HADITS KE 278-279 : ADANYA SUJUD DALAM SURAH MUFASSHAL

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB SUJUD SAHWI, SUJUD TILAWAH DAN SUJUD SYUKUR

HADITS KE 278 :

وَعَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم سَجَدَ بِالنَّجْمِ رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ

Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam sujud sewaktu membaca surat Al-Najm Riwayat Bukhari

HADITS KE 279 :

وَعَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رضي الله عنه قَالَ : ( قَرَأْتُ عَلَى اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم اَلنَّجْمَ فَلَمْ يَسْجُدْ فِيهَا ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Zaid Ibnu Tsabit Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku pernah membaca surat Al-Najm di hadapan Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam namun beliau tidak sujud waktu itu Muttafaq Alaihi

MAKNA HADITS :

Disyariatkan melakukan sujud tilawah dalam surah mufassal adalah berlandaskan pendapat jumhur ulama, lain halnya dengan Imam Malik yang mengemukakan
pendapat yang berbeda dalam masalah ini. Sehubungan dengan itu, Imam Malik berkata:
“Tidak ada sujud di dalam surah mufassal.” Beliau berlandaskan pendapatnya dengan berdalil kepada amal perbuatan masyarakat Madinah antara lain Zaid ibn Tsabit (r.a) sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam hadisnya.

Sedangkan jumhur ulama berpegang dengan perkataan Ibn Abbas (r.a) karena perkataannya itu bersifat mengukuhkan dan oleh karenanya, ia mesti diutamakan ke atas yang menafikannya.

Ada pula kemungkinan Nabi (s.a.w) adakalanya melakukan sujud pada suatu waktu tertentu dan meninggalkannya pada suatu waktu yang lain yang tujuannya
untuk menjelaskan bahwa perkara itu adalah sunat sekaligus menolak sangkaan yang mengatakan itu adalah fardu. Adakalanya pula karena ada halangan yang datang secara mengejut hingga baginda tidak dapat melakukan sujud sebagaimana baginda berada dalam keadaan tidak berwudu’.

FIQH HADITS :

Adanya ketetapan melakukan sujud dalam surah mufasshal. Inilah tuntutan yang terdapat di dalam hadis Ibn Abbas (r.a) yang dijadikan pegangan oleh jumhur ulama.

Tidak ada sujud dalam surah mufasshal sebagaimana tuntutan yang terdapat di dalam hadis Zaid ibn Tsabit (r.a). Ini dijadikan pegangan oleh Imam Malik.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s