Semua tulisan dari Ikatan Alumni Bata-Bata

IKABA adalah Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Panaan Palengaan Pamekasan Madura Jawa Timur, yang dideklarasikan pada hari Sabtu tanggal 27 Agustus 1995 M, yang bertepatan pada tanggal 30 Rabi'ul Awal 1416 H, yang merupakan wadah untuk konsolidasi antar alumni

Sholat Amalan yang Pertama Dihisab

Rabu, 6 Januari 2021 / 22 Jumadil ‘Ula 1442 H.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ”إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : انَظَرُوْا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ؟ فَيُكْمَلُ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيْضَةِ ثُمَّ يَكُوْنُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ ” . وَفِي رِوَايَةٍ : ” ثُمَّ الزَّكَاةُ مِثْلُ ذَلِكَ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ حَسَبَ ذَلِكَ.” (رواه البخاري و مسلم)

Artinya :
Dari Abu Hurairah radhiyallah anhu berkata, Rosullullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan, ’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.” Dalam riwayat lainnya, ”Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalan lainnya akan dihisab seperti itu pula.” [Bukhari dan Muslim]

Pelajaran yang terdapat pada hadits di atas :

  1. Banyak orang menyatakan dirinya beragama Islam, namun diantara mereka tidak memperhatikan masalah shalat, bahkan ada juga yang tidak melaksanakan shalat sama sekali. Kenapa demikian ? Diantara penyebabnya, mereka tidak mengetahui kedudukan shalat yang sangat agung dalam agama.
  2. Shalat merupakan salah satu rukun Islam yang lima dan merupakan kewajiban terbesar setelah dua kalimah syahadat
  3. Shalat tolak-ukur baik buruk amal seseorang. Umar bin Khattab berkata:
    من ضيعها فهو لماسواها أضيع
    “Barang siapa sudah berani menyia-nyiakan shalat pasti berani menyia-nyiakan amal lainnya.”
  4. Pertama dihisap amal seseorang sholatnya apabila baik, akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi.
  5. Pentingnya sholat sunah. “Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah? Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”

Tema hadits yang berkaitan dengan ayat Al-Qur’an :

  1. Karena pentingnya ibadah shalat, maka Allâh Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan orang-orang yang beriman untuk menjaga shalat dengan sebaik-baiknya;

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ ۞

“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthâ (shalat Ashar). Dan berdirilah untuk Allâh (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” [QS. Al-Baqarah/2: 238]

  1. Bahaya Meninggalkan Shalat
    Menyia-nyiakan shalat merupakan sebab kesesatan, lalu bagaimana dengan meninggalkannya?;

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ ۞ إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ شَيْئًا ۞

“Maka datanglah sesudah mereka (yakni sesudah para Nabi), pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal shaleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun.” [QS. Maryam/19: 59-60]

وَاللَّهُ أَعلَمُ بِالصَّوَاب


New Fatwa Edisi 11 Kembali Hadir dengan Gaya yang Lebih Elegan

Bata-Bata – Majalah Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata (Muba), New Fatwa terbit kembali, Selasa (20/3/2018). Pada edisi 11 kali ini, Redaksi New Fatwa mengambil tema “Peran Pesantren Dalam Mengembangkan Perekonomian Masyarakat Madura”.

Pengangkatan tema tersebut sangat relevan dengan keadaan masyarakat pada saat ini. Sebab salah satu roda penggerak perekonomian, lebih-lebih di Madura adalah pondok pesantren. Hal tersebut dikarenakan pondok pesantren masih memiliki kepercayaan yang kental di masyarakat.

Pimred New Fatwa, Ahmad Khusairi menyampaikan, dengan terbitnya majalah yang mengangkat tema, “Peran Pesantren Dalam Perkembangan Perekonomian Masyarakat Madura” ini, dapat menyadarkan pesantren yang masih kaku dalam bidang perekonomian untuk lebih berpartisipasi dalam bangkitnya perekonomian masyarakat, lebih-lebih di Madura. “Pesantren Harus berperan aktif dalam hal itu (Perekonomian masyarakat, red),” katanya.

