HADITS KE 144 : ANJURAN BERSUARA MERDU BAGI TUKANG ADZAN

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB ADZAN

HADITS KE 144 :

عَنْ أَبِي مَحْذُورَةَ رضي الله عنه ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم عَلَّمَهُ اَلْآذَانَ فَذَكَرَ فِيهِ اَلتَّرْجِيعَ ) أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ. وَلَكِنْ ذَكَرَ اَلتَّكْبِيرَ فِي أَوَّلِهِ مَرَّتَيْنِ فَقَطْ. وَرَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ فَذَكَرُوهُ مُرَبَّعًا

Dari Abu Mahdzurah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam mengajarinya adzan lalu beliau menyebut tarji’ (mengulangi dua kali).

Dikeluarkan oleh Muslim namun ia hanya menyebutkan takbir dua kali pada permulaan adzan. Riwayat Imam Lima dengan menyebut takbir empat kali.

MAKNA HADITS :

Kebahagiaan itu tersembunyi di sebalik keajaiban takdir. Mereka adalah pemuda yang kerap kali meniru azan yang dikumandangkan oleh Bilal. Maka Allah menetapkan keberuntungan kepada Abu Mahdzurah. Akhirnya jatuhlah pilihan Rasulullah (s.a.w) ke atas dirinya memandangkan dia memiliki suara yang merdu dan dia menjadi juru azan (selain Bilal). Berikut ini kisahnya. Sesudah pembukaan kota Mekah, Abu Mahdzurah keluar menuju Hunain bersama sembilan orang penduduk Mekah. Ketika mereka mendengar suara azan (Bilal), mereka turut mengumandangkan azan dengan
tujuan mempersendakan orang beriman. Mendengar itu, Nabi (s.a.w) bersabda: “Aku telah mendengar di kalangan mereka suara azan seseorang yang mempunyai suara merdu. Suruhlah mereka datang menghadapku dan suruh mereka azan seorang demi seorang.” Aku adalah orang paling akhir mendapat giliran di antara mereka. Ketika aku tiba (di hadapan Rasulullah (s.a.w), baginda bersabda: “Kemarilah!” Baginda mempersilahkanku duduk di hadapannya. Baginda mengusap
kepalaku dan mendo’akan diriku supaya memperoleh keberkatan sebanyak tiga kali, kemudian bersabda: “Pergilah dan jadilah engkau juru azan di Masjid al-Haram.” Aku pun berkata: “Wahai Rasulullah, kalau begitu, ajarkan azan kepadaku.” Baginda mengajarkan azan kepadanya.

FIQH HADITS :

1. Disyariatkan memilih orang yang bersuara merdu untuk menjadi juru azan, kerana azan yang dikumandangkan dengan suara yang merdu lebih berkesan di dalam hati.

2. Menjelaskan lafaz-lafaz azan yang sudah tidak asing lagi bagi setiap muslim. Ulama berbeda pendapat berkaitan dengan membaca empat kali takbir dan membaca dua kali takbir. Menurut pendapat yang masyhur, ia hendaklah dibaca sebanyak empat kali. Ini merupakan amalan penduduk Mekah yang merupakan tempat perhimpunan kaum muslimin setiap kali musim haji dan tidak ada seorang sahabat pun yang membantahnya. Inilah pendapat Imam al-Syafi’i, Imam Ahmad, Imam Abu Hanifah dan jumhur ulama. Sedangkan Imam Malik mengatakan bahwa takbir hendaklah dibaca sebanyak dua kali. Beliau mendukung pendapatnya berlandaskan hadis ini yang telah menjadi amalan penduduk Madinah.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s