HADITS KE 138 : PERBEDAAN FAJAR SHODIQ DAN FAJAR KADZIB

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB WAKTU SHALAT

HADITS KE 138 :

وَعَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( اَلْفَجْرُ فَجْرَانِ: فَجْرٌ يُحَرِّمُ اَلطَّعَامَ وَتَحِلُّ فِيهِ اَلصَّلَاةُ وَفَجْرٌ تَحْرُمُ فِيهِ اَلصَّلَاةُ – أَيْ: صَلَاةُ اَلصُّبْحِ – وَيَحِلَّ فِيهِ اَلطَّعَامُ ) رَوَاهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ وَالْحَاكِمُ وَصَحَّحَاهُ

وَلِلْحَاكِمِ فِي حَدِيثِ جَابِرٍ رضي الله عنه نَحْوُهُ وَزَادَ فِي اَلَّذِي يُحَرِّمُ اَلطَّعَامَ: ( إِنَّهُ يَذْهَبُ مُسْتَطِيلاً فِي اَلْأُفُقِ ) وَفِي اَلْآخَرِ: (إِنَّهُ كَذَنَبِ اَلسِّرْحَان )

Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Fajar itu ada dua macam yaitu fajar yang diharamkan memakan makanan dan diperbolehkan melakukan shalat dan fajar yang diharamkan melakukan shalat yakni shalat Shubuh dan diperbolehkan makan makanan.” Riwayat Ibnu Khuzaimah dan Hakim hadits shahih menurut keduanya.

Menurut riwayat Hakim dari hadits Jabir ada hadits serupa dengan tambahan tentang fajar yang mengharamkan memakan makanan: “Fajar yang memanjang di ufuk.” Dalam riwayat lain disebutkan: “Dia seperti ekor serigala.”

MAKNA HADITS :

Rasulullah (s.a.w) telah membuat istilah khusus dengan menggunakan beberapa lafaz untuk menunjukkan pengertian-pengertian yang berkaitan dengan hukum syariat secara khusus sesuai dengan istilah yang digunakannya itu sehingga dengannya dapat diambil beberapa kesimpulan hukum di samping mengingatkan umat Islam supaya mengambil berat terhadapnya. Antaranya adalah lafaz al-fajr. Makna fajar menurut bahasa ialah munculnya cahaya yang memanjang seperti ekor serigala di tengah langit. Fajar seperti ini tidak mengharamkan makan bagi orang yang hendak berpuasa dan waktu sholat Subuh masih belum tiba, dan dikenali dengan istilah fajar kadzib. Inilah istilah yang pertama. Istilah yang kedua ialah fajar shadiq, yaitu fajar yang sinarnya menyebar yang apabila ia muncul, maka haram makan bagi orang yang hendak berpuasa dan halal mengerjakan sholat, yakni waktu sholat Subuh sudah tiba.

FIQH HADITS :

Fajar menurut bahasa ialah suatu lafaz yang memiliki dua pengertian waktu. Tanda fajar pertama adalah munculnya seberkas cahaya yang bentuknya seperti ekor serigala dan melintang tinggi di atas langit persis seperti tiang. Ketika itu makan (sahur) masih (bagi seseorang yang hendak berpuasa) dibolehkan dan waktu sholat Subuh masih belum tiba.

Tanda fajar kedua ialah munculnya sinar yang memanjang di ufuk. Itu
merupakan tanda haram makan bagi orang yang hendak berpuasa dan waktu Subuh sudah pun tiba.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s