S064 : MENDAHULUKAN SHALAT QODHO’AN DARI ADA’AN

PERTANYAAN :

Assalamualaikum Ustadz..

Deskripsi masalah:
Ada seseorang yang meninggalkan salat fardu krn tanpa disengaja/disengaja tentu salatnya perlu diqodo’.

Pertanyaannya:
Mana yang harus diutamakan antara salat ada’an dan qodo’an?

JAWABAN :

Wa alaikumussalaam warohmatulloohi wabarokaatuh.

Dahulukan qodo’an apabila waktu shalat ada’an masih panjang.

Perinciannya sebagaimana yang akan diuraikan berikut ini :

(1). Wajib mengqodo’ terhadap sholat qodo’, jika sholat qodo’ itu tidak dikerjakan karena tanpa udzur.

(2). Dan disunnatkan mengqodo’ terhadap sholat qodo’ jika sholat qodo’ itu tidak dikerjakan karena udzur,seperti karena tidur yang tidak disengaja,dan juga jika sholat qodo’ itu tidak dikerjakan karena lupa maka disunnatkan segera mengqodho’ terhadap sholat qodo’ itu.

(3). Dan disunnatkan mentartibkan didalam mengqodho’ terhadap sholat qodo’.Sehingga orang itu disunnatkan mengqodo’ terhadap sholat subuh sebelum sholat duhur.

(4). Dan disunnatkan mendahulukan mengqodho’ sholat qodo’ yang tidak dikerjakan disebabkan karena udzur dulu,baru kemudian mengerjakan terhadap sholat ada’an.Tapi dengan syarat jika tidak dikhawatirkan tidak dikerjakannya sholat ada’an.Walaupun dikhawatirkan hilangnya kesempatan untuk mengerjakan sholat berjamaah terhadap sholat ada’an.

(5). Tapi jika sholat qodo’ itu tidak dikerjakan karena tanpa udzur,maka wajib mendahulukan sholat qodo’ atas sholat ada’an.

(6). Adapun jika orang itu khawatir terhadap tidak dikerjakannya sholat ada’an (artinya jika sebagian dari sholat ada’an itu khawatir dikerjakan diluar waktunya sholat ada’an itu)maka wajib bagi orang itu memulai dengan sholat ada’an.

(7). Dan wajib mendahulukan sholat yang tidak dikerjakan karena tanpa udzur (didahulukan)atas sholat yang tidak dikerjakan karena udzur.

(8). Dan disunnatkan mengakhirkan sholat sunnat rowaatib(diakhirkan)dari sholat qodo’ (yang tidak dikerjakan karena udzur).

(9). Dan wajib mengakhirkan sholat sunnat rowatib(diakhirkan)dari sholat qodo’ yang tidak dikerjakan karena tanpa udzur.

(اعانة الطالبين،جز ١, صحيفة ٢٣)

(ويبادر) من مر(بفاءت) وجوبا ان فات بلا عذر فيلزمه القضاء فورا، قال شيخنا احمد بن حجر رحمه الله تعالى: والذي يظهر انه يلزمه صرف جميع زمنه للقضاء ما عدا ما يحتاج لصرفه فيما لا بد منه، وانه يحرم عليه التطوع،انتهى، ويبادر ندبا ان فات بعذر كنوم لم يتعد به ونسيان كذلك(ويسن ترتيبه) اي الفاءت فيقضي الصبح قبل الظهر وهكذا (وتقديمه على حاضرة لا يخاف فوتها) ان فات بعذر وان خشي فوت جماعتها على المعتمد، واذا فات بلا عذر فيجب تقديمه عليها،اما اذا خاف فوت الحاضرة باءن يقع بعضها وان قل خارج الوقت فيلزمه البدء بها،ويجب تقديم ما فات بغير عذر على ما فات بعذر وان فقد الترتيب لاءنه سنة والبدار واجب، ويندب تأخير الرواتب عن الفواءت بعذر، ويجب تأخيرها عن الفواءت بغير عذر.

Wallahu a’lamu bisshowab..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s