HADITS KE 248 : QUNUT DALAM SHALAT SUBUH

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TATACARA PELAKSANAAN SHOLAT

HADITS KE 248 :

وَعَنْ سَعْدِ بْنِ طَارِقِ الْأَشْجَعِيِّ رضي الله عنه قَالَ : ( قُلْتُ لِأَبِي : يَا أَبَتِ ! إِنَّكَ قَدْ صَلَّيْتُ خَلْفَ رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ وَعَلَيَّ أَفَكَانُوا يَقْنُتُونَ فِي اَلْفَجْرِ ? قَالَ : أَيْ بُنَيَّ مُحْدَثٌ ) رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ إِلَّا أَبَا دَاوُدَ

Sa’id Ibnu Thariq Al-Asyja’y Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku berkata pada ayahku: Wahai ayahku engkau benar-benar pernah sholat di belakang (bermakmum) Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam Abu bakar Umar Utsman dan Ali. Apakah mereka berqunut dalam sholat Shubuh? Ayahku menjawab: Wahai anakku itu adalah sesuatu yang baru. Diriwayatkan oleh Imam Lima kecuali Abu Dawud.

MAKNA HADITS :

Apa yang dilakukan oleh Nabi (s.a.w) memiliki tujuan yang berlainan antara satu dengan yang lain. Ada kalanya baginda berdo’a untuk melaknat suatu kaum setiap kali mengerjakan sholat lima waktu dan ini dilakukan ketika kaum muslimin sedang ditimpa musibah besar. Qunut seperti ini disebut qunut khusus yang lazim disebut qunut nazilah. Ada kalanya pula baginda membaca do’a qunut secara mutlak tanpa mengira adanya sebab-sebab tertentu.

Dalam kaitan ini, ada ulama yang berpendapat bahwa qunut mutlak ini dilakukan ketika mengerjakan sholat witir secara khusus. Mereka berbeda pendapat dalam masalah ini. Sebagian di antara mereka berpendapat bahwa qunut
dilakukan sebelum rukuk dalam sholat witir. Inilah pendapat Imam Abu Hanifah. Ada pula yang berpendapat bahwa do’a qunut ini dibaca sesudah rukuk dalam sholat witir. Inilah pendapat Imam Ahmad. Imam al-Syafi’i berpendapat bahwa do’a qunut ini dibaca dalam sholat witir yang dilakukan pada separuh terakhir bulan Ramadhan. Ada yang berpendapat bahwa do’a qunut yang senantiasa diamalkan oleh Rasulullah (s.a.w) ialah ketika mengerjakan sholat Subuh.
Tetapi mereka berselisih pendapat dalam masalah membaca do’a qunut dalam sholat Subuh.

Antara mereka ada yang berpendapat bahwa qunut Subuh dilakukan sebelum rukuk pada rakaat kedua. Inilah pendapat Imam Malik. Ada pula yang berpendapat bahwa ia dilakukan sesudah mengangkat kepala dari rukuk rakaat kedua. Inilah pendapat Imam al-Syafi’i. Dari sini dapat diambil satu kesimpulan bahwa setiap ulama memiliki hujah untuk menguatkan pendapatnya menerusi dalil naqli bahwa Nabi (s.a.w) pernah
melakukan kesemuanya itu.

Pembahasan masalah ini memang luas. Hadis Anas sebelum ini yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad menjadi hujah bagi ulama
yang mengatakan qunut dibaca ketika mengerjakan sholat Subuh. Mereka menyanggah perkataan al-Asyja’i yang mengatakan: “Hai anakku, itu adalah perbuatan bid’ah.” Di samping itu, ia merupakan ijtihad seorang sahabat, kerana hadis ini tidak bersumber secara terus kepada Nabi (s.a.w). Sungguhpun demikian, hadis al-Asyja’i dijadikan dalil oleh ulama yang mengatakan bahwa qunut tidak dibaca ketika mengerjakan sholat Subuh.

FIQH HADITS :

Dilarang membaca do’a qunut ketika mengerjakan sholat Subuh. Hal ini dijadikan hujah oleh Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s