HADITS KE 140 : PEMBAGIAN WAKTU UTAMA DALAM PELAKSANAKAN SHALAT

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB WAKTU SHALAT

HADITS KE 140 :

وَعَنْ أَبِي مَحْذُورَةَ رضي الله عنه أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( أَوَّلُ اَلْوَقْتِ رِضْوَانُ اَللَّهُ وَأَوْسَطُهُ رَحْمَةُ اَللَّهِ; وَآخِرُهُ عَفْوُ اَللَّهِ ) أَخْرَجَهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ بِسَنَدٍ ضَعِيفٍ جِدًّا

وَلِلتِّرْمِذِيِّ مِنْ حَدِيثِ اِبْنِ عُمَرَ نَحْوُهُ دُونَ اَلْأَوْسَطِ وَهُوَ ضَعِيفٌ أَيْضًا

Dari Abu Mahdzurah bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Permulaan waktu adalah ridlo Allah pertengahannya adalah rahmat Allah dan akhir waktunya ampunan Allah.” Dikeluarkan oleh Daruquthni dengan sanad yang lemah.

Menurut Riwayat Tirmidzi dari hadits Ibnu Umar ada hadits serupa tanpa menyebutkan waktu pertengahan. Ia juga hadits lemah.

MAKNA HADITS :

Ketetapan Rasulullah (s.a.w) tentang waktu tertentu untuk ibadah menunjukkan betapa baginda amat mengambil berat soal ibadah malah baginda mementingkannya di atas segala-galanya. Oleh itu, seorang mukallaf yang bersegera mengerjakan ibadah pada permulaan waktunya berhak untuk mendapat redha Allah dan redha Allah merupakan anugerah yang paling tinggi, sebagaimana yang ditegaskan di dalam firman-Nya:

.…ورضوان من الله اكبر. ذلك هو الفوز العظيم (التوبة ٧٢)

“… Dan keredhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.” (Surah al-Taubah: 72)

Jika seseorang mengerjakannya pada pertengahan waktu, maka dia berhak untuk mendapat rahmat Allah dan orang yang mengerjakannya pada akhir waktu hingga menjelang lewat waktunya berhak mendapat ampunan Allah dan ampunan ini pasti berkaitan dengan dosa.

FIQH HADITS :

Membuktikan adanya al-mufadhalah (perbedaan keutamaan) dalam bagian-bahagian waktu sholat. Permulaan waktu merupakan yang paling utama karena seseorang yang mengerjakannya berhak memperoleh ridha Allah, dan waktu pertengahan pula ialah mengandungi rahmat Allah, sedangkan waktu paling akhir
pula mengandungi ampunan Allah; ampunan ini tidak lain disebabkan adanya dosa.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s