M090. HUKUM Ngecas HAND PHOND DI MASJID

PERTANYAAN :

Assalamualaikum Ustadz

Deskripsi Masalah :

Di zaman teknologi yang makin canggih pada saat ini keberadaan Hp sudah menjadi keperluan kebanyakan masyarakat, baik di kota maupun di desa sampai di gunung-gunung, baik itu gubernur, bupati, camat bahkan para pekerja biasapun mereka perlu yang namanya Hp. Hampir setiap orang di mana saja ia berada di rumah, di toko, di pabrik ataupun ketika bepergian Hp akan selalu ada di sisinya. Yang menjadi permasalahan, terkadang orang yang sedang bepergian ketika singgah di masjid untuk sholat ataupun i’tikaf, maka ketika setrum batrinya habis mereka akan mencarge (mengecas) Hpnya di masjid tersebut.

Pertanyaan :
a. Bagaimana hukum mengecas Hp di masjid tersebut?
b. Kalau di perlukan izin kepada siapakah minta izin?
c. Bagaimana solusi bagi orang yang sudah terlanjur ngecas Hp di masjid tempat ia singgah?

JAWABAN :

Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh..

Jawaban :
a. HARAM hukumnya mengecas Hp di masjid dengan izin ataupun tanpa izin, karena listrik masjid di qiyaskan dengan Az-zait (minyak) yang di gunakan untuk penerangan masjid yang merupakan bagian (أجزاء ) dari masjid dan tidak boleh di ambil sedikitpun.

Referensi :

أعانة الطالبين: ج 3 ص 216
ويحرم أخذ شىء من زيته وشمعه اى للمسجد اى المختص به بأن يكون موقوفا عليه أومملوكا له بهبة أو شراء من ريع موقوف علي مصالحه واذا أخذ منه ذلك وجب رده (كصحاه وترابه) اى كما يحرم أخذ حصى المسجد وترا به.

المجموع ج 3 ص 206
لايجوز أخذ شيء من أجزاء المسجد كحجر وحصا ة وتراب وغيره وقد سبق في هذه المسائل تحريم التيمم بتراب المسجد ومثله الزيت والمشع الذى يسرج فيه وفي سنن ابي داود باسناد صحيح عن ابي هريسرة بعد الرواة أراه رفعه الى النبي صلى الله عليه وسلم قال: ان الحصاة لتناشد الذى يخرجها من المسجد

Jawaban :
b. Tidak perlu izin, karena hukumnya HARAM mutlak baik izin terlebih dahulu ataupun tidak.

Referensi :
Ibaratnya sama dengan jawaban soal pertama

Jawaban :
c. Solusinya ia harus mengembalikan qimah ( biaya senilai listrik yang telah di ambil ) kepada pihak masjid. Bila masjidnya jauh dan sulit di jangkau, maka ia bertaubat, banyak istighfar dan sedekah.

Referensi :

نها ية الزين :ص 241
وعلى الغاصب رد وضمان تلف بأقصى قيمته من حين غصب الى تلف.

الاشباه والنظائر ج 2 \ 407
قال في التدريب : كل من غصب شيئا وجب رده الا بست صور :مسئلة الخيط واللوح والخلط حيث لايتميز والخمر والعصير اذا تخمر في يده

حاشية الجمل : ج 5 ص 388
ثم رأيت في منهاج العابدين للغزالى ان الذنوب التى بين العباد اما في المال ويجب رده عند المكنة فان عجز لفقر استحله فان عجز عن استحلاله لغيبته او موته وامكن التصدق عنه فعله والا فليكثر من الحسنات ويرجع الى الله تعالى ويتضرع اليه في ان يرضيه عنه يوم القيامة

Wallahu a’lamu bisshowab..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s