HADITS KE 230 : ANJURAN MEMPERPANJANG BACAAN AYAT DALAM SHALAT DZUHUR

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TATACARA PELAKSANAAN SHOLAT

HADITS KE 230 :

وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ : ( كُنَّا نَحْزُرُ قِيَامَ رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي اَلظُّهْرِ وَالْعَصْرِ فَحَزَرْنَا قِيَامَهُ فِي اَلرَّكْعَتَيْنِ اَلْأُولَيَيْنِ مِنْ اَلظُّهْرِ قَدْرَ : (الم تَنْزِيلُ) اَلسَّجْدَةِ . وَفِي اَلْأُخْرَيَيْنِ قَدْرَ اَلنِّصْفِ مِنْ ذَلِكَ . وَفِي اَلْأُولَيَيْنِ مِنْ اَلْعَصْرِ عَلَى قَدْرِ اَلْأُخْرَيَيْنِ مِنْ اَلظُّهْرِ وَالْأُخْرَيَيْنِ مِنْ اَلظُّهْرِ ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu ‘anhu berkata: Kami pernah mengukur lama berdirinya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dalam sholat Dhuhur dan Ashar. Setelah kami ukur bahwa lama berdirinya dalam dua rakaat pertama sholat Dhuhur sekitar lamanya membaca (Alif Laam Mim. Tanziil) al-Sajadah. Dan dalam dua rakaat terakhir sekitar setengahnya dalam dua rakaat pertama sholat Ashar seperti dua rakaat terakhir sholat Dhuhur dan dua rakaat terakhir setengahnya. Diriwayatkan oleh Muslim.

MAKNA HADITS :

Para sahabat adalah orang yang senantiasa bersemangat untuk menghafal Sunnah, menukil dan memastikannya untuk kemudian disampaikan kepada kaum muslimin yang lain. Oleh itu, mereka selalu meneliti semua perbuatan dan perkataan Rasulullah (s.a.w). Mereka berjumlah tiga puluh orang, antara lain ialah Abu Sa’id al-Khudri. Beliau memperkirakan waktu sholat Rasulullah (s.a.w), lalu mereka menerangkan kadar lama berdiri Nabi (s.a.w) dalam setiap rakaat, begitu pula mengenai disiplin baginda diwaktu mengerjakan sholat.

Memandang waktu dzuhur adalah waktu istirahat pada waktu siang hari, maka Rasulullah (s.a.w) memperpanjang bacaannya dalam sholat tersebut dengan bacaan yang lebih panjang daripada sholat Asar, supaya orang yang terlambat sempat berjemaah sholat dengan baginda. Ketika mengerjakan sholat Asar, baginda mempercepat karena sholat Asar dikerjakan ketika orang sedang bekerja.

Apa yang dikerjakan oleh Rasulullah (s.a.w) itu adalah menjadikan sholat-sholat yang dikerjakannya sebagai rahmat ke atasnya. Nabi (s.a.w) adalah seorang yang pengasih lagi penyayang. Baginda memperpanjang bacaan sholatnya pada rakaat pertama dan mempercepat pada rakaat kedua memandang keadaan yang paling bersemangat bagi orang yang sedang sholat ialah pada permulaan sholat. Keadaan ini sentiasa dilakukan dalam setiap sholat.

FIQH HADITS :

1. Disunatkan memperpanjang bacaan pada dua rakaat pertama sholat dzuhur dan Rasulullah (s.a.w) kadang membaca ayat yang lain selain al-Fatihah pada dua rakaat yang berikutnya.

2. Disunatkan mempersingkat bacaan dalam sholat Asar, dan menjadikan kadarnya separuh dari bacaan sholat Dzuhur.

3. Diperbolehkan berpegang dengan prasangka dalam menyampaikan berita.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s