HADITS KE 178 : LARANGAN MEMINTA-MINTA

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

《JILID II (DUA)》

BAB SODAQOH

HADITS KE 178

وَعَنِ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ( مَا يَزَالُ اَلرَّجُلُ يَسْأَلُ اَلنَّاسَ حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ اَلْقِيَامَةِ لَيْسَ فِي وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Orang yang selalu meminta-minta pada orang-orang, akan datang pada hari kiamat dengan tidak ada segumpal daging pun di wajahnya.” Muttafaq Alaihi.  

MAKNA HADIST

Islam adalah agama yang menganjurkan bekerja dan berkarya, bukan agama yang menganjurkan pengangguran dan bermalas-malasan. Allah (s.w.t) berfirman: وقل اعملوا فسيرى الله اعمالكم ورسوله والمؤمنون “Dan katakanlah, “Bekerjatah kalian, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang mukmin akan melihat pekerjaan kalian itu...” (Surah al-Taubah: 105) Oleh itu, Nabi (s.a.w) mengingatkan setiap manusia tidak meminta-minta kepada orang lain dengan tujuan untuk menimbun kekayaan. Orang yang meminta- minta kepada orang lain untuk memenuhi keperluan asas dan kemiskinan, sedangkan dia tidak mampu bekerja, maka orang itu dibolehkan meminta-minta, seperti orang yang meminta haknya kepada pemimpin negara dari baitul mal. Dia hanya meminta haknya yang telah disyariatkan oleh Allah baginya di dalam baitul mal dan oleh kerananya, dia dibolehkan meminta itu. Lain halnya dengan seseorang yang meminta-minta untuk menimbun kekayaan sendiri, padahal dia sudah berkemampuan, maka kelak pada hari kiamat dia datang dalam keadaan semua daging yang ada pada wajahnya habis berjatuhan di hadapan semua saksi. Ini terjadi padanya sebagai simbol untuk memalukan dirinya pada hari itu. Dengan demikian, ini menunjukkan bahawa dia adalah orang yang tidak mempunyai harga diri dan tidak mempunyai kedudukan apa pun, lebih-lebih lagi di hadapan Allah.

FIQH HADIST

  1. Selalu meminta-minta merupakan perbuatan yang tercela.
  2. Hukuman itu akan menimpa anggota tubuh yang melakukan keburukan
    itu, kerana orang itu telah menghinakan wajahnya dengan meminta-minta
    kepada orang lain, meskipun dia dalam keadaan berkemampuan.

Wallahu a'lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s