Arsip Kategori: 010. BAB HAIDL

HADITS KE 119 : CARA MENGHITUNG DARAH HAID BAGI PEREMPUAN MUSTAHADAH

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB HAID

HADITS KE 119 :

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا; ( أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ بِنْتَ جَحْشٍ شَكَتْ إِلَى رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم اَلدَّمَ فَقَالَ: اُمْكُثِي قَدْرَ مَا كَانَتْ تَحْبِسُكِ حَيْضَتُكِ ثُمَّ اِغْتَسِلِي فَكَانَتْ تَغْتَسِلُ كُلَّ صَلَاةٍ ) رَوَاهُ مُسْلِم

وَفِي رِوَايَةٍ لِلْبُخَارِيِّ: ( وَتَوَضَّئِي لِكُلِّ صَلَاةٍ ) وَهِيَ لِأَبِي دَاوُدَ وَغَيْرِهِ مِنْ وَجْهٍ آخَرَ.

Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Ummu Habibah binti Jahsy mengadukan pada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam tentang darah (istihadlah. Beliau bersabda: Berhentilah (dari shalat) selama masa haidmu menghalangimu kemudian mandilah. Kemudian dia mandi untuk setiap kali shalat. Diriwayatkan oleh Muslim.

Dalam suatu riwayat milik Bukhari: Dan berwudhulah setiap kali shalat. Hadits tersebut juga menurut riwayat Abu Dawud dan lainnya dari jalan yang lain.

MAKNA HADITS :

Kaum wanita pada masa permulaan Islam mempunyai perhatian yang amat besar untuk menanyakan apa-apa yang dianggap musykil dalam agama mereka. Tujuannya ialah supaya mereka dapat beribadah kepada Allah (s.w.t) dengan cara yang betul dan hati mereka dipenuhi dengan perasaan khusyuk kepada-Nya. Hal ini dapat dilihat dengan jelas dari pertanyaan yang diajukan oleh Ummu Habibah dan langkahnya untuk mandi setiap kali hendak mengerjakan sholat sebagai amalan sunat dan sikap berhati-hati dalam urusan agama, padahal mandi tidak diwajibkan ke atasnya setiap kali hendak mengerjakan solat, melainkan dia hanya diwajibkan berwudhuk saja.

FIQH HADITS :

Wanita yang beristihadhah diperintahkan untuk merujuk kepada pengetahuan berikut:

1. Kebiasaan yang telah dia alami sebelum istihadhah.

2. Kebiasaan haid bagi kaum wanita yang umurnya sebaya dengannya, yaitu selama enam atau tujuh hari. Masa haid yang paling minimum ialah sehari
semalam, kebanyakannya enam atau tujuh hari, sedangkan batasan
maksimumnya ialah lima belas hari.

3. Spesifikasi darah dilihat dari segi warna dan baunya.

4. Masa datang dan masa berhentinya. Maka dia wajib mandi pada masa haidnya berhenti manakala hukum mandi dan wudhuk sesudah itu, maka keterangannya diuraikan dalam hadits No.118 pada bagian fiqh hadits.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

HADITS KE 118 : PENJELASAN DARAH ISTIHADAH

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB HAID

HADITS KE 118 :

وَعَنْ حَمْنَةَ بِنْتِ جَحْشٍ قَالَتْ: ( كُنْتُ أُسْتَحَاضُ حَيْضَةً كَبِيرَةً شَدِيدَةً فَأَتَيْتُ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَسْتَفْتِيهِ فَقَالَ: إِنَّمَا هِيَ رَكْضَةٌ مِنَ اَلشَّيْطَانِ فَتَحَيَّضِي سِتَّةَ أَيَّامٍ أَوْ سَبْعَةً ثُمَّ اِغْتَسِلِي فَإِذَا اسْتَنْقَأْتِ فَصَلِّي أَرْبَعَةً وَعِشْرِينَ أَوْ ثَلَاثَةً وَعِشْرِينَ وَصُومِي وَصَلِّي فَإِنَّ ذَلِكَ يُجْزِئُكَ وَكَذَلِكَ فَافْعَلِي كَمَا تَحِيضُ اَلنِّسَاءُ فَإِنْ قَوِيتِ عَلَى أَنْ تُؤَخِّرِي اَلظُّهْرَ وَتُعَجِّلِي اَلْعَصْرَ ثُمَّ تَغْتَسِلِي حِينَ تَطْهُرِينَ وَتُصَلِّينَ اَلظُّهْرَ وَالْعَصْرِ جَمِيعًا ثُمَّ تُؤَخِّرِينَ اَلْمَغْرِبَ وَتُعَجِّلِينَ اَلْعِشَاءِ ثُمَّ تَغْتَسِلِينَ وَتَجْمَعِينَ بَيْنَ اَلصَّلَاتَيْنِ فَافْعَلِي. وَتَغْتَسِلِينَ مَعَ اَلصُّبْحِ وَتُصَلِّينَ. قَالَ: وَهُوَ أَعْجَبُ اَلْأَمْرَيْنِ إِلَيَّ ) رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ إِلَّا النَّسَائِيَّ وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَحَسَّنَهُ اَلْبُخَارِيّ

