HADITS KE 221 : RINCIAN MENGANGKAT KEDUA TANGAN DALAM SHOLAT

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TATACARA PELAKSANAAN SHOLAT

HADITS KE 221 :

وَعَنْ اِبْنِ عُمَرَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ إِذَا اِفْتَتَحَ اَلصَّلَاةَ وَإِذَا كَبَّرَ لِلرُّكُوعِ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ اَلرُّكُوعِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

وَفِي حَدِيثِ أَبِي حُمَيْدٍ عِنْدَ أَبِي دَاوُدَ : ( يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا مَنْكِبَيْهِ ثُمَّ يُكَبِّرَ )

وَلِمُسْلِمٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ رضي الله عنه نَحْوُ حَدِيثِ اِبْنِ عُمَرَ وَلَكِنْ قَالَ : ( حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا فُرُوعَ أُذُنَيْهِ )

Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam mengangkat kedua tangannya lurus dengan kedua bahunya ketika beliau memulai shalat ketika bertakbir untuk ruku’ dan ketika mengangkat kepalanya dari ruku’. Muttafaq Alaihi.

Dalam hadits Abu Humaid menurut riwayat Abu Dawud: Beliau mengangkat kedua tangannya sampai lurus dengan kedua bahunya kemudian beliau bertakbir.

Dalam riwayat Muslim dari Malik Ibnu al-Huwairits ada hadits serupa dengan hadits Ibnu Umar tetapi dia berkata: sampai lurus dengan ujung-ujung kedua telinganya.

MAKNA HADITS :

Mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ihram di dalam sholat adalah disyariatkan berdasarkan ijmak ulama. Akan tetapi dilarang dilakukan ketika mengucapkan salam, sedangkan apabila dilakukan ketika berpindah untuk rukuk dan mengangkat kepala dari rukuk, serta ketika berdiri dari tasyahhud pertama untuk rakaat yang ketiga masih diperselisihkan. Hadis yang menceritakan hal tersebut cukup banyak. Pendapat inilah yang dianut oleh Imam al-Syafi’i dan Imam Ahmad, dan ini merupakan salah satu dari riwayat Imam Malik. Ulama Kufah tidak menganut pendapat ini dan ini merupakan pendapat masyhur di kalangan mazhab Imam Malik.

FIQH HADITS :

1. Disyariatkan mengangkat kedua tangan ketika melakukan takbiratul ihram, rukuk, mengangkat kepala dari rukuk dan berdiri dari tasyahhud pertama sebagaimana yang telah ditetapkan oleh hadis Ibn Umar menurut riwayat al-Bukhari disertai dengan tambahan yang disebutkan pada riwayat yang lain yaitu bacaan: “سمع الله لمن حمده“ ketika mengangkat kepala dari rukuk. Imam Malik, Imam al-Syafi’i dan Imam Ahmad berkata: “Batasan mengangkat kedua tangan adalah sejajar dengan kedua bahu.” Sedangkan Imam Abu Hanifah berkata: “Batasan mengangkat kedua tangan sampai sejajar dengan kedua telinga.”

2. Menjauhkan kedua siku dari kedua sisi lambung ketika sedang sujud.

3. Disyariatkan meratakan kepala dengan tulang belakang ketika melakukan rukuk.

4. Disunatkan duduk di antara dua sujud dengan cara duduk iftirasy dan duduk dalam tasyahhud akhir dengan cara duduk tawarruk. Apa yang disunatkan ialah cara duduk, bukan duduknya itu sendiri, karena perbuatan duduk itu sendiri merupakan rukun sholat.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s