HADITS KE 105 : SUAMI BOLEH MEMANDIKAN ISTRINYA

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

《JILID II (DUA)》

KITAB JANAZAH

HADITS KE 105 :

عن أسماء بنت عميس رضي الله عنها أن فاطمة عليها السلام أوصت أن يغسلها زوجها علي رضي الله عنه رواه الدارقطني

Dari Asma’ binti ‘Umais (r.a) bahwa Fatimah (r.a) berwasiat agar dirinya
dimandikan oleh Ali (r.a (suaminya). (Diriwayatkan oleh al-Daraquthni)

MAKNA HADITS :

Riwayat ini merupakan salah satu dalil yang menjadi pegangan jumhur ulama dimana seorang suami dibolehkan memandikan jenazah isterinya karena adanya ikatan perkahwinan di antara suami isteri yang masih belum terputus.
Wasiat itu dapat dijadikan sebagai dalil, sekalipun bersumber dari perkataan seorang sahabat wanita, karena ternyata tidak ada seorang pun yang
menyangkalnya. Dengan demikian, ia merupakan sesutu yang telah diketahui dan biasa diperlakukan pada zaman Nabi (s.a.w).

FIQH HADITS :

1. Suami boleh memandikan jenazah isterinya.

2. Melaksanakan wasiat sesudah meninggal dunia.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s