Hamnah binti Jahsy berkata: Aku pernah mengeluarkan darah penyakit (istihadlah) yang banyak sekali. Maka aku menghadap Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam untuk meminta fatwanya. Beliau bersabda: Itu hanya gangguan dari setan. Maka anggaplah enam atau tujuh hari sebagai masa haidmu kemudian mandilah. Jika engkau telah bersih shalatlah 24 atau 23 hari berpuasa dan shalatlah karena hal itu cukup bagimu. Kerjakanlah seperti itu setiap bulan sebagaimana wanita-wanita yang haid. Jika engkau kuat untuk mengakhirkan shalat dhuhur dan mengawalkan shalat Ashar (maka kerjakanlah) kemudian engkau mandi ketika suci dan engkau shalat Dhuhur dan Ashar dengan jamak. Kemudian engkau mengakhirkan shalat maghrib dan mengawalkan shalat Isya’ lalu engkau mandi pada waktu subuh dan shalatlah. Beliau bersabda: Inilah dua hal yang paling aku sukai. Diriwayatkan oleh Imam Lima kecuali Nasa’i. Shahih menurut Tirmidzi dan hasan menurut Bukhari.

MAKNA HADITS :

Syariat Islam menjelaskan hukum-hukum haid dan istihadhah sekaligus memberi peluang bagi kaum wanita untuk menanyakan berbagai hukum yang berkaitan dengan ihwal agama mereka. Oleh sebab itu, Islam menjelaskan perbedaan antaradarah haid dengan darah isrihadhah dalam segi tempat keluar, ciri danhukumnya. Tidak hanya itu, syariat Islam juga telah membolehkan merekamenjamak antara dua sholat yang waktunya saling berdekatan antara satu sama lain seperti sholat dzuhur dengan sholat Asar, sholat Maghrib dengan sholat Isyak dalam bentuk jamak formal yaitu mengerjakan sholat yang pertama di akhir waktu dan sholat yang kedua di awal waktu. Dengan demikian, setiap sholat dikerjakan tetap di dalam waktunya masing-masing. Ini merupakan satu kemudahan yang diberikan oleh agama Islam kepada kaum muslimin.

FIQH HADITS :

1. Diperbolehkan mendengar suara wanita bukan muhrim jika ada keperluan.

2. Diperbolehkan bertanya mengenai perkara-perkara yang dianggap malu untuk ditanyakan berkaitan agama, meskipun masalah itu dikemukakan kepada orang besar.

3. Orang yang ditanya, betapapun tinggi kedudukannya, diwajibkan menjawab persoalan penanya dan mengemukakan jawaban yang mudah difahami.

4. Seseorang mestilah berpegang dengan agama dan ilmunya dalam perkara-perkara yang tidak diketahui melainkan dengan dirinya.

5. Syaitan mampu menguasai manusia antara lain dengan cara menyepaknya yang ditujukan kepada salah satu otot wanita yang dinamakan al-‘adzil hingga otot itu mengeluarkan darah hingga orang tersebut senantiasa merasa ragu dalam urusan agamanya.

6. Wanita yang beristihadhah ketika sedang haid diharamkan mengerjakan sholat.

7. Darah haid itu najis dan begitu pula darah istihadhah.

8. Wajib menghilangkan benda yang menjijikkan.

9. Darah istihadhah tidak mencegah seorang wanita dari terus mengerjakan sholat dan puasa, bahkan dia wajib mengerjakan keduanya.

10. Tidak boleh menjamak dua sholat secara jamak hakiki di dalam waktu salah satu di antara keduanya, kerana adanya uzur (penyakit).

11. Rasulullah (s.a.w) tidak memperbolehkan wanita yang beristihadhah menjamak dua sholat, malah baginda menyuruh supaya tetap mengerjakan sholat tepat pada waktunya meskipun sholat pertama dikerjakan pada penghujung waktunya dan sgolat kedua pula dikerjakan pada permulaan waktunya.

12. Seorang mufti hendaklah memberikan bimbingan kepada orang yang meminta fatwa untuk melakukan perkara yang terbaik baginya.

