HADITS KE 119 : CARA MENGHITUNG DARAH HAID BAGI PEREMPUAN MUSTAHADAH

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB HAID

HADITS KE 119 :

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا; ( أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ بِنْتَ جَحْشٍ شَكَتْ إِلَى رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم اَلدَّمَ فَقَالَ: اُمْكُثِي قَدْرَ مَا كَانَتْ تَحْبِسُكِ حَيْضَتُكِ ثُمَّ اِغْتَسِلِي فَكَانَتْ تَغْتَسِلُ كُلَّ صَلَاةٍ ) رَوَاهُ مُسْلِم

وَفِي رِوَايَةٍ لِلْبُخَارِيِّ: ( وَتَوَضَّئِي لِكُلِّ صَلَاةٍ ) وَهِيَ لِأَبِي دَاوُدَ وَغَيْرِهِ مِنْ وَجْهٍ آخَرَ.

Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Ummu Habibah binti Jahsy mengadukan pada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam tentang darah (istihadlah. Beliau bersabda: Berhentilah (dari shalat) selama masa haidmu menghalangimu kemudian mandilah. Kemudian dia mandi untuk setiap kali shalat. Diriwayatkan oleh Muslim.

Dalam suatu riwayat milik Bukhari: Dan berwudhulah setiap kali shalat. Hadits tersebut juga menurut riwayat Abu Dawud dan lainnya dari jalan yang lain.

MAKNA HADITS :

Kaum wanita pada masa permulaan Islam mempunyai perhatian yang amat besar untuk menanyakan apa-apa yang dianggap musykil dalam agama mereka. Tujuannya ialah supaya mereka dapat beribadah kepada Allah (s.w.t) dengan cara yang betul dan hati mereka dipenuhi dengan perasaan khusyuk kepada-Nya. Hal ini dapat dilihat dengan jelas dari pertanyaan yang diajukan oleh Ummu Habibah dan langkahnya untuk mandi setiap kali hendak mengerjakan sholat sebagai amalan sunat dan sikap berhati-hati dalam urusan agama, padahal mandi tidak diwajibkan ke atasnya setiap kali hendak mengerjakan solat, melainkan dia hanya diwajibkan berwudhuk saja.

FIQH HADITS :

Wanita yang beristihadhah diperintahkan untuk merujuk kepada pengetahuan berikut:

1. Kebiasaan yang telah dia alami sebelum istihadhah.

2. Kebiasaan haid bagi kaum wanita yang umurnya sebaya dengannya, yaitu selama enam atau tujuh hari. Masa haid yang paling minimum ialah sehari
semalam, kebanyakannya enam atau tujuh hari, sedangkan batasan
maksimumnya ialah lima belas hari.

3. Spesifikasi darah dilihat dari segi warna dan baunya.

4. Masa datang dan masa berhentinya. Maka dia wajib mandi pada masa haidnya berhenti manakala hukum mandi dan wudhuk sesudah itu, maka keterangannya diuraikan dalam hadits No.118 pada bagian fiqh hadits.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s