HADITS KE 254 : DISYARI’ATKAN MEMBACA HAMDALAH DAN SHALAWAT DALAM BERDO’A

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TATACARA PELAKSANAAN SHOLAT

HADITS KE 254 :

وَعَنْ فَضَالَةَ بْنِ عُبَيْدٍ رضي الله عنه قَالَ : ( سَمِعَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم رِجْلاً يَدْعُو فِي صَلَاتِهِ لَمْ يَحْمَدِ اَللَّهَ وَلَمْ يُصَلِّ عَلَى اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ : ” عَجِلَ هَذَا ” ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ : ” إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ. رَبِّهِ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّي عَلَى اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ يَدْعُو بِمَا شَاءَ ) رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالثَّلَاثَةُ وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَابْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ

Fadlolah Ibnu Ubaidah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah mendengar seseorang berdo’a dalam sholatnya dengan tidak memuji Allah dan tidak membaca sholawat Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam maka bersabdalah beliau: “Orang ini tergesa-gesa.” Kemudian beliau memanggilnya seraya bersabda: “Apabila seseorang di antara kamu sholat maka hendaknya ia memulai dengan memuji Tuhannya dan menyanjung-Nya kemudian membaca sholawat Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam lalu berdoa dengan do’a yang dikehendakinya.” Diriwayatkan oleh Ahmad dan Imam Tiga. Hadits shahih menurut Tirmidzi Ibnu Hibban dan Hakim.

MAKNA HADITS :

Do’a mempunyai etika tersendiri yang mesti ditaati apabila ingin doanya dimakbulkan, antara lain adalah memulainya dengan membaca hamdalah dan memanjatkan sanjungan kepada-Nya serta bersholawat ke atas Nabi (s.a.w), karena baginda merupakan wasilah al-‘uzhma (perantara yang paling agung) dalam memperoleh hidayah dan bimbingan. Sesudah itu barulah seseorang berdoa memohon apa yang dikehendakinya.

Rasulullah (s.a.w) pernah mendengar seorang lelaki yang tidak tahu bagaimana cara berdoa yang betul, kerana tidak mengindahkan etika tersebut dalam do’anya. Melihat itu, Nabi (s.a.w) menyebutnya sebagai orang yang terburu-buru dalam berdo’a dan tidak ada jaminan yang dia tidak akan melakukan kesalahan. Baginda bersabda: “Lelaki ini terlampau tergesa-gesa.” Kemudian baginda memanggil lelaki itu dan mengajarkan kepadanya etika yang mesti ditaati ketika berdo’a.

FIQH HADITS :

1. Disyariatkan membaca hamdalah dan salawat ke atas Nabi (s.a.w) ketika bertasyahhud.

2. Do’a dibaca sesudah tasyahhud dan sebelum salam. Dalam kaitan ini dianjurkan hanya sebatas menurut apa yang disebutkan di dalam hadis.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s