HADITS KE 297 : ANJURAN SHALAT MALAM

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB GAMBARAN SHALAT SUNNAH

HADITS KE 297 :

وَعَنْ اِبْنِ عُمَرَ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى , فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمْ الصُّبْحِ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً , تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

وَلِلْخَمْسَةِ – وَصَحَّحَهُ اِبْنِ حِبَّانَ – : ( صَلَاةُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مَثْنَى مَثْنَى” ) وَقَالَ النَّسَائِيُّ : “هَذَا خَطَأٌ”

Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sholat malam itu dua-dua, maka bila seorang di antara kamu takut telah datang waktu Shubuh hendaknya ia sholat satu rakaat untuk mengganjilkan sholat yang telah ia lakukan.” Muttafaq Alaihi.

Dalam Riwayat Imam Lima yang dinilai shahih oleh Ibnu Hibban adalah lafadz: “Sholat malam dan siang itu dua dua.” Nasa’i menyatakan bahwa ini salah.

MAKNA HADITS :

Sholat tahajjud pada waktu malam hari mempunyai keutamaan yang luar biasa. Ini telah disebut dalam firman Allah (s.w.t):

إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا (6)

“Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” (Surah al Muzzammil: 6).

Sholat tahajud dilakukan dua rakaat-dua rakaat, dengan perkataan lain bahwa seseorang hendaklah mengucapkan salam pada setiap dua rakaat. Ini untuk memberikan peluang baginya untuk beristirahat sesudah salam dan untuk menunaikan keperluannya apabila ada urusan penting lain yang datang secara tiba-tiba.

Waktu sholat ini panjang hingga terbit fajar. Jika seseorang merasa kawatir waktu sholat Subuh hampir tiba, maka sebaiknya dia mengerjakan sholat satu rakaat untuk mewitirkan semua rakaat genap yang telah dikerjakannya sepanjang malam. Ini merupakan satu kemudahan dalam mengerjakan ibadah. Apapun, sholat tahajud itu boleh juga dilakukan empat rakaat-empat rakaat.

FIQH HADITS :

1. Disunatkan mengerjakan sholat sunat pada waktu malam hari.

2. Apa yang lebih afdhal ketika mengerjakan sholat sunat pada waktu malam hari adalah mengucapkan salam untuk setiap dua rakaat.

3. Menentukan dua rakaat sebelum witir.

4. Waktu witir berakhir dengan terbitnya fajar.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s