Divisi Pengembangan Ulumul Qur’an (DPUQ)

New Picture (11)Berdirinya Divisi Pengembangan Ulumul Qur’an (DPUQ) Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata diawali oleh seorang santri bernama Zubaidi asal Desa Waru Timur Kec. Waru Kab. Pamekasan, Beliau mampu menghafal Al-Qur’an 30 juz dan mengikuti i’lan Al-Qur’an di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata pada tahun 1990, setelah itu Ust. Zubaidi merasa terpanggil untuk merintis Lembaga Tafidzul Qur’an di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata yang dikenal dengan nama LPTQ (Lembaga Pengembangan Tahfidzul Qur’an) formalisasi lembaga ini dilakukan pada tahun 1993.

Dengan adanya lembaga khusus untuk menghafal Al-Qur’an, jumlah santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata yang menghafal Al-Qur’an meningkat cukup signifikan, sehingga Lembaga Pengembangan Tahfidzul Qur’an (LPTQ) atas inisiatif para DEWAN A’WAN pada tanggal 05 November 2013 M bertepatan BACA SELENGKAPNYA KLIK DISINI>>>

Bata-Bata English Centre (BBEC)

Kantor Markaz BBEC
Kantor Markaz BBEC

Lembaga Pengembangan Bahasa Inggris ini didirikan pada tahun 1999 yang pada mulanya hanya mempunyai satu lokal khusus. Pendirian instansi ini merupakan diantara langkah pesantren dalam merespon kebutuhan masyarakat terhadap santri yang menguasai Bahasa Asing. Dan pada tahun 2003 fasilitas local instansi ini disempurnakan hingga menjadi delapan local pemondokan,. Langkah ini diambil agar santri lebih termotivasi untuk belajar dan mendapat bekal keterampilan, kepemimpinan dan kepribadian yang luhur dengan kecakapan bahasa yang tinggi.

Lembaga Pengembangan Bahasa Inggris (LPBI). Bertempat di Markaz atau tempat yang difungsikan secara khusus sebagai pusat kegiatannya. Pada perkembangannya, Dewan Ma’hadiyah dan Dewan A’wan berinisiatif untuk menciptakan perubahan konseptual terhadap lembaga tersebut. Perubahan tersebut diantaranya ditandai dengan perubahan nama instansi menjadi Bata-Bata English Centre (BBEC) atau Pusat Lembaga Pengembangan Bahasa Inggris. Perubahan tersebut kemudian secara legalitas disahkan oleh RH. Moh. Thohir Zain AH, S.Pd.I, salah satu Dewan A’wan pada hari Jum’at tanggal 01 Agustus 2003.

New Picture (10)Sebelum lembaga ini didirikan, Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata menerapkan system legislasi yang mengena pada seluruh santri tanpa berpihak kepada siapapun. Tak terkecuali santri yang tidak memilikii kemampuan dasar berbahasa inggris-pun berjibaku melaksanakan khitob ma’hadiyah di setiap malam dan hari jum’at. Secara keseluruhan santri harus melepas bahasa nasional dan bahasa daerah dan hanya berbahasa Inggris atau bahasa Arab.

Akhir dari ikhtiar panjang itu kemudian mengerucut pada arti penting didirikannya institusi informall pesantren yang berkonsentrasi dalam melahirkan santri yang mempunyai kemampuan berkomunikasi bahasa Inggris yang dapat di pertanggung jawabkan secara akademik sehingga santri tersebut di harapkan mampu menjadikan diri mereka sebagai agen bahasa di tiap-tiap asrama. Strategi ini hingga saat ini dirasa lebih mampu mewujudkan bahasa yang merupakan rumpun lingui franca ini lebih membumi di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata.

Program-Program BBEC

  • Setengah bulan setelah kursusan dimulai, Siswa harus berbicara Bahasa Inggris untuk level Speaking, dan untuk level Elementary satu bulan setelah kursusan dimulai.
  • Tiga bulan sesudahnya dengan target bisa menguasai semua Pelajaran yang telah diajarkan kepada semua Siswa.

