HADITS KE 116 : TAYAMMUM HANYA UNTUK SATU SHALAT FARDHU

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TENTANG TAYAMUM

HADITS KE 116 :

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: ( مِنْ اَلسُّنَّةِ أَنْ لَا يُصَلِّيَ اَلرَّجُلُ بِالتَّيَمُّمِ إِلَّا صَلَاةً وَاحِدَةً ثُمَّ يَتَيَمَّمُ لِلصَّلَاةِ اَلْأُخْرَى ) رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ بِإِسْنَادٍ ضَعِيفٍ جِدًّا

Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu berkata: Termasuk sunnah Rasul adalah seseorang tidak menunaikan shalat dengan tayammum kecuali hanya untuk sekali shalat saja kemudian dia bertayammum untuk shalat yang lain. Riwayat Daruquthni dengan sanad yang amat lemah.

MAKNA HADITS :

Tayammum adalah bersuci dengan debu, tetapi kesuciannya masih dikategorikan lemah, kerana ia hanya boleh digunakan untuk sekali sholat fardu saja berikut sunat-sunat yang mengiringinya. Tayammum tidak seperti wuduk yang dapat menghilangkan hadas. Inilah pendapat jumhur ulama. Imam Abu Hanifah dan murid-muridnya mengatakan bahwa seseorang boleh melakukan sholat sesuka hatinya baik sholat fardu mahupun sholat sunat hanya dengan sekali tayammum,
sama halnya dengan wuduk. Mereka memandang dari segi keumuman makna hadirs di sampingmengqiyaskan solat fardu dengan sholat sunat.

FIQH HADITS :

Menurut jumhur ulama, bertayammum disyari’atkan untuk setiap kali hendak
mengerjakan sholat fardu. Dalam kaitan ini Imam Abu Hanifah berbeda pendapat dengan mereka.

KESIMPULAN :

Hadis yang terdapat dalam bab ini menunjukkan kesimpulan berikut:

1. Nabi (s.a.w) dan umatnya mempunyai beberapa keistimewaan yang tidak dimiliki umat-umat sebelum ini, dimana Allah (s.w.t) mengutus Nabi Muhammad (s.a.w) untuk seluruh umat manusia, Allah memberinya syafa’at
al-‘uzhma untuk membebaskan umat manusia dari huru-hara hari kiamat,
Allah menolongnya dengan rasa gentar yang mencekam dalam hati musuh-
musuhnya dan Allah menghalalkan harta ghanimah kepadanya dan umatnya serta boleh melakukan solat di tempat manapun di muka bumi ini tanpa ada ketentuan tempat yang khusus.

2. Diberi rukhsah boleh bertayammum ketika tidak ada air untuk berwuduk dan mandi dan ketika dalam keadaan darurat, seperti mengusap pembalut luka. Begitu pula ketika sakit serta apa saja yang membolehkan bertayammum. Menjelaskan mengenai tatacara tayammum. Satu kali tayammum hanya untuk satu kali sholat fardu, tetapi boleh digunakan untuk melakukan beberapa kali sholat sunat, mengikut semau kita.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s