Pada penerbitan yang sekrang, New Fatwa juga tampil dengan mode penyususnan yang berbeda dengan penerbitan-penerbitan sebelumnya. Sekrang, New Fatwa tampil lebih elegan dan tentunya tampil lebih sempurna dari pada sebalumnya.

Sumber : bata-bata.net

HADITS KE 05. LARANGAN MANDI DAN KENCING DALAM AIR TIDAK MENGALIR

kajian hadist ikaba 20180309_0216141181150331..jpg

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغْتَسِلْ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ وَهُوَ جُنُبٌ أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

لِلْبُخَارِيِّ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ الَّذِي لَا يَجْرِي ثُمَّ يَغْتَسِلُ فِيهِ

وَلِمُسْلِمٍ مِنْهُ وَلِأَبِي دَاوُد : وَلَا يَغْتَسِلُ فِيهِ مِنْ الْجَنَابَةِ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah seseorang di antara kalian mandi dalam air yang tergenang (tidak mengalir) ketika dalam keadaan junub.” Dikeluarkan oleh Muslim.

Menurut Riwayat Imam Bukhari: “Janganlah sekali-kali seseorang di antara kamu kencing dalam air tergenang yang tidak mengalir kemudian dia mandi di dalamnya.”

Menurut riwayat Muslim dan Abu Dawud: “Dan janganlah seseorang mandi junub di dalamnya.”

Makna Hadits

Hadits ini merupakan salah satu dasar yang membahas tentang bersuci yang dianjurkan oleh syariat Islam. Melalui hadits ini Rasulullah (SAW) melarang orang yang junub mandi didalam air yang tergenang dan tidak mengalir, sebab dengan kerap mandi di dalamnya dikhawatirkan akan mengakibatkan air menjadi berubah. Tujuan utama larangan ini ialah menjauhkan diri dari hal-hal yang kotor ketika bertaqarrub (ibadah mendekatkan diri) kepada Allah. Hadits ini mengandung larangan kencing sekaligus mandi di dalam air yang tidak mengalir. Adapun larangan kencing didalam air yang tergenang maka ini disimpulkan dari riwayat yang dikeluarkan oleh Imam Muslim. Riwayat Muslim mengatakan bahwa Nabi (SAW) melarang kencing dan mandi didalam air yang tergenang, apabila orang yang bersangkutan dalam keadaan junub. Larangan ini menunjukkan hukum makruh bagi air yang banyak, dan haram bagi air yang jumlahnya sedikit.

Fiqh Hadits :

  1. Orang yang junub dilarang mandi di dalam air yang tergenang (tidak
    mengalir).
  2. Air yang tergenang tidak najis karena orang yang junub mandi di dalamnya, sebaliknya ia hanya menghapuskan sifat menyucikannya. Jadi, airnya masih boleh digunakan untuk keperluan lain kecuali untuk menghilangkan hadats dan menghilangkan najis.
  3. Dilarang kencing di dalam air yang tergenang, sebab itu akan menyebabkan air menjadi tercemar.
  4. Hadits ini membuktikan bahwa air kencing itu najis.

Ribuan Santri Bata-Bata Shalat Ghaib untuk Habib Salim asy-Syathiri

Dikutip dari laman bata-bata.net, bahwa ribuan santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan menggelar shalat ghaib untuk almarhum Habib Salim bin ‘Abdullah bin ‘Umar asy-Syathiri di mushalla kompleks pesantren, Sabtu (17/02/2018).

Shalat ghaib tersebut dipimpin langsung Dewan Ma’hadiyah Ponpes Muba, Ahmad Khusairi, S.Pd, I, usai kajian kitab Safinah, Sullam, dan Bidayah. Tanpa dipandu para santri langsung berjejer membentuk shaf untuk menyolatkan dan mendoakan salah satu ulama besar di Tarim, Hadhramaut.  Lanjutkan membaca Ribuan Santri Bata-Bata Shalat Ghaib untuk Habib Salim asy-Syathiri