Program-Program Pengembangan BBEC

  Diantara Program yang dilaksakan oleh Pengurus BBEC, sebagai berikut:

  • Pemahaman grammar (Level Elementary)
  • Program ini khusus untuk Program Elementary yang dilaksanakan setiap hari kecuali hari jum’at dan hari selasa dilaksanakan pada jam 05.00 WIB s/d 06.00 WIB. pagi, sedangkan jum’at dan selasa libur. Program ini ialah untuk menguasai cara menyusun bahasa Inggris dengan baik.
  • Pengembangan speaking (Level Elementary, Speaking)
  • Program ini khusus untuk Program Speaking yang di laksanakan setiap malam yang di kemas dengan beberapapa system. Diantaranya system Debating, Sharing, Discussing, Pronunciation, Weekly Meeting dan half meeting antar Lembaga
  • Debating (Level Speaking)
  • Discribing (Level Speaking)
  • Discussion (Level Speaking)
  • Pronunciation (Cara Pengucapan yang benar), (Level Speaking)

Lembaga Pengembangan Bahasa Arab (LPBA)

Kantor LPBA
Kantor LPBA

Lembaga ini merupakan Lembaga Pengembangan Bahasa Arab (LPBA) yang berada di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata yang di rintis oleh para guru senior bahasa arab pada saat itu, pada tahun 2000 M, dan kemudian lembaga ini diresmikan pada tahun 2003, didirikannya LPBA tidak lain untuk mengajarkan para santri agar dapat berkomunikasi (Berbicara), Menulis ,mengarang, dan memahami bahasa Arab dengan baik.

Kegiatan LPBA, lebih pada program kursus, yang mengkhuskan kegiatannya pada kursus bahasa Arab, sehingga terdapat banyak tahapan kegiatan pada program LPBA ini, mulai dari menghafal mufaradat, praktek berbicara dengan bahasa arab, Mengarang, Pidato bahasa arab dan bernyanyi dengan bahasa arab yang diterjemah dari lagu bahasa Indonesia.

Instansi badan otonom ini, dikelola oleh para Rois yang telah memiliki kapabilitas di bidang bahasa arab. Guna mempercepat penguasaan bahasa arab bagi A’dlo’ (Peserta Kursus) semua kegiatan menggunakan pengantar bahasa arab, dan diwajibkan berbicara menggunakan bahasa arab pula, baik antar sesame A’dlo’ maupun kepada Rosi (Pembimbing), selian itu juga didukung dengan para pengajar Alumni Timur Tengah yang sebelumnya juga Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata.

Mengingat semakin pesatnya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik di lembaga ini dan untuk menciptkan suasana belajar mengajar yang optimal maka di dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang telah terdaftar dibagi menjadi dua tingkatan yaitu :

MUBTADI’

Mubtadi (LPBA)
Mubtadi (LPBA)

MUTAWASSIT

Mutawassit (LPBA)
Mutawassit (LPBA)

Lembaga Binaan LPBA

  • Himpunan Alumni Bahasa Arab Bata-Bata (HUBBA)
  • el- Gasashiyah (Teater)
  • Markazan
  • Forum Penulis Bahasa Arab Bata – Bata (FPBA)
  • Syu’bah

 Sumber: Profil PP. Mambaul Ulum Bata-Bata, Edisi 2014

PRAKOM (Pra Komisi) dan ARKOM (Alumni PRAKOM)

PRAKOM (Pra Komisi)

Prakom atau Pra Komisi merupakan program kursus baca kitab dengan system akselerasi, yang diselenggarakan oleh pengurus Majlis Musyawaoh Kutubud Diniyah (M2KD) sebagai organisasi atau lembaga binaan, Prakom berdiri pada tahun 2011, bermula dari keinginan salah satu wali santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, agar putranya dapat membaca kitab kuning dengan cepat.

Untuk menjawab hal tersebut Dewan A’wan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, dalam hal ini RH. Moh. Tohir Zain, S.Pd.I, menginstruksikan kepada directur M2KD, Pembina, dan pengurus Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, untuk membuat program pendidikan atau kursus cepat membaca kitab kuning (Gundul) dan menyusun metode praktisnya.

