HADITS KE 246-247 : ANJURAN MEMBACA QUNUT

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TATACARA PELAKSANAAN SHOLAT

HADITS KE 246 :

وَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه ( أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَنَتَ شَهْرًا بَعْدَ اَلرُّكُوعِ يَدْعُو عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ أَحْيَاءِ اَلْعَرَبِ ثُمَّ تَرَكَهُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

وَلِأَحْمَدَ وَاَلدَّارَقُطْنِيِّ نَحْوُهُ مِنْ وَجْهٍ آخَرَ وَزَادَ : ( فَأَمَّا فِي اَلصُّبْحِ فَلَمْ يَزَلْ يَقْنُتُ حَتَّى فَارَقَ اَلدُّنْيَا )

Dari Anas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah berqunut setelah ruku’ selama sebulan untuk mendoakan kebinasaan sebagian bangsa Arab kemudian beliau meninggalkannya. Muttafaq Alaihi.

Ada hadits serupa riwayat Ahmad dan Daruquthni dari jalan lain tetapi dengan tambahan: Adapun dalam sholat Shubuh beliau selalu berqunut hingga meninggal dunia.

HADITS KE 247 :

وَعَنْهُ أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم ( كَانَ لَا يَقْنُتُ إِلَّا إِذَا دَعَا لِقَوْمٍ أَوْ دَعَا عَلَى قَوْمٍ ) صَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ

Dari Anas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam tidak berqunut kecuali jika beliau mendoakan kebaikan atas suatu kaum atau mendoakan kebinasaan atas suatu kaum. Hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah.

MAKNA HADITS :

Rasulullah (s.a.w) adalah pusat perhatian seluruh umat manusia. Mereka meminta bantuan baginda apabila ada musuh yang hendak menyerang mereka atau ketika
mereka ingin mempelajari agama mereka. Nabi (s.a.w) mengirimkan kepada mereka pasukan, bantuan dan ahli qurra’ untuk mengajarkan mereka tentang agama. Oleh sebab itu, Nabi (s.a.w) memperkenankan permintaan kabilah Ri’l, Dzakwan, dan ‘Ushayyah dari kalangan Bani Salim. Nabi (s.a.w) mengirimkan
kepada mereka tujuh puluh orang ahli qurra’, mereka terdiri dari sahabat yang kerjanya mencari kayu pada waktu siang hari, sedangkan pada waktu malam harinya pula mereka mengerjakan sholat. Ketika ahli qurra’ yang dikirim oleh Nabi (s.a.w) tiba di sumur Ma’unah, tiba-tiba ketiga kabilah tersebut berbuat khianat kepada mereka dengan membunuh mereka di sumur Ma’unah.

Rasulullah (s.a.w) amat bersedih sebaik menerima berita tentang peristiwa kejam tersebut. Baginda pula berdo’a di dalam sholatnya selama satu bulan melaknat perbuatan mereka. Setiap kali baginda ingat dengan orang yang
membunuh ahli qurra’, baginda mendo’akan kebinasaan untuk mereka. Pada masa yang bersamaan, baginda senantiasa mendo’akan kebaikan untuk kaum dhu’afa di Mekah.

FIQH HADITS :

1. Disyariatkan membaca do’a qunut setiap kali mengerjakan sholat fardu apabila kaum muslimin sedang dilanda musibah atau malapetaka. Lafadz do’a tersebut hendaklah disesuaikan dengan musibah atau malapetaka yang sedang menimpa mereka.

2. Disyariatkan membaca do’a qunut ketika mengerjakan sholat Subuh sesudah rukuk kedua. Inilah pendapat Imam al-Syafi’i. Imam Malik menurut qaul yang sahih mengatakan bahwa do’a qunut dilakukan sebelum rukuk yang kedua. Imam Ahmad berkata: Do’a qunut dilakukan pada rakaat ganjil ketika mengerjakan sholat Isyak sesudah rukuk.” Imam Abu Hanifah berkata: “Do’a qunut dilakukan dalam rakaat ganjil dari sholat Isyak sebelum rukuk.”

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s