HADITS KE 40 : CARA SHALAT KHAUF

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

《JILID II (DUA)》

BAB SHALAT KHAUF

HADITS KE 40 :

وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: ( غَزَوْتُ مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قِبَلَ نَجْدٍ, فَوَازَيْنَا الْعَدُوَّ, فَصَافَفْنَاهُمْ, فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّي بِنَا, فَقَامَتْ طَائِفَةٌ مَعَهُ, وَأَقْبَلَتْ طَائِفَةٌ عَلَى الْعَدُوِّ, وَرَكَعَ بِمَنْ مَعَهُ, وَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ, ثُمَّ انْصَرَفُوا مَكَانَ الطَّائِفَةِ الَّتِي لَمْ تُصَلِّ فَجَاءُوا, فَرَكَعَ بِهِمْ رَكْعَةً, وَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ, ثُمَّ سَلَّمَ, فَقَامَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ, فَرَكَعَ لِنَفْسِهِ رَكْعَةً, وَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ، وَهَذَا لَفْظُ الْبُخَارِيِّ

Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku berperang bersama Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam di jalan menuju Najed. Kami menghadapi musuh dan berbaris menghadapi mereka. Maka berdirilah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dan sholat bersama kami, sekelompok berdiri bersama beliau dan sekelompok lain menghadapi musuh. Beliau sholat satu rakaat dengan kelompok yang bersama beliau dan sujud dua kali, kemudian mereka berpaling menuju tempat kelompok yang belum sholat. Lalu mereka datang dan beliau sholat satu rakaat dan sujud dua kali. Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Bukhari.

MAKNA HADITS :

Rasulullah (s.a.w) mengerjakan sholat khauf pada hari-hari yang berlainan dengan
menggunakan cara yang berlainan pula. Setiap sholat yang dilakukannya dalam
keadaan ketakutan selalu mengambil berat kawalan keselamatan yang ketat
dan berhati-hati dalam mengerjakan sholat tanpa mengabaikan cara yang paling
mudah untuk dilaksanakan karena merasa kasihan kepada para mujahidin. Sholat
khauf, meskipun memiliki cara yang berlainan, tetapi maksudnya adalah sama.
Dalil sholat khauf ini adalah firman Allah (s.w.t):

فإن خفتم فرجالا أو ركبانا (٢٣٩).

“Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka sholatlah sambil berjalan atau berkenderaan…” (Surah al-Baqarah: 239)

FIQH HADITS :

1. Mengutamakan pelaksanaan sholat secara berjemaah, sekalipun dalam
keadaan yang sangat genting.

2. Menjelaskan cara kedua dalam mengerjakan sholat khauf ketika musuh tidak
berada di arah kiblat. Caranya, golongan yang telah mengerjakan sholat satu
rakaat bersama imam pergi, lalu bersiap menghadapi serangan musuh meskipun mereka masih berada dalam sholat untuk menggantikan golongan yang sebelumnya berjaga. Kemudian golongan yang kedua meninggalkan
tugas kawalan untuk bermakmum kepada Nabi (s.a.w) pada rakaat yang
terakhir, sedangkan mereka menyelesaikan sholatnya secara sendiri-sendiri
secara bergantian. Cara inilah yang menjadi pegangan Imam Abu Hanifah
dan Imam Muhammad.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s