Konseptor program ini RH. Moh. Tohir Zain, S.Pd.I menunjuk pembina M2KD sebagai Tim Penyusun Materi diantaranya Ust. Bukhori Muslim, S.Pd.I sebagai ketua, Ust. Alimansur, S.Pd.I sebagai wakil ketua, dan beberapa anggota tim yang berasal dari pengurus harian M2KD, yaitu suadara Muhajir, Sahrul Anam, Izzat Fawaid, Fathul Qorib, dan Faizin Muhtar.

Program prakom didirikan guna mencetak santri agar dapat membaca kitab kuning dengan cepat, yaitu dalam waktu tiga bulan yang sesuai dengan Qaidah Nahwiyah dan Shorfiyah, materi yang digunakan dalam program ini adalah materi yang dihasilkan oleh Tim yang diberi nama Futuhul Mannan (Fi Halli Uqdatil Lisan).

Tahapan Program Prakom :

  • Penyampaian materi Futuhul Mannan oleh guru pembimbing, dengan ketentuan satu orang pembimbing membina delapan peserta didik, kegiatan ini diselenggarakan setiap pagi setelah sholat subuh dan pada malam hari setelah kajian di Musholla sampai sebelum jam belajar, tahapan ini dilakukan pada satu bulan pertama.
  • Kemudian Para peserta wajib menghafal materi yang sudah diajarkan oleh pembimbing, dan menyetorkan hafalan kepada pembimbing masing-masing, sampai semua materi futuhul mannan tuntas dalam waktu satu bulan.
  • Pada bulan kedua dan ketiga kegiatan prakom diisi dengan program lanjutan yaitu, praktek membaca kitab sebagai aplikasi dari teori yang telah diajarkan dan dihafal, dalam tahapan praktek ini, menggunakan kitab Fathul Qorib sebagai materi praktek.
  • Para pembimbing Prakom melaksanakan evaluasi terhadap perkembangan peserta prakom kurang lebih setiap setengan bulan satu kali, evaluasi dilakukan guna mengetahui perkembangan kemampuan peserta didik pada setiap tahapan baik secara teori maupun pada tahapan praktek.
  • Dan pada tahapan praktek, juga diberikan kegiatan ekstra berupa kajian kitab Fathul Qorib, guna memberikan pemahaman dasar kepada peserta didik dalam memberikan makna dengan bahasa Madura.

Pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam program prakom, menggunakan pendekatan yang kembang sendiri oleh para pembibing sesuai dengan kretifitas seni mengajar yang demiliki, namun penekanannya pada pembelajaran yang menyenangkan bagi para peserta didik, yang dalam teori pendidikan dikenal dengan PAIKEM (Pembelajaran, Aktif, Inovatif,dan menyenangkan).

Kegiatan Penunjang

Diakhir program, sebelum diselenggarakan wisuda lulusan, peserta prakom disuguhkan dengan kegiatan penunjang yang diisi dengan kegiatan lomba-lomba, lomba tersebut tetap bertujuan menguji kompetensi peserta didik, meliputi :

  • Lomba Nicecoffe (Nules Kalaben Valid), Peserta didik yang mengikuti lomba ini, diuji kemampuannya dibidang tulis arab, peserta diminta menulis bentuk kalimat (singat) sebuah kata dalam bahasa arab.
  • Lomba Ragam Pesona, Peserta didik yang mengikuti lomba ini, diuji kemampuannya dalam penguasaan materi dan praktek, mekanisme lomba ini hampir sama dengan lomba cerdas cermat, letak perbedaannya peserta dituntut menebak gambaran/ciri-ciri sebuah definisi, istilah, atau contoh yang dibacakan oleh seorang juri.
  • Lomba Mencari kamus, dalam lomba peserta didik diuji kemampuan dalam mencari kosa kata arab dalam kamus munawwir.

Setelah kesuluruhan program Prakom selesai, para peserta didik yang telah menempuh pendidikan selama tiga bulan, disaring dengan melalui berbagai macam evaluasi guna mengetahui peserta didik yang lulus dan siap diwisuda, dengan standar kelulusan Pertama Peserta didik menguasai dan hafal materi futuhul mannan, dan Kedua Peserta didik mampu membaca kitab kuning dengan benar, untuk selanjutnya dilatih demonstrasi dan ditampilakan pada saat acara wisuda, dalam setiap tahunnya dilaksanakan dua kali wisuda lulusan prakom.

