Arsip Kategori: Pendidikan Non Formal

Divisi Pengembangan Ulumul Qur’an (DPUQ)

New Picture (11)Berdirinya Divisi Pengembangan Ulumul Qur’an (DPUQ) Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata diawali oleh seorang santri bernama Zubaidi asal Desa Waru Timur Kec. Waru Kab. Pamekasan, Beliau mampu menghafal Al-Qur’an 30 juz dan mengikuti i’lan Al-Qur’an di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata pada tahun 1990, setelah itu Ust. Zubaidi merasa terpanggil untuk merintis Lembaga Tafidzul Qur’an di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata yang dikenal dengan nama LPTQ (Lembaga Pengembangan Tahfidzul Qur’an) formalisasi lembaga ini dilakukan pada tahun 1993.

Dengan adanya lembaga khusus untuk menghafal Al-Qur’an, jumlah santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata yang menghafal Al-Qur’an meningkat cukup signifikan, sehingga Lembaga Pengembangan Tahfidzul Qur’an (LPTQ) atas inisiatif para DEWAN A’WAN pada tanggal 05 November 2013 M bertepatan BACA SELENGKAPNYA KLIK DISINI>>>

Kegiatan Pendidikan Daerah (Asrama)

Secara umum, kegiatan belajar di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata disamping dilaksanakan di musholla yang ditangani langsung oleh Kabid Pendidikan Dan Pengajaran Dewan Ma’hadiyah, juga dilaksanakan di daerah atau asrama santri dan ditangani langsung oleh kepala daerah dan para pengurusnya, kegiatan tersebut terdiri dari :

Pendidikan tajwid, Tartil dan Halaqoh Tadarus Al-Qur’an    

Pendidikan Al-Qur’an di asrama santri dilaksanakan pada jam 17.45 – 18.15 WIB. Program ini dilaksanakan setelah kegiatan shalat berjamaah di musholla. Kegiatan ini dikelola oleh pimpinan asrama setempat dengan menggunakan tenaga pengajar yang sudah memiliki kapabilitas dalam bidang Al-Qur’an. ini ditujukan bagi santri pemula dan santri yang masih belum mampu membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Pada umumnya, anak didik dari program ini merupakan santri yang masih duduk di jenjang pendidikan MI, MTs dan MA. Mambaul Ulum Bata-Bata.

Program ini dilaksanakan di tiap-tiap asrama secara berjenjang atau klasikal dengan penekanan materi yang sifatnya berbeda-beda. Jenjang atau marhalah tersebut adalah, selain itu pada setiap hari aktif selain dari hari selasa dan jum’at terdapat dua hari dimana pada dua hari tersebut diselenggarakan kegiatan Halaqoh Tadarus Al-Qur’an (HTQ) pada jam 05.00-05.45 WIB, kegiatan praktek baca Al-Qur’an dengan system tutor sebaya, artinya satu sama antar peserta HTQ saling memperhatikan dan menegur bacaan temannya yang dianggap salah.

  • Ula

Marhalah ini merupakan jenjang pendidikan bagi pemula yang belum memiliki dasar dan pengalaman dalam bidang Al-Qur’an. Penekanan dan kompetensi yang ditergetkan dalam jenjang ini adalah dalam bidang kefasihan dan tajwid,

  • Wushtho

Marhalah ini adalah jejang pendidikan bagi santri yang telah memiliki dasar dan pengalaman. Baca Al-Qur’an baik dalam bidang tajwid maupun kelancaran membaca Al-Qur’an. Sehingga, penekanan dan kompetensi yang ditargetkan terlebih pada aspek pengembangan lagu-lagu tartil,

  • Ulya

Penekanannya pada aspek kelancaran dan kefasihan.

Kajian Tindak Lanjut Ilmu Nahwu    

Kajian tindak lanjut merupakan kajian nahwiyah sebagai pendalaman dari meteri ilmu Nahwu yang dilaksanakan secara umum di musholla. dilatarbelakangi oleh keterbatasan waktu pembelajaran di musholla untuk materi ini serta jumlah santri yang sangat banyak, sehingga masing-masing individu santri merasa kurang memahami pembahasan materi tersebut secara mendalam. Sehingga dilaksanakanlah kajian khusus untuk pendalaman materi nahwu ini dengan ditangani oleh kepala derah atau ketua asrama.

Kajian ini dibagi menjadi tiga marhalah, yaitu; Marhalah Ula dengan menggunaan Materi prakom (Futuhul Mannan), Marhalah Wushtho dengan menggunakan Takmilah dan Marhalah ‘Ulya dengan kitab Kawakib Ad-Durriyah sebagai pegangan, waktu pelaksanaan program ini adalah pada jam 19.30-20.15 WIB.

