HADITS KE 245 : ANJURAN DUDUK ISTIRAHAH SETELAH SUJUD KEDUA

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TATACARA PELAKSANAAN SHOLAT

HADITS KE 245 :

وَعَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ رضي الله عنه ( أَنَّهُ رَأَى اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّي فَإِذَا كَانَ فِي وِتْرٍ مِنْ صَلَاتِهِ لَمْ يَنْهَضْ حَتَّى يَسْتَوِيَ قَاعِدًا ) رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ

Dari Malik Ibnu al-Huwairits Radliyallaahu ‘anhu bahwa dia pernah melihat Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam sedang sholat apabila beliau dalam rakaat ganjil dari sholatnya beliau tidak bangkit berdiri sebelum duduk dengan tegak. Hadits riwayat Bukhari.

MAKNA HADITS :

Rasulullah (s.a.w) seringkali melakukan duduk ringan dalam setiap bilangan rakaat ganjil ketika dalam sholat sebelum baginda bangkit berdiri di antara rakaat
pertama dengan rakaat kedua, serta di antara rakaat ketiga dengan rakaat keempat. Duduk ini lazimnya disebut jalsah al-istirahah atau duduk untuk istirahat.

Jumhur ulama mengatakan bahwa Nabi (s.a.w) tidak melakukan duduk istirahat melainkan setelah usia baginda lanjut, sedangkan menurut Imam al-Syafi’i, itu disyariatkan secara mutlak, baik dalam sholat fardu ataupun dalam sholat sunat.

FIQH HADITS :

Disyariatkan duduk istirahat sesudah sujud kedua pada rakaat pertama dan rakaat ketiga.

Imam al-Syafi’i dalam salah satu pendapatnya mengatakan bahwa duduk istirahat disyariatkan, meskipun dalam sholat sunat atau seseorang itu memiliki tubuh yang kuat. Duduk istirahat ini dianggap pemisah dan tidak termasuk bagian dari rakaat pertama dan tidak pula rakaat kedua. Tetapi menurut pendapat yang masyhur di kalangan mazhab al-Syafi’i, duduk istirahat ini sunat hukumnya.

Imam al-Nawawi dalam kitab al-Minhaj mengatakan bahwa pendapat yang masyhur dalam masalah ini adalah disunatkan duduk istirahat sebelum berdiri untuk meneruskan rakaat selanjutnya.

Penulis kitab al-Zubad mengatakan: “Dan (sunat yang lain dalam sholat ialah) duduk istirahat dalam waktu sebentar pada setiap rakaat yang telah dikerjakan.” Walaupun, pendapat yang menjadi pegangan jumhur ulama ialah duduk istirahat ini tidak disyariatkan.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s