HADITS KE 235 : LARANGAN MEMBACA AL-QUR’AN KETIKA SUJUD DAN RUKUK

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TATACARA PELAKSANAAN SHOLAT

HADITS KE 235 :

وَعَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( أَلَا وَإِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ اَلْقُرْآنَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا فَأَمَّا اَلرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ اَلرَّبَّ وَأَمَّا اَلسُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِي الدُّعَاءِ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Ketahuilah bahwa aku benar-benar dilarang untuk membaca al-Qur’an sewaktu ruku’ dan sujud adapun sewaktu ruku’ agungkanlah Tuhan dan sewaktu sujud bersungguh-sungguhlah dalam berdo’a karena besar harapan akan dikabulkan do’amu. Riwayat Muslim.

MAKNA HADITS :

Rukuk dan sujud merupakan rukun sholat. Keduanya menunjukkan kepada suatu keadaan dimana seorang hamba merasa hina dan rendah diri ketika berada di hadapan Allah. Rasulullah (s.a.w) dilarang membaca sebarang ayat Al-Qur’an dalam dua keadaan tersebut dan diisi dengan membaca zikir khusus berupa tasbih dalam rukuk dan tasbih serta do’a dalam sujud. Ketika sujud, seseorang dibolehkan membaca do’a-do’a yang bersangkutan dengan kebaikan dunia dan akhirat, karena sujud merupakan satu keadaan dimana do’a dimakbulkan.

FIQH HADITS :

1. Dilarang membaca al-Qur’an ketika rukuk dan sujud, karena kedua keadaan ini merupakan keadaan yang pada zahirnya adalah menghinakan diri. Apa yang dianjurkan bagi seseorang yang hendak membaca al-Qur’an adalah membacanya dalam keadaan yang terhormat demi memuliakan al-Qur’an sekaligus menghormati si pembaca yang kedudukannya seakan-akan sedang berbicara dengan Allah (s.w.t).

2. Disyariatkan memperdengarkan bacaan “سبحان ربي العظيم وبحمده” Malah Imam Ahmad mewajibkan untuk memperdengarkan bacaan tasbih ini, tetapi jumhur ulama menganggapnya sebagai sunat dengan berdalilkan hadis orang yang tidak sempurna dalam sholatnya. Ini karena dalam hadis tersebut Rasulullah (s.a.w) tidak mengajarkan bacaan tasbih itu kepadanya. Jika membaca tasbih itu wajib, niscaya baginda menyuruh untuk membacanya.

3. Ketika sujud disyariatkan berdo’a dengan bacaan-bacaan do’a untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat serta memohon perlindungan dan keburukan keduanya. Imam Ahmad mengatakan bahwa do’a ini hukumnya wajib, sedangkan menurut jumhur ulama hukum membaca do’a ini adalah sunat.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s