M067. HAK MILIK BARANG SETELAH DI DP (UANG MUKA)

PERTANYAAN :

Assalamualaikum Ustadz

Deskripsi Masalah :
Ada kasus, Si A menjual pom bensin. Lalu Datang si B ingin membeli, dan dia memberi DP 10 juta. Si A memberi batas keterikatan selama 3 bulan. Harga yang disepakati 2 M. Jika sampai 3 bulan transaksi tidak dilanjutkan, maka DP hagus dan si A berhak membuka tawaran keluar. Selama 3 bulan berjalan, pom bensin ini tetap menghasilkan.

Pertanyaannya :

Jika si B sudah DP, Apakah sudah pindah Hak miliknya kepada si B?

JAWABAN :

Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh..

Selama si B belum melunasinya maka hak milik tetap haknya si A.

Hasil dari pom bensin itu adalah milik si A (pemilik pom bensin) selama si B (pembeli pom bensin) belum membayar sisa uang pembelian pom bensin tersebut yang mencapai 2 milyar.
Alasannya ialah: Bensin yang dijual itu harus hak milik orang yang memiliki bensin (dalam hal ini, orang yang memiliki bensin adalah pemilik pom bensin, selama si B (pembeli pom bensin) tidak melunasi harga pom bensin yang 2 milyar).

Atau bisa juga si B menjual bensin itu jika si A memberi idzin kepada si B untuk menjual bensin tersebut. Dan dalam hal ini maka si B menjadi wakil dari si A. Tapi hasil dari penjualan bensin tetap milik si A. Adapun si B hanya boleh mendapat uang hadiah (persen/tip) dari si A.
Alasannya ialah, karena jika si B menjual bensin tanpa idzin dari si A (pemilik pom bensin), maka hal ini termasuk بَيۡعٌ الۡفٌضٌوۡلِيٌِ (yaitu menjual barang, yang mana penjual bukan pemilik dari barang tersebut, dan bukan wakil dari pemilik barang, dan bukan wali dari pemilik barang) yang diharamkan.

(غايۃ البيان شرح زبد ابن رسلان, تاءليف: شمس الدين محمد بن احمد الرملي الاءنصاري,صحيفۃ ١٨٣-١٨٣)
كتاب البيع
(وانما يصح بالإيجاب ) اي من البائع وهو صريحا ما يدل علی التملك بعوض
(وبقبوله) اي المشتري وهو صريحا ما دل علی التمل دلالۃ قويۃ. (او استيجاب) فيقوم مقام الإيجاب كالإستقبال فإنه يقوم مقام القبول.
في طاهر) اي انما يصح البيع في طاهر ولو بالاءجتهاد او يطهر بالغسل كثوب تنجس. (منتفع به) اي ولا بد من كون المبيع منتفعا به حسا وشرعا
(قدر#تسليمه) اي وان يكون مقدورا علی تسليمه حسا وشرعا. (ملك لذي العقد) اي ان يكون مملوكا لصاحب العقد الواقع وهو العاقد او موكله او موليه اي يكون مملوكا لأحد الثلاثۃ, فلا يصح بيع الفضولي, (قوله فلا يصح بيع الفضولي هو من ليس مالكا ولا وكيلا ولا وليا) ولا سائر تصرفاته لأنه ليس بمالك ولا وكيل ولا ولي. نعم لو تصرف في مال مورثه ظانا حياته فبان ميتا صح, كما لو باع رقيقه ظانا بقاء كتابته او اباقه فبان فاسخا أو راجعا

Wallahu a’lamu bisshowab..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s