HADITS KE 142 : KEKHUSUSAN SHALAT SUNNAH UNTUK RASULULLAH

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB WAKTU SHALAT

HADITS KE 142 :

وَعَنْ أَمْ سَلَمَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( صَلَّى رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم اَلْعَصْرَ ثُمَّ دَخَلَ بَيْتِي فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ: “شُغِلْتُ عَنْ رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ اَلظُّهْرِ فَصَلَّيْتُهُمَا اَلْآنَ” قُلْتُ: أَفَنَقْضِيهِمَا إِذَا فَاتَتْنَا? قَالَ: “لَا” ) أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ

وَلِأَبِي دَاوُدَ عَنْ عَائِشَةَ بِمَعْنَاهُ

Ummu Salamah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam shalat Ashar lalu masuk rumahku kemudian beliau shalat dua rakaat. Maka aku menanyakannya dan beliau menjawab: “Aku sibuk sehingga tidak sempat melakukan dua rakaat setelah Dhuhur maka aku melakukan sekarang.” Aku bertanya: Apakah kami harus melakukan qodlo’ jika tidak melakukannya? Beliau bersabda: “Tidak.” Dikeluarkan oleh Ahmad.

Seperti hadits itu juga terdapat dalam riwayat Abu Dawud dari ‘Aisyah r.a.

MAKNA HADITS :

Rasulullah (s.a.w) mempunyai keistimewaan hukum tersendiri yang diberikan oleh Allah kepadanya untuk memuliakannya ke atas umat sekaligus memberitahu keutamaannya yang amat besar. Diantara keistimewaan itu adalah kewajipan mengerjakan solatul lail dan jika baginda mengerjakan suatu amalan sunat pada suatu waktu, baginda wajib menyempurnakannya dan tidak boleh meninggalkannya pada masa-masa selanjutnya.

FIQH HADITS :

1. Dilarang mengqadha’ sholat sunat sesudah Asar. Ia diperbolehkan sebagai keistimewaan khusus Rasulullah (s.a.w).

2. Makruh melakukan puasa wishal. Namun, Rasulullah (s.a.w) diperbolehkan melakukannya sebagai suatu kekhususan baginya.

3. Jika seseorang melihat orang yang lebih tua atau lebih muda darinya melakukan satu pelanggaran, maka hendaklah dia bertanya kepadanya.

4. Orang yang ditanya, betapapun tinggi kedudukannya, mesti menjawab persoalan orang yang bertanya untuk menenangkan hatinya sekaligus menghilangkan
segala bentuk keraguan yang ada dalam hatinya.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s