HADITS KE 233 : SURAH YANG DIBACA KETIKA SHALAT SUBUH PADA HARI JUM’AT

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TATACARA PELAKSANAAN SHOLAT

HADITS KE 233 :

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : ( كَانَ رَسُولُ اَلله صلى الله عليه وسلم يَقْرَأُ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ يَوْمَ الْجُمْعَةِ : (الم تَنْزِيلُ ) اَلسَّجدَةَ و (هَلْ أَتَى عَلَى اَلْإِنْسَانِ) ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

وَلِلطَّبَرَانِيِّ مِنْ حَدِيثِ اِبْنِ مَسْعُودٍ : ( يُدِيمُ ذَلِكَ)

Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dalam sholat Shubuh pada hari jum’at biasanya membaca (Alif Laam Mim Tanziil) Al-Sajadah dan (Hal ataa ‘alal insaani). Muttafaq Alaihi.

Menurut riwayat Thabrani dari hadits Ibnu Mas’ud: Beliau selalu membaca surat tersebut.

MAKNA HADITS :

Surah-surah al-Qur’an banyak mengandung pengajaran dan peringatan yang tidak samar lagi bagi orang yang berakal. Rasulullah (s.a.w) istiqamah membaca dua surah ketika mengerjakan sholat Subuh hari Jum’at, yaitu Surah al-Sajdah dan Surah al-Dahr. Kedua surah ini mengandung berita yang telah terjadi dan berita yang bakal terjadi pada hari Jum’at. Di dalamnya mengandung berita tentang penciptaan Adam (a.s), perhimpunan semua hamba Allah, dan kisah yang bakal terjadi di akhirat. Dengan membaca kedua surah ini berarti kita telah mengingatkan diri kita tentang hari kiamat dan sebagaimana disebutkan dalam satu riwayat bahwa hari kiamat kelak terjadi pada hari Jum’at.

FIQH HADITS :

1. Menguatkan suara bacaan al-Qur’an ketika mengerjakan sholat Subuh.

2. Disunatkan membaca Surah al-Sajadah dan Surah al-Insan ketika mengerjakan sholat Subuh pada hari Jum’at. Inilah pendapat Imam al-Syafi0’i dan Imam Ahmad. Namun Imam Ahmad mengatakan makruh apabila ia dijadikan satu kebiasaan. Imam Abu Hanifah mengatakan, membaca kedua-dua surah tersebut dalam sholat Subuh hari Jum’at hukumnya sunat apabila berniat mengikuti Sunnah Nabi (s.a.w). Jika seseorang membaca suatu ayat al-Qur’an secara khusus), maka hukumnya makruh, karena itu bererti mengenyampingkan yang lain dan cenderung mengutamakan ayat al-Qur’an tertentu ke atas yang

lain. Imam Malik mengatakan, makruh apabila sengaja membaca surah tertentu yang di dalamnya terdapat ayat al-Sajadah ketika mengerjakan solat fardu, tetapi beliau membolehkannya apabila di belakang imam hanya terdapat sedikit makmum, karena itu tidak dikawatiri akan membuat mereka bingung. Ibn Hubaib merincikan pendapat Imam Malik dengan mengatakan boleh membaca surah yang di dalamnya terdapat ayat al-Sajadah dalam solat jahriyyah, bukan dalam sholat sirriyyah, sebab ketika membacanya dalam sholat jahriyyah maka itu tidak akan membuat makmum menjadi bingung. Ibn Basyir mengatakan bahwa pendapat yang sahih ialah boleh membacanya meskipun dalam sholat sirriyah karena Rasulullah (s.a.w) membiasakan membaca surah yang di dalamnya terdapat ayat al-Sajadah.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s