Halaqah Tadarus Kitab (HTK)   

HTK atau Halaqah Tadarus Kitab adalah program yang diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning. Program ini merupakan program praktik setelah santri mendapatkan pemahaman teori nahwiyah dan shorfiyah. pelaksanaan program ini adalah dengan memberi kesempatan kepada santri untuk praktek membaca kitab sementara yang lain meneliti bacaan tersebut kemudian memberikan koreksi pada bacaan yang dianggap salah secara Nahwiyah dan shorfiyah.

New Picture (9)Waktu pelaksanaan program ini adalah jam 05.00-05.45 WIB. Pelaksanaan kegiatan ini dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu; Marhalah Ula menggunakan kitab Safinatun Najah, Marhalah Wushtha menggunakan kitab Fathul Qorib dan Marhalah ‘Ulya menggunakan kitab Ibanatul Ahkam. Pembagian ini didasarkan pada kemampuan dan tingkat pengetahuan yang dimiliki santri.

LPTP dan DPBA Di PP Mambaul Ulum Bata-Bata

Lembaga Pengembangan Tenaga Pendidik (LPTP)

LPTP merupakan langkah Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata–Bata dalam menumbuh kembangkan dan meningkatkan kualitas tenaga pendidik dalam mengajar di pendidikan yang diselenggarakan di daerah (Asrama) baik sebagai pengelola maupun sebagai tenaga pengajar dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan–kegiatan yang terprogram di LPTP pada dasarnya di klasifikasikan pada dua macam, yaitu : pendalaman baca kitab kuning dan kuliah malam.

  • Pendalaman baca kitab kuning serta Tahsinul Qiroatul Qur’an.

Program pendalaman baca kitab kuning serta Tahsinul Qiroatul Qur’an adalah program pembelajaran yang di sediakan bagi santri yang di persiapkan untuk menjadi tenaga pengajar di daerah (kader peserta didik daerah). Dalam program ini peserta didik akan di gembleng untuk fasih dan lancar baca kitab kuning serta memahami nahwu dan sorrof secara lebih mendalam lagi, dengan tujuan supaya mereka bisa lebih siap dan maksimal dalam mengemban amanahnya sebagai tenaga pengajar daerah.

  • Kuliah malam.

Kuliah malam merupakan program pembelajaran LPTP yang di siapkan bagi santri yang di daerah sudah menjadi fungsionaris (pengelola daerah), baik mereka yang bergerak pada bidang kepemimpinan, administrasi, keuangan, pendidikan dan lain–lain. Dalam program ini mereka akan di ajarkan cara–cara bagaimana mengelola sebuah organisasi dengan baik sesuai dengan kinerja mereka masing–masing di daerah, sehingga secara spesifik program kuliah malam terbagi menjadi beberapa kegiatan sebagaimana berikut :

  • Strategi Pembelajaran.
  • Perencanaan Pendidikan.
  • Administrasi Pendidikan.
  • Menejemen Organisasi.
  • Kepemimpinan

New Picture (8)Divisi Pentashih Baca Al-Qur’an (DPBA)

Divisi pentashih baca Al-Qur’an merupakan salah satu instansi di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, DPBA didirikan pada tanggal 15 oktober 2013 atas inisiatif pengurus Dewan Ma’hadiyah, yang kemudian diangkat pada saat rapat koordinasi bersama antara pengurus Dewan Ma’hadiyah, Dewan Madrasiyah, Taudzifiyah, Amnil ‘Am dan jajaran kepala Madrasah di lingkungan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, dan terjadi kesepakatan untuk mendirikan Divisi Pentashih Baca Al-Qur’an.

Didirikannya Divisi Pentashih Baca Al-Qur’an atau dikenal dengan DPBA, bertujuan untuk mengevaluasi dan membimbing santri didalam baca Al-Qur’an sehingga santri lulusan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata memiliki kemampauan minimal yang menjadi standar lulus pada Instansi DPBA dalam hal membaca Al-Qur’an, hal ini sangat dibutuhkan oleh para santri baik ketika diutus sebagai guru tugas, maupun ketika terjun di tengah-tengah masyarakat.

Program-Program Divisi Pentashih Baca Al-Qur’an (DPBA)

Tes baca Al-Qur’an

Divisi Pentashih Baca Al-Qur’an melaksanakan tes baca Al-Qur’an bagi santri pada jam 18:30 (malam) dan jam 05:30 (pagi), bagi santri yang sudah dinyatakan lulus tes akan mendapatkan sertifikat dan sertifikat tersebut dapat dijadikan bukti, mengingat syarat kelulusan di setiap jenjang pendidikan formal yang berada di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata diantaranya harus memiliki Sertifikat Bukti Lulus Tes Baca Al-Qur’an.

