HADITS KE 115 : BOLEH BERTAYAMUM APABILA DARURAT MENGGUNAKAN AIR DISEBABKAN LUKA

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TENTANG TAYAMUM

HADITS KE 115 :

وَعَنْ جَابِرٍ]بْنُ عَبْدِ اَللَّهِ] رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا فِي اَلرَّجُلِ اَلَّذِي شُجَّ فَاغْتَسَلَ فَمَاتَ -: إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيهِ أَنْ يَتَيَمَّمَ وَيَعْصِبَ عَلَى جُرْحِهِ خِرْقَةً ثُمَّ يَمْسَحَ عَلَيْهَا وَيَغْسِلَ سَائِرَ جَسَدِهِ رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ بِسَنَدٍ فِيهِ ضَعْفٌ وَفِيهِ اِخْتِلَافٌ عَلَى رُوَاتِه

Dari Jabir Radliyallaahu ‘anhu tentang seorang laki-laki yang terluka pada kepalanya lalu mandi dan meninggal. (Nabi bersabda: “Cukup baginya bertayammum dan membalut lukanya dengan kain kemudian mengusap di atasnya dan membasuh seluruh tubuhnya.” Riwayat Abu Dawud dengan sanad yang lemah. Di dalamnya ada perbedaan pendapat tentang para perawinya.

MAKNA HADITS :

Islam memerintahkan umat manusia supaya bertanya kepada ahli al-dzikr yang memahami al-Qur’an dan Sunnah untuk memecahkan masalah-masalah sukar yang mereka hadapi berdasarkan kajian teliti. Oleh itu Rasulullah (s.a.w) marah ketika mereka memberikan fatwa kepada seorang lelaki yang terluka bahwa tidak ada rukhsah baginya, hingga akhirnya itu menyebabkan kematiannya. Rasulullah (s.a.w) marah dengan adanya fatwa yang salah itu. Baginda bersabda: “Mengapa mereka tidak bertanya lebih dahulu apabila mereka tidak tahu?” Baginda menjelaskan bahawa bertanya merupakan ubat kebodohan. Dengan kata lain, malu bertanya pasti sesat di jalan.

FIQH HADITS :

1. Disyariatkan merujuk kepada pemimpin ketika berdepan dengan urusan-urusan penting.

2. Dilarang mencela fatwa tanpa ilmu pengetahuan, kerana sikap sebegitu
merupakan dosa besar.

3. Tidak ada qishas dan dhiyat ke atas seorang mufti apabila dia memberikan fatwa tanpa kebenaran, meskipun orang yang jelas-jelas melakukan kesalahan tidak dimaafkan. Nabi (s.a.w) mencela mereka, sebab mereka melakukan fatwa tanpa berlandaskan kepada ilmu dan baginda mendo’akan binasa kepada mereka dengan bersabda: “Semoga mereka dilaknat oleh Allah.”

4. Disyari’atkan bertayammum bagi orang yang merasa kawatir akan tertimpa mudharat apabila menggunakan air.

5. Boleh mengusap pembalut luka dan membasuh anggota tubuh yang lain
dengan air.

6. Menanyakan suatu masalah yang sukar kepada orang yang berilmu merupakan penawar bagi kebodohan.

7. Orang yang junub diwajibkan mandi.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s