13. Kebiasaan yang dialami oleh kaum wanita hendaklah dijadikan panduan dalam hal-hal haid yang berkaitan dengan mereka.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

HADITS KE 117 : KETENTUAN BAGI WANITA HAID DAN ISTIHADAH

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB HAID

HADITS KE 117 :

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( إِنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ كَانَتْ تُسْتَحَاضُ فَقَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ دَمَ اَلْحَيْضِ دَمٌ أَسْوَدُ يُعْرَفُ فَإِذَا كَانَ ذَلِكَ فَأَمْسِكِي مِنَ اَلصَّلَاةِ فَإِذَا كَانَ اَلْآخَرُ فَتَوَضَّئِي وَصَلِّي ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ وَاسْتَنْكَرَهُ أَبُو حَاتِم

وَفِي حَدِيثِ أَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ عِنْدَ أَبِي دَاوُدَ: ( لِتَجْلِسْ فِي مِرْكَنٍ فَإِذَا رَأَتْ صُفْرَةً فَوْقَ اَلْمَاءِ فَلْتَغْتَسِلْ لِلظُّهْرِ وَالْعَصْرِ غُسْلاً وَاحِدًا وَتَغْتَسِلْ لِلْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ غُسْلاً وَاحِدًا وَتَغْتَسِلْ لِلْفَجْرِ غُسْلاً وَتَتَوَضَّأْ فِيمَا بَيْنَ ذَلِكَ)

Dalam hadits Asma binti Umais menurut riwayat Abu Dawud: Hendaklah dia duduk dalam suatu bejana air. Maka jika dia melihat warna kuning di atas permukaan air hendaknya ia mandi sekali untuk Dhuhur dan Ashar mandi sekali untuk Maghrib dan Isya’ dan mandi sekali untuk shalat subuh dan berwudlu antara waktu-waktu tersebut.

Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Fatimah binti Abu Hubaisy sedang keluar darah penyakit (istihadlah). Maka bersabdalah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam kepadanya: Sesungguhnya darah haid adalah darah hitam yang telah dikenal. Jika memang darah itu yang keluar maka berhentilah dari shalat namun jika darah yang lain berwudlulah dan shalatlah. Riwayat Abu Dawud dan Nasa’i. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim. Abu Hatim mengingkari hadits ini.

FIQH HADITS :

Islam memuatkan penjelasan berbagai hukum yang berkaitan dengan individu dan masyarakat, wanita maupun lelaki. Oleh itu, Islam menjelaskan segala sesuatu yang berkaitan dengan hukum haid, istihadah, nifas dan lain-lain yang berkaitan dengan fiqh wanita. Tujuannya adalah supaya wanita mengetahui perkara agamanya dan beribadah kepada Allah sesuai dengan ketetapan dan hukum yang telah digariskan oleh Islam. Faktor inilah yang mendorong kaum wanita Anshar dan Muhajirin berani melakukan penelitian dan mengemukakan pertanyaan supaya mereka mengetahui hukum-hukum syari’at. Bidang masalah ini sememangnya terbuka luas bagi mereka berkat akhlak Nabi (s.a.w) yang mulia dan kesungguhannya untuk memberikan pengajaran kepada mereka.

FIQH HADITS :

1. Perbedaan antara darah haid dengan darah istihadhah dipandang dari segi
tempat keluarnya, ketentuan hukum, dan sifatnya.

2. Wanita yang berhaid wajib meninggalkan sholat. Dengan kata lain, tidak boleh mengerjakan sholat selama dalam masa haid.

3. Masalah istihadhah diserahkan kepada orang yang bersangkutan untuk membedakannya sekali mengenal pastinya. Hadits ini menjadi pegangan Imam Malik dan Imam al-Syafi’i. Apabila darah telah dibedakan dan masa yang telah dikenali sudah berakhir, maka wanita berkenaan wajib mandi junub,
sedangkan darah yang tetap mengalir setelah itu hukumnya sama dengan
hadas, yaitu dia hanya wajib berwuduk setiap kali hendak mengerjakan sholat.
Menurut mazhab Hanafi dan Imam Ahmad dalam pendapat masyhur,
pembedaan ini tidak dapat dijadikan pegangan, sebaliknya apa yang mesti
diambil adalah adat kebiasaan, kerana berlandaskan kepada sabda Nabi (s.a.w) :

فإذا أقبلت الحيضة فدعي الصلاة، وإذا ادبرت فاغسلي عنك الدم وصلي.

“Jika masa haid datang, maka tinggalkanlah sholat. Apabila masa haid telah berakhir, maka mandilah kamu untuk membersihkan haid lalu sholatlah.”

4. Wanita yang beristihadhah memiliki ketentuan hukum yang berbeda dengan wanita yang berhaid. Wanita yang beristihadhah boleh disetubuhi, tidak boleh meninggalkan sholat dan puasa, serta wajib berwudhu setiap kali hendak mengerjakan sholat. Inilah menurut mazhab al-Syafi’i dan Imam Ahmad.
Menurut mazhab Hanafi pula, dia wajib berwudhu pada setiap waktu.
Sedangkan menurut mazhab Maliki, dia disunatkan berwuduk setiap kali
hendak mengerjakan sholat.

5. Perintah mandi bagi wanita beristihadhah sebanyak tiga kali dalam sehari semalam adalah bertujuan menggabungkan dua solat yang saling berhampiran waktunya. Jumhur ulama mengatakan disunatkan mandi, kerana tidak ada perintah yang menyuruh Fatimah supaya mandi dalam hadis ini dan hanya diperintah untuk berwudhu saja.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..