Kegiatan ARKOM
Kegiatan ARKOM

ARKOM (Alumni PRAKOM)

Arkom (Alumni Prakom) adalah Program lanjutan dari Prakom, lulusan program Prakom yang memiliki kemampuan cukup baik dan semangat kuat, dibina dan digembleng dengan berbagai macam kegiatan pada program Arkom ini, peserta didik pada program Arkom dibina untuk memahami dan menginterpretasikan kandungan kitab Fathul Qorib, hal itu diperkuat dengan tahapan-tahapan program :

Tahapan-Tahapan Program Arkom

  • Kajian Kitab Fathul Qorib, pada tahapan ini selain peserta didik Arkom menerima materi kajian Kitab Fathul Qorib dari Tutor, juga dituntut untuk bisa memebrikan Mafhum pada setiap materi yang yang disampaikan.
  • Peserta didik juga dibimbing oleh seorang tutor metode memahami kandungan kitab.
  • Puncaknya, semua peserta pada program Arkom juga diarahkan untuk melaksanakan Musyawarah Kitab Fathul Qorib, Membaca Kitab, Memberikan Arti, memahami dan menjalaskan kepada anggota musyawarah.

Setelah keseluruhan program Arkom tuntas, peserta program Arkom yang lulus secara otomatis akan menjadi Anggota Tetap Majlis Musyawarah Kutubud Diniyah (M2KD), dan wajib mengikuti keseluruhan program M2KD, dalam kegiatan Musyawarah M2KD Lulusan Arkom masuk pada Komisi C.

Majelis Musyawaroh Kutubuddiniyah (M2KD)

Majelis Musyawarah Kutubuddiniyah yang kemudian disingkat menjadi M2KD berdiri pada kurang lebih sekitar tahun 1999, yang merupakan hasil studi banding santri-santri senior Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata kebeberapa pondok pesantren yang ada diluar Madura. M2KD adalah organisasi sebuah otonom intra pesantren yang agenda kerjanya terkonsentrasi pada segmen kutubiyyah, khususnya yang berhubungan dengan permasalahan fiqh aktual.

Dan semenjak berdirinya M2KD sempat vakum pada sekitar tahun 2004, dan setelah itu barulah M2KD bangkit kembali dengan segala macam perubahan mulai dari program dan kegiatannya, sistem musyawarah hingga nama ketuanya yang dulunya diistilahkan dengan presiden maka setelah sempat mengalami stagnasi berubah menjadi kepala suku yang sekarang dirubah menjadi Direktur dengan penuh pertimbangan dan beberapa alasan yang tentunya sangat logis sekali.

Tujuan berdirinya M2KD adalah untuk mewadahi kreatifitas santri dalam “seni kitabiyah” yang dipadukan dengan program-program unggulan, seperti musyawarah, muraja’ah dan kajian-kajian yang lain. Organisasi ini terus berkembang dan mencari jati dirinya untuk mengembangkan penguasaan terhadap kutubussalaf.

Akhirnya pada permulaan tahun 2005, organisasi ini ditangani langsung oleh Ketua Dewan Pembina M2KD yang tak lain adalah Dewan A’wan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata RH. Moh Tohir Zain. Dibawah binaan beliau, M2KD berkembang pesat. Semenjak itulah Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata mulai aktif dalam acara bahtsul masail yang diadakan oleh beberapa pondok pesantren baik ditingkat Madura atau Jawa Timur.

Program-program Majelis Musyawaroh Kutubuddiniyah (M2KD)

Marhalah Mubtadiin,

Di marhalah ini ditargetkan para anggota sudah dapat menguasai kajian kitab kuning, meliputi teori baca kitab kuning, menentukan bentuk dan kedudukan dari tiap-tiap lafad serta  arti mufradat pada tek lafadnya.

Marhalah Mutaqoddimin,

Di marhalah ini pula para anggota majlis musyawaroh kutubuddiniyah (M2KD) juga ditargetkan sudah bisa membaca, memahami dan mentashowwurkan serta mempraktikkan isi kandungan kutubuddiniyah, sehingga mereka nantinya bisa mengkaji dan mampu menjabarkan sebuah ibarot hukum syara’ dengan menggunakan ibarat yang rasioinal.

