HADITS KE 164 : ZAKAT HARTA RIKAZ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

《JILID II (DUA)》

BAB ZAKAT

HADITS KE 164

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه ( أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: “وَفِي اَلرِّكَازِ: اَلْخُمُسُ” ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Zakat rikaz (harta peninggalan purbakala) adalah seperlima.” Muttafaq Alaihi.

MAKNA HADIST

Setelah Ibn Hajar selesai menyebutkan hadis-hadis mengenai zakat barang
perniagaan, beliau menyebutkan hukum zakat harta rikaz. beliau mengemukakan hadis Abu Hurairah (r.a) yang menunjukkan bahwa zakat harta rikaz itu adalah satu perlima.
Ulama berselisih pendapat mengenai makna rikaz. Pendapat mereka dibagikan menjadi dua kumpulan.

Pertama : pendapat jumhur ulama, yaitu Imam Malik, Imam al-Syafi’i, dan Imam Ahmad di mana mereka mengatakan bahwa harta rikaz adalah harta terpendam di dalam tanah yang merupakan peninggalan harta berharga pada zaman Jahiliah. Rikaz berbeda dengan harta galian kerana berdasarkan dalil hadis:

الهجماء جبار، والمعدن جبار وفى الركاز الخمس

“Luka kerana haiwan adalah sia-sia, barang galian adalah sia-sia, dan di dalam harta rikaz terdapat zakat satu perlima.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari).

Meng-‘athaf-kan lafaz al-rikaz kepada lafaz al-ma’adin menunjukkan bahwa keduanya barang yang berlainan.

Kedua : adalah menurut pendapat Imam Abu Hanifah dimana beliau mengatakan bahwa rikaz sama dengan al-ma’adin (barang galian). Beliau menetapkan zakat satu perlima ke atas, baik yang berjumlah sedikit ataupun banyak tanpa ada ikatan nisab.

Imam al-Syafi’i mensyaratkan nisab pada rikaz berdasarkan hadis:

ليس فيما دون خمس اوسوق صدقة

“Emas yang jumlahnya kurang daripada lima auqiyah tidak dikenakan kewajipan
mengeluarkan zakat.”

Barang galian, menurut jumhur ulama, wajib dikeluarkan zakatnya apabila
jumlahnya mencapai nisab.

FIQH HADIST

Harta rikaz wajib dikeluarkan zakatnya. Jumhur ulama mengatakan bahwa baik sedikit ataupun banyak, adalah sama dimana ia wajib dikeluarkan zakatnya sebanyak satu perlima.
Imam al-Syafi’i dalam qaul jadid mensyaratkan jumlahnya mencapai nisab. Oleh karna itu, harta rikaz yang jumlahnya masih di bawah nisab tidak wajib dikeluarkan zakatnya, kecuali apabila di dalam milik seseorang itu terdapat harta lain yang sama jenisnya dengan harta rikaz yang dijumpainya hingga jumlahnya genap mencapai nisab. Imam al-Syafi’i menambahkan bahwa syarat wajib zakat pada harta rikaz apabila berupa dua mata uang atau dalam bentuk lain, tetapi masih tetap dianggap sebagai mata uang, kerana berlandaskan kepada makna dahir hadis.
Hal yang sama turut dikemukakan pula oleh mazhab Hanafi, namun mereka mewajibkan satu perlima dan menjadikannya sebagai harta fai’.
Imam Ahmad mewajibkan satu perempat daripada sepersepuluh, yakni dua setengah peratus dan beliau menjadikannya sebagai zakat. Menurut Imam Malik, ada dua riwayat seperti mana dua pendapat yang di atas; masing-masing riwayat ini diceritakan oleh Ibn al-Qasim.

Penjelasan mengenai kadar zakat harta rikaz zaman dahulu, yaitu satu perlima, karena harta tersebut dikeluarkan tanpa bersusah payah. Lain halnya dengan barang galian, karena barang galian dikeluarkan dengan kerja berat dan bersusah payah.

Penjelasan yang mengatakan bahwa orang yang menemukan harta rikaz sesudah dia mengeluarkan satu perlimanya bererti dia memiliki sisanya sebanyak empat perlimanya atau delapan puluh perseratus.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s