KAJIAN HADITS 41 : CARA SHALAT KHAUF DALAM SITUASI PEPERANGAN

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

《JILID II (DUA)》

BAB SHALAT KHAUF

HADITS KE 41 :

وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: ( شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم صَلَاةَ الْخَوْفِ، فَصَفَّنَا صَفَّيْنِ: صَفٌّ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَالْعَدُوُّ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقِبْلَةِ, فَكَبَّرَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم وَكَبَّرْنَا جَمِيعًا, ثُمَّ رَكَعَ وَرَكَعْنَا جَمِيعًا, ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ وَرَفَعْنَا جَمِيعًا, ثُمَّ اِنْحَدَرَ بِالسُّجُودِ وَالصَّفُّ الَّذِي يَلِيهِ, وَقَامَ الصَّفُّ الْمُؤَخَّرُ فِي نَحْرِ الْعَدُوِّ, فَلَمَّا قَضَى السُّجُودَ, قَامَ الصَّفُّ اَلَّذِي يَلِيهِ… ) فَذَكَرَ الْحَدِيثَ. وَفِي رِوَايَةٍ: ( ثُمَّ سَجَدَ وَسَجَدَ مَعَهُ الصَّفُّ الْأَوَّلُ, فَلَمَّا قَامُوا سَجَدَ الصَّفُّ اَلثَّانِي, ثُمَّ تَأَخَّرَ اَلصَّفُّ اَلْأَوَّلِ وَتَقَدَّمَ اَلصَّفُّ اَلثَّانِي… ) فَذَكَرَ مِثْلَهُ. وَفِي آخِرِهِ: ( ثُمَّ سَلَّمَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم وَسَلَّمْنَا جَمِيعًا ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ

وفي رواية: ثم سجد وسجد معه الصف الأول، فلما قاموا سجد الصف الثاني، ثم تأخر الصف الأول وتقدم الصف الثاني…. فذكر مثله. وفي أخره : ثم سلم النبي صلى الله عليه وسلم وسلمنا جميعا. رواه مسلم.

وَلِأَبِي دَاوُدَ: عَنْ أَبِي عَيَّاشٍ الزُّرَقِيِّ مِثْلُهُ, وَزَادَ: ( أَنَّهَا كَانَتْ بِعُسْفَانَ )

Daripada Jabir (r.a), beliau berkata: “Saya ikut bersama Rasulullah (s.a.w) ketika mengerjakan solat khauf, lalu baginda membariskan kami menjadi dua
saf. Satu shaf berada di belakang Rasulullah (s.a.w), sedangkan musuh berada di antara kami dan arah kiblat. Lalu Nabi (s.a.w) bertakbir dan kami pun bertakbir bersamanya. Kemudian baginda rukuk dan kami juga turut rukuk bersamanya.
Kemudian baginda mengangkat kepala dari rukuk, kami pun mengangkat kepala bersamanya. Kemudian baginda menunduk untuk sujud diikuti oleh shaf yang berada di belakangnya, sedangkan shaf yang berada paling belakang tetap berdiri
(siaga) menghadapi musuh. Setelah baginda melakukan sujud, maka berdirilah shaf
yang berada di belakangnya, hingga akhir hadis.

Di dalam riwayat yang lain disebutkan seperti berikut: “Kemudian baginda sujud, dan shaf yang pertama sujud pula bersamanya. Setelah mereka berdiri, maka shaf yang kedua sujud. Untuk itu, shaf yang pertama mundur, sedangkan saf yang
kedua maju ke hadapan. Sambungan hadis ini sama dengan hadis yang sebelumnya, tetapi pada bahagian akhir disebutkan: “Kemudian Nabi (s.a.w) bersalam dan kami bersalam pula (bersamanya).” (Diriwayatkan oleh Muslim)

Menurut riwayat Abu Dawud daripada Abu Ayyasy al-Zurqi disebutkan perkara yang serupa, namun ditambahkan: “Sesungguhnya solat khauf ini terjadi di Usfan.”

MAKNA HADITS :

Hadis ini menceritakan salah satu cara mengerjakan sholat khauf apabila musuh
berada di arah kiblat. Oleh karena penjagaan dapat dilakukan dalam keadaan demikian meskipun setiap pasukan sibuk dengan sholat, maka Nabi (s.a.w) melakukan sholat bersama para sahabatnya. Namun ketika mereka sujud, segolongan
dari kaum muslimin maju ke depan, sedangkan golongan yang lain mundur.
Hal tersebut dilakukan sebagai satu usaha untuk memastikan keselamatan tetap diutamakan, karena dikawatiri musuh menyerang mereka ketika sedang sujud. Cara ini menggabungkan antara sholat dan penjagaan yang rapi secara sekaligus.

FIQH HADITS :

1. Mengutamakan solat berjemaah, kerana Rasulullah (s.a.w) senantiasa
melakukannya, sekalipun dalam keadaan perang.

2. Menjelaskan cara yang ketiga dalam melakukan sholat khauf ketika musuh berada di arah kiblat. Caranya, kedua shaf melakukan rukuk bersama-sama dengan imam. Namun, shaf pertama saja yang ikut sujud bersamanya, sedangkan shaf yang kedua tetap berdiri untuk berjaga-jaga. Setelah shaf
pertama selesai sujud, mereka berdiri untuk berjaga-jaga, sedangkan shaf kedua melakukan sujud pertama bersama imam setelah menempati
kedudukan shaf pertama. Kemudian pada rakaat yang kedua mereka melakukan hal yang sama seperti apa yang telah mereka lakukan pada
rakaat pertama dan akhirnya mereka bersalam secara bersamaan. Penjagaan terhadap serangan musuh hanya mereka lakukan ketika sujud,
bukan ketika rukuk, sedangkan semua mereka berada dalam sholat.

3. Disyariatkan jamak dan qasar semasa dalam perjalanan, dan kasih sayang
Allah berlimpah ke atas umat ini.

4. Sholat khauf pada awalnya disyariatkan di ‘Usfan.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s