Lembaga binaan M2KD

Seiring dengan pesatnya pertumbuhan dan perkembangan santri yang ingin mengikuti kegiatan pendidikan di M2KD dan untuk memberi bekal mereka di dalam memahami kutubussalaf, maka didirikanlah beberapa Lembaga Binaan M2KD (LBM) antara lain:

  1. PRAKOM (Pra Komisi)
  2. ARKOM (Alumni PRAKOM)
  3. FIKIH’S (Fikih Substansi)
  4. ALFANS (Alumni Fikih Substansi)

FIKIH’S (Fikih Substansi) dan ALFANS (Alumni Fikih Substansi)

FIKIH’S (Fikih Substansi)

Fikih substansi (FIKIH’S) Merupakan lembaga binaan M2KD, lembaga ini didirikan dengan tujuan agar santri dapat memahami ilmu fikih berikut dengan praktek dalam waktu tiga bulan, program ini juga tergolong program Akselerasi, untuk menunjang hal tersebut materi yang digunakan didesaing sedemikian mudah dan substanstif dengan bahasa Indonesia yang disarikan dari kitab Fathul Qorib.

Praktek FIQIH'S
Praktek FIQIH’S

Tahapan pembelajaran pada program ini, diawali dengan penyampaian Materi Fikih’s mengacu pada modul/materi yang telah disusun, diikuti dengan penjelasan tata cara dan praktek, sehingga peserta didik mengusasi isi materi sekaligus tata cara dan dapat mempraktekkan dengan benar, kegiatan penyampain materi ini dilakukan setiap hari aktif pesantren pada pagi hari setelah sholat subuh dan pada malam hari setelah kajian di musholla sampai sbelum jam belajar.

Peserta didik tidak hanya dituntut memahami materi, namun juga harus menghafal materi yang telah disampaikan dan menyetorkan hafalan kepada pembimbing masing-masing sampai semua materi tuntas disampaikan dan dihafal,  sedangkan pada saat jam belajar peserta didik dianjurkan untuk melaksanakan musyawaroh kitab taqrib, guna dapat mendalami materi dari sumber asli. pembelajaran pada program ini juga didukung dengan alat peraga sebagai penunjang bagi peserta didik, seperti satuan ukuran dalam ilmu fiqih

Untuk memperluas pemahaman tentang ilmu fikih bagi peserta pada program ini, stake holder FIKIH’S mengadakan kegiatan tambahan seperti pelatihan praktik ubudiyah, dengan mendatangkan narasumber dari luar pesantren yang notabene adalah Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata dan praktik menyembelih hewan.

Program FIKIH’S dibuka dua kali dalam setiap tahunnya, dengan rata-rata peserta pada setiap angkantan kurang lebih 50 peserta, setelah peserta didik menyelesaikan semua tahapan kegiatan, peserta disaring melalui evaluasi guna menentukan peserta yang lulus dan berhak diwisuda sesuai dengan komtensi lulusan yang ditetapkan pada program FIKIH’, acara wisuda dilaksanakan menjelang hari libur pesantren.

ALFANS (Alumni Fikih Substansi)

Santri yang telah dinyatakan lulus pada program FIKIH’S, dapat mengikuti program lanjutan yaitu ALFANS (Alumni Fikih Substansi), diharapkan santri yang melanjutkan pada program Alfans ini dapat mengembangkan kemampuannya di Ilmu Fiqih, meskipun tidak semua alumni FIKIH”S mengikuti program ALFANS.

Santri yang melanjutkan pada program ALFANS dihadapkan dengan program pembelajaran Ilmu Faroidl (Mawaris), dapat memahami teori-teori Ilmu Faroidl dan mempraktekkan, program ini juga dilaksankan selama kurang lebih tiga bulan, ketika peserta sudah menuntaskan program pembelajaran faroidl dan dianggap lulus maka akan diwisuda yang kedua kalinya, setelah sebelumnya diwisuda pada program FIKIH’S.

