HADITS KE 287 : SHALAT SUNNAH RAWATIB

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB GAMBARAN SHALAT SUNNAH

HADITS KE 287 :

وَعَنْ اِبْنِ عُمَرَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ : ( حَفِظْتُ مِن النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم عَشْرَ رَكَعَاتٍ : رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ , وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا , وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِي بَيْتِهِ , وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِي بَيْتِهِ , وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الصُّبْحِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ. وَفِي رِوَايَةٍ لَهُمَا : ( وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْجُمْعَةِ فِي بَيْتِهِ ).

وَلِمُسْلِمٍ : ( كَانَ إِذَا طَلَعَ الْفَجْرُ لَا يُصَلِّي إِلَّا رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ )

Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku menghapal dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam 10 rakaat yaitu: dua rakaat sebelum Dhuhur, dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah maghrib di rumahnya, dua rakaat setelah Isya’ di rumahnya, dan dua rakaat sebelum Shubuh. Muttafaq Alaihi. Dalam suatu riwayat Bukhari-Muslim yang lain: Dan dua rakaat setelah Jum’at di rumahnya.

Dalam suatu riwayat Muslim: Apabila fajar telah terbit beliau tidak sholat kecuali dua rakaat yang pendek.

MAKNA HADITS :

Oleh kerana hati manusia cenderung menjauhi Allah dalam kebanyakan waktunya lantaran sibuk dengan urusan dunia, maka ketika mengerjakan sholat dia tidak dapat khusyuk dengan sepenuh hati, padahal sholat merupakan munajat kepada Allah. Di sinilah letak sholat sunat qabliyyah disyariatkan, supaya orang yang sholat sudah bersedia untuk hadir dengan sepenuh hati di hadapan Allah dan bermunajat dengan-Nya. Disyariatkan pula solat sunat ba’diyyah untuk menutup kekurangan yang dilakukan ketika mengerjakan sholat fardu. Diantara rahmat Allah adalah kelalaian yang dilakukan semasa mengerjakan sholat fardu dapat ditutupi dengan mengerjakan sholat sunat untuk menyempurnakan lagi kekurangan selama mengerjakan sholat fardu. Ini semata-mata merupakan rahmat Allah (s.w.t). Imam Ahmad meriwayatkan hadis berikut dari hadis Tamim al-Dari bahwa Rasulullah (s.a.w) pernah bersabda:

أول ما يحاسب به العبد يوم القيامة صلاته فإن كان أتمها كتبت له تامة ، وإن لم يكن أتمها قال الله تعالى لملائكته : انظروا هل تجدون لعبدي من تطوع ; فيكمل بها فريضته ، ثم الزكاة كذلك ، ثم تؤخذ الأعمال على حسب ذلك

Permulaan pemeriksaan yang dilakukan atas seorang manusia pada hari kiamat kelak sholat yang telah dilakukannya. Jika dia telah melakukannya dengan sempurna, maka dipastikan baginya pahala yang sempurna dan jika dia
mengerjakannya dengan tidak sempurna, maka Allah berfirman kepada para malaikat-Nya: “Periksalah oleh kamu, apakah kamu mendapati amalan sunat pada catatan hamba-Ku yang dapat dijadikan sebagai pelengkap bagi amal fardunya?” Kemudian masalah zakat pun demikian pula. Setelah itu semua amal perbuatan diperlakukan dengan cara demikian.”

FIQH HADITS :

1. Disunatkan mengerjakan sebagian sholat sunat di dalam rumah.

2. Disunatkan meringkaskan pelaksanaan sholat sunat qabliyyah Subuh dan solat sunat Subuh hanya dilakukan sebanyak dua rakaat saja.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s