HADITS KE 318-319 : FADHILAH SHALAT DHUHA

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB GAMBARAN SHALAT SUNNAH

HADITS KE 318 :

وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ صَلَّى اَلضُّحَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ ) رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَاسْتَغْرَبَهُ

Dari Anas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa menunaikan sholat Dluha dua belas rakaat niscaya Allah membangunkan sebuah istana untuknya di surga.” Hadits Gharib diriwayatkan oleh Tirmidzi.

HADITS KE 319 :

وَعَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا- قَالَتْ: ( دَخَلَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بَيْتِي, فَصَلَّى الضُّحَى ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ ) رَوَاهُ اِبْنُ حِبَّانَ فِي “صَحِيحِهِ”

Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam masuk ke rumahku, kemudian beliau sholat Dluha delapan rakaat. Riwayat Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya.

MAKNA HADITS :

Rasulullah (s.a.w) menjelaskan bahwa Allah akan membangunkan satu istana di dalam surga bagi orang yang senantiasa mengamalkan sholat dhuha. Inilah satu penghormatan dan karunia Allah. Kebanyakan ulama Mazhab al-Syafi’i menyatakan bahwa sebanyak-banyak bilangan rakaat sholat dhuha ialah delapan rakaat, dan sebagian mereka mengatakan pula bahwa yang paling afdhal adalah delapan rakaat karena inilah yang paling kerap dilakukan oleh Nabi (s.a.w) menurut keterangan hadis yang sahih.

FIQH HADITS :

Disyariatkan mengerjakan sholat dhuha disamping menjelaskan bilangan rakaat dan hikmah yang terdapat di dalam perbedaan jumlah rakaatnya yaitu bertujuan
memberi kemudahan kepada umat Islam. Setiap orang Islam hendaklah mengerjakannya sesuai dengan kemampuan yang ada pada dirinya dan mereka yang mampu hendaklah bersaing dengan yang lain dalam melakukan amal kebaikan.

Al-Tabarani meriwayatkan satu hadis dari Abu al-Darda secara marfu’:

من صلى الضحى ركعتين ؛ لم يكتب من الغافلين ، ومن صلى أربعاً ؛ كتب من العابدين ، ومن صلى ستاً ؛ كفي ذلك اليوم ، ومن صلى ثمانياً؛ كتبه الله من القانتين ، ومن صلى ثنتي عشرة ركعة ؛ بنى الله له بيتاً في الجنة ، وما من يوم ولا ليلة إلا لله من يمن به على عباده صدقة، وما من الله على أحد من عباده أفضل من أن يلهمه ذكره

“Barang siapa yang mengerjakan sholat dhuha sebanyak dua rakaat, maka dia tidak dimasukkan ke dalam golongan orang yang lalai. Barang siapa yang mengerjakan
sholat dhuha sebanyak empat rakaat, maka dia dimasukkan kedalam golongan orang yang ahli ibadah. Barang siapa yang mengerjakannya sebanyak enam rakaat, maka pada hari itu dia diberi kecukupan. Barang siapa yang mengerjakannya
sebanyak delapan rakaat, maka dia dimasukkan Allah kedalam golongan orang yang khusyuk (taat). Barang siapa yang mengerjakannya sebanyak dua belas rakaat, Allah membangunkan baginya sebuah istana di dalam surga. Tiada suatu siang dan malam pun melainkan Allah mempunyai anugerah yang Dia berikan kepada hamba-hamba-Nya dan juga sedekah. Dan tiada suatu anugerah pun yang diberikan Allah kepada salah seorang di antara hamba-hamba-Nya lebih baik
selain daripada diberi ilham untuk berzikir kepada-Nya.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s