 

 

Kegiatan Pendidikan Daerah (Asrama)

Secara umum, kegiatan belajar di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata disamping dilaksanakan di musholla yang ditangani langsung oleh Kabid Pendidikan Dan Pengajaran Dewan Ma’hadiyah, juga dilaksanakan di daerah atau asrama santri dan ditangani langsung oleh kepala daerah dan para pengurusnya, kegiatan tersebut terdiri dari :

Pendidikan tajwid, Tartil dan Halaqoh Tadarus Al-Qur’an    

Pendidikan Al-Qur’an di asrama santri dilaksanakan pada jam 17.45 – 18.15 WIB. Program ini dilaksanakan setelah kegiatan shalat berjamaah di musholla. Kegiatan ini dikelola oleh pimpinan asrama setempat dengan menggunakan tenaga pengajar yang sudah memiliki kapabilitas dalam bidang Al-Qur’an. ini ditujukan bagi santri pemula dan santri yang masih belum mampu membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Pada umumnya, anak didik dari program ini merupakan santri yang masih duduk di jenjang pendidikan MI, MTs dan MA. Mambaul Ulum Bata-Bata.

Program ini dilaksanakan di tiap-tiap asrama secara berjenjang atau klasikal dengan penekanan materi yang sifatnya berbeda-beda. Jenjang atau marhalah tersebut adalah, selain itu pada setiap hari aktif selain dari hari selasa dan jum’at terdapat dua hari dimana pada dua hari tersebut diselenggarakan kegiatan Halaqoh Tadarus Al-Qur’an (HTQ) pada jam 05.00-05.45 WIB, kegiatan praktek baca Al-Qur’an dengan system tutor sebaya, artinya satu sama antar peserta HTQ saling memperhatikan dan menegur bacaan temannya yang dianggap salah.

  • Ula

Marhalah ini merupakan jenjang pendidikan bagi pemula yang belum memiliki dasar dan pengalaman dalam bidang Al-Qur’an. Penekanan dan kompetensi yang ditergetkan dalam jenjang ini adalah dalam bidang kefasihan dan tajwid,

  • Wushtho

Marhalah ini adalah jejang pendidikan bagi santri yang telah memiliki dasar dan pengalaman. Baca Al-Qur’an baik dalam bidang tajwid maupun kelancaran membaca Al-Qur’an. Sehingga, penekanan dan kompetensi yang ditargetkan terlebih pada aspek pengembangan lagu-lagu tartil,

  • Ulya

Penekanannya pada aspek kelancaran dan kefasihan.

Kajian Tindak Lanjut Ilmu Nahwu    

Kajian tindak lanjut merupakan kajian nahwiyah sebagai pendalaman dari meteri ilmu Nahwu yang dilaksanakan secara umum di musholla. dilatarbelakangi oleh keterbatasan waktu pembelajaran di musholla untuk materi ini serta jumlah santri yang sangat banyak, sehingga masing-masing individu santri merasa kurang memahami pembahasan materi tersebut secara mendalam. Sehingga dilaksanakanlah kajian khusus untuk pendalaman materi nahwu ini dengan ditangani oleh kepala derah atau ketua asrama.

Kajian ini dibagi menjadi tiga marhalah, yaitu; Marhalah Ula dengan menggunaan Materi prakom (Futuhul Mannan), Marhalah Wushtho dengan menggunakan Takmilah dan Marhalah ‘Ulya dengan kitab Kawakib Ad-Durriyah sebagai pegangan, waktu pelaksanaan program ini adalah pada jam 19.30-20.15 WIB.

Halaqah Tadarus Kitab (HTK)   

HTK atau Halaqah Tadarus Kitab adalah program yang diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning. Program ini merupakan program praktik setelah santri mendapatkan pemahaman teori nahwiyah dan shorfiyah. pelaksanaan program ini adalah dengan memberi kesempatan kepada santri untuk praktek membaca kitab sementara yang lain meneliti bacaan tersebut kemudian memberikan koreksi pada bacaan yang dianggap salah secara Nahwiyah dan shorfiyah.

New Picture (9)Waktu pelaksanaan program ini adalah jam 05.00-05.45 WIB. Pelaksanaan kegiatan ini dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu; Marhalah Ula menggunakan kitab Safinatun Najah, Marhalah Wushtha menggunakan kitab Fathul Qorib dan Marhalah ‘Ulya menggunakan kitