HADITS KE 80 : LARANGAN MEMAKAI SUTERA BAGI LAKI-LAKI

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

《JILID II (DUA)》

BAB PAKAIAN

HADITS KE 80 :

وَعَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه قَالَ: ( كَسَانِي النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم حُلَّةً سِيَرَاءَ, فَخَرَجْتُ فِيهَا, فَرَأَيْتُ الغَضَبَ فِي وَجْهِهِ, فَشَقَقْتُهَا بَيْنَ نِسَائِي ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَهَذَا لَفْظُ مُسْلِمٍ

Ali Radliyallaahu ‘anhu berkata: Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah memberiku pakaian dari campuran sutera. Lalu aku keluar dengan menggunakan pakaian itu dan kulihat kemarahan di wajah beliau, maka aku bagikan pakaian itu kepada wanita-wanita di rumahku. Muttafaq Alaihi dan lafadz hadits ini menurut Muslim.

MAKNA HADITS :

Memakai pakaian sutera menurut hukum syara’ adalah haram bagi lelaki yang telah berusia baligh dan ini merupakan satu ketetapan. Rasulullah (s.a.w) pernah mengirimkan sehelai pakaian yang dibuat dari kain sutera kepada Ali ibn Abi Talib dengan tujuan bukan untuk dipakainya melainkan untuk dimanfaatkan dengan cara lain, yaitu membahagikannya kepada kaum kerabat wanitanya dengan cara memotongnya menjadi beberapa helai kerudung, lalu dibagikan kepada mereka. Akan tetapi, Ali malah mentafsirkan pengertian ini berdasarkan makna dzahir pengiriman, sehingga memanfaatkannya dengan cara memakainya.

Ketika Nabi (s.a.w) melihat itu, baginda marah, karena itu tidak bersesuaian
dengan apa yang dimaksudkannya. Lalu Nabi (s.a.w) memberinya petunjuk apa
yang dimaksudnya dan menjelaskan kepadanya bahwa memakai kain sutera tidak dibolehkan baginya. Hal ini menunjukkan boleh mengakhirkan dua keterangan sampai dengan waktu yang diperlukan karena mengandalkan kecerdasan mukhatab (lawan bicara) atau sebagai pendorong agar mukhatab mengajukan pertanyaan sehingga
jawaban itu diberikan setelah pertanyaan itu diajukan, dan keadaan demikian
lebih berkesan di dalam hatinya.

FIQH HADITS :

1. Wajib mempererat ikatan silaturahim dengan kaum kerabat dan handai taulan.

2. Boleh menerima hadiah.

3. Kaum lelaki haram memakai kain sutera.

4. Boleh mengakhirkan penjelasan hukum sampai waktu yang dikehendakinya,
karena Ali (r.a) memanfaatkan kiriman Rasulullah (s.a.w) dengan memakainya, kemudian baginda menjelaskan kepadanya bahwa dia tidak boleh memakai kain sutera itu.

5. Boleh menghadiahkan sesuatu yang dihalalkan bagi penerimanya agar
dia memanfaatkannya untuk kaum kerabatnya yang halal untuk memakai
hadiah itu.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s