sulit untuk menghilangkannya.

Referensi:

ﻫﺎﻣﺶ ﺑﻐﻴﺔ ﺍﻟﻤﺴﺘﺮﺷﺪﻳﻦ ﺻ 12

ﻭﻟﻮ ﺯﺍﻟﺖ ﺍﻟﻨﺠﺎﺳﺔ ﺑﺎﻻﺳﺘﻌﺎﻧﺔ ﺑﺎﻟﺼﺎﺑﻮﻥ ﻭﺑﻘﻰ ﺭﻳﺢ ﺍﻟﺼﺎﺑﻮﻥ ﻃﻬﺮ ﻗﺎﻟﻪ ﺍﻟﻄﺒﻼﻭﻯ ﻭﻗﺎﻝ ﻣ ﺭ ﻻﺗﻄﻬﺮ ﺣﺘﻰ ﺗﺼﻔﻮ ﺍﻟﻐﺴﺎﻟﺔ ﺍﻩـ

ﺑﺸﺮﻯ ﺍﻟﻜﺮﻳﻢ ﺻـ 144

ﺗﻨﺒﻴﻪ ﺁﺧﺮ : ﺇﺫﺍ ﻏﺴﻞ ﺛﻮﺑﺎً ﻣﺘﻨﺠﺴﺎً ﺑﻨﺤﻮ ﺻﺎﺑﻮﻥ ﺣﺘﻰ ﺯﺍﻟﺖ ﺍﻟﻨﺠﺎﺳﺔ .. ﻃﻬﺮ ﻭﺇﻥ ﺑﻘﻲ ﺭﻳﺢ ﺍﻟﺼﺎﺑﻮﻥ، ﻗﺎﻟﻪ ﺍﻟﻄﺒﻼﻭﻱ . ﻭﻗﺎﻝ ‏( ﻡ ﺭ ‏) : ﻻ ﻳﻄﻬﺮ ﺣﺘﻰ ﺗﺼﻔﻮ ﺍﻟﻐﺴﺎﻟﺔ ﻣﻦ ﺭﻳﺢ ﺍﻟﺼﺎﺑﻮﻥ، ﺃﻱ : ﻹﻣﻜﺎﻥ ﺍﺳﺘﺘﺎﺭ ﺭﻳﺢ ﺍﻟﻨﺠﺲ ﻓﻲ ﺭﻳﺤﻪ ﻭﻳﻌﻔﻰ ﻋﻤﺎ ﻳﺸﻖ ﺍﺳﺘﻘﺼﺎﺅﻩ

Apabila baju najis dicuci dengan bantuan sabun dan sejenisnya sampai bersih, maka baju tersebut suci, walaupun masih tersisa bau sabun, ini pendapat Imam Thobalawie.

Sedangkan Imam Romli berkata : Tidak suci sampai cucian bersih dari bau sabun, karena dimungkinkan bau najis tertutup oleh bau sabun, akan tetapi dima’fu jika sulit menghilangkannya.

Wallahu a’lamu bisshowab..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s