HADITS KE 258 : UACAPAN SALAM DALAM TASYAHHUD

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TATACARA PELAKSANAAN SHOLAT

HADITS KE 258 :

وَعَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ رضي الله عنه قَالَ : ( صَلَّيْتُ مَعَ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَكَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ : ” اَلسَّلَام عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اَللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ ” وَعَنْ شِمَالِهِ : ” اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اَللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ بِسَنَدٍ صَحِيحٍ

Wail Ibnu Hujr Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku pernah shalat bersama Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam beliau salam ke sebelah kanan dan kiri dengan (ucapan): Assalamu’alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh (artinya = Semoga salam sejahtera atasmu beserta rahmat Allah dan berkah-Nya). Riwayat Abu Dawud dengan sanad shahih.

MAKNA HADITS :

Salam merupakan salah satu rukun sholat yang mesti dilakukan apabila telah mengerjakan sholat. Di dalam hadis yang lain disebutkan:

تحريمها التكبير وتحليلها التسليم

“Sholat itu dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.”

Salam sudah mencukupi dengan mengucapkan “السلام عليكم” sedangkan bentuk salam yang paling sempurna ialah “ السلام عليكم ورحمة الله وبركاته ” dengan ditambahkan perkataan al-rahmah dan al-barakah. Sahabat senantiasa memperhatikan setiap
ucapan dan perbuatan Nabi (s.a.w) untuk mereka ikuti. Oleh itu, Wa’il
ibn Hujr tentu gembira ketika menukil salah satu dari perbuatan baginda ini.

FIQH HADITS :

1. Orang yang sholat disyariatkan membaca dua kali salam ketika selesai mengerjakan sholat, baik dia sebagai imam, makmum ataupun orang yang sholat sendirian. Ulama bersepakat bahwa salam pertama itu adalah wajib, meskipun mereka berselisih pendapat mengenai hukum salam kedua. Imam Ahmad mengatakan bahwa salam kedua itu hukumnya wajib, sedangkan menurut jumhur ulama adalah sunat.

2. Disunatkan menambahkan kalimat “ وبركاته “ ketika mengucapkan salam dan tidak benar pendapat orang yang mengatakan bahwa menambahkan lafaz ini ketika mengucapkan salam hukumnya bid’ah. Manakala Imam Malik pula membatasinya hingga perkataan ” السلام عليكم ” karena itu berlandaskan kepada amalan masyarakat Madinah dan mereka tidak ada yang menambahkan perkataan ” ورحمة الله وبركاته ” ketika mengucapkan salam.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s