HADITS KE 229 : ANJURAN MEMPERPANJANG BACAAN DI DUA RAKAAT PERTAMA

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TATACARA PELAKSANAAN SHOLAT

HADITS KE 229 :

وَعَنْ أَبِي قَتَادَةَ رضي الله عنه قَالَ : ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّي بِنَا فَيَقْرَأُ فِي اَلظُّهْرِ وَالْعَصْرِ – فِي اَلرَّكْعَتَيْنِ اَلْأُولَيَيْنِ – بِفَاتِحَةِ اَلْكِتَابِ وَسُورَتَيْنِ وَيُسْمِعُنَا اَلْآيَةَ أَحْيَانًا وَيُطَوِّلُ اَلرَّكْعَةَ اَلْأُولَى وَيَقْرَأُ فِي اَلْأُخْرَيَيْنِ بِفَاتِحَةِ اَلْكِتَابِ. ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Abu Qotadah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam selalu sholat bersama kami pada dua rakaat pertama dalam sholat Dhuhur dan Ashar beliau membaca al-Fatihah dan dua surat dan kadangkala memperdengarkan kepada kami bacaan ayatnya beliau memperpanjang rakaat pertama dan hanya membaca al-fatihah dalam dua rakaat terakhir

MAKNA HADITS :

Rasulullah (s.a.w) memperpanjang waktu bacaan pada dua rakaat pertama dan rakaat pertama lebih panjang daripada rakaat kedua supaya semua orang sempat berjamaah shalat, karena semangat dalam rakaat pertama lebih kuat daripada rakaat sesudahnya dan begitu pula dengan khusyuk pada rakaat pertama. Baginda senantiasa meringankan pelaksanaan shalat selain dua rakaat pertama karena dikawatiri menyebabkan makmum merasa bosan dan jemu.

Antara Sunnah Nabi (s.a.w) ialah baginda mengkhususkan dua rakaat pertama dengan membaca surah selain dari Surah al-Fatihah, sedangkan dua rakaat yang berikutnya tidak demikian. Rasulullah (s.a.w) ada kalanya
memperdengarkan satu atau dua ayat diwaktu mengerjakan shalat sirriyyah kepada mereka untuk menjelaskan berapa kadar ayat yang dibacanya. Membaca surah dengan suara yang tidak kuat dalam shalat sirriyyah bukanlah satu perkara yang wajib, malahan jika itu dilakukan, tidak menuntut seseorang supaya sujud sahwi dilakukan.

FIQH HADITS :

1. Diwajibkan membaca Surah al-Fatihah ketika dalam shalat.

2. Disyariatkan membaca surah sesudah membaca Surah al-Fatihah dalam dua rakaat pertama.

3. Disyariatkan memanjangkan bacaan surah dalam rakaat pertama yang kadarnya jauh lebih panjang daripada rakaat kedua.

4. Disyariatkan membaca Surah al-Fatihah dalam dua rakaat terakhir tanpa membaca surah yang lain.

5. Boleh menguatkan suara bacaan sebagian ayat dalam shalat sirriyyah.

6. Boleh mengutamakan dzahir suatu keadaan dalam menyampaikan berita tanpa bergantung kepada keyakinan, sebab jalan untuk mengetahui bacaan surah dalam shalat sirriyyah tidak lain mesti ditempuh dengan cara mendengarkan secara keseluruhan. Suara bacaan itu dapat diketahui dengan yakin apabila dilakukan diwaktu mengerjakan shalat jahriyyah. Jadi, pemberitaan ini seakan-akan diambil setelah mendengarkan sebagian bacaan yang dengannya dapat disimpulkan bacaan lain karena ada tanda-tandanya.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s