Divisi Pentashih Baca Al-Qur’an juga melaksanakan pelatihan dan pembinaan Baca Al-Qur’an, untuk peserta bimbingan ini lebih di prioritaskan pada siswa kelas akhir Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dalam pelaksanaan bimbingan ini diklasifikasikan menjadi beberapa level, mulai dari level A, Level B dan Level C, sehingga bimbingan yang diikuti bisa berlanjut, dari setiap jenjang ini harus dituntaskan dalam jangka waktu 1 bulan.

Bimbingan level A

Pada level ini bimbingan difokuskan pada cara membaca Al-Qur’an yang benar  seperti penguasaan tajwid (hukum nun sukun dan tanwin, mim sukun, ghunnah musyaddadah, qolqolah dan macam-macam mad) serta tiga lagu tartilul qur’an (bayati, nahawan dan jaharkah).

Bimbingan level B

Jenjang ini merupakan jenjang lanjutan dari level A, fokus bimbingan pada level ini melanjutkan dan menyempurnakan cara membaca Al-Qur’an, yaitu merupakan pengembangan dari hukum cara baca al-Qur’an dengan baik dan benar, materi tersebut meliputi makhorijul huruf dan sifatul huruf serta dua lagu Tartilul Qur’an (rosh dan sika).

Bimbingan level C

Level C merupakan level terakhir dan penyempurna dari bimbingan pada level B. materi yang dikembangkan pada Level ini meliputi ghroibul Qur’an dan ditambah 2 lagu tartilul Qur’an (shoba dan hijaz).

Khotmul Qur’an

Setiap dua minggu sekali para pengurus Divisi Pentashih Baca Al-Qur’an melaksanakan kegiatan hataman bersama dengan tujuan terciptanya suasana baca Al-Qur’an di pengurusan Divisi Pentashih Baca Al-Qur’an (DPBA) pada khususnya dan semua santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata pada umumnya.

 Sumber: Profil PP Mambaul Ulum Bata-Bata, Edisi 2014

Kajian Kitab Kuning

Kajian Kitab Kuning

Program pengajian kitab kuning ini diharapkan dapat mengasah kemampuan santri dalam membaca kitab kuning yang merupakan ciri khas dari pondok pesantren. dalam aplikasinya, program pengajian kitab kuning ini diselenggarakan secara berjenjang, berdasarkan tingkat pendidikan formall santri. Adapun kitab yang dijadikan bahan kajian kitab kuning meliputi:

Kajian Wajib
Kajian Wajib

Kajian untuk dua kitab tersebut diatas wajib diikuti oleh semua santri pada jenjang pendidikan MI A dan B, MTs A, MA A dan MA IPA Kelas 1 dan 2, serta kelas 1-2 SMK. Dua Kitab tersebut diajarakan secara turun temurun dan tidak mengalami perubahan. Kajian kitab ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang ilmu alat yang berhubungan dengan kemampuan baca kitab gundul kepada santri.

Setelah kajian dua kitab tersebut selesai, selanjutnya kajian diteruskan dengan kajian kitab pada bidang berbeda yang mengalami pergantian setelah meteri kitab tersebut khatam atau rampung. Kajian ini umumnya diikuti oleh santri dewasa yakni santri pada jenjang pendidikan MTS B, Kelas 3 SMK dan kelas 3 MA A dan IPA serta kelas 1, 2 dan 3 MA B. Kajian ini dilaksanakan di musholla Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata. Kajian ini bertujuan untuk membekali santri dengan pengalaman-pengalaman terhadap kitab-kitab fiqih, tafsir, tashawwuf usul fiqh dan sosial yang muqorror. Kajian tersebut untuk kali ini terdiri dariNew Picture (3)

New Picture (4)
Kajian Siang Menjelang Sore

Pada Siang menjelang sore hari, santri juga disuguhkan dengan kajian kitab kuning. Kitab yang dikaji Kajian ini juga tidak mengalami perubahan. Kajian kitab ini diikuti oleh semua santri pada setiap jenjang pendidikan, bertempat di musholla. dengan tujuan untuk membekali santri dengan ilmu fiqih dan tashawwuf dasar. Kajian tersebut terdiri dari:

Kemudian, santri selain bisa mengikuti kajian kitab kunig di atas mereka juga bisa mangikutinya pada waktu sore menjelang maghrib yang mana kajian ini diisi langsung oleh Pengasuh dan Dewan A’wan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, serta kajian ini merupakan kajian yang bisa diikuti santri secara umum. Berikut ini merupakan kitab-kitab yang dijadikan bahan kajiannya.New Picture (5)

Selain kajian yang yang diisi langsung oleh Pengasuh dan Dewan A’wan di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata juga diselenggarakan kajian yang diisi oleh para asatidz di beberapa lokasi dengan berbagai macam kitab, sebagaimana table berikut :

New Picture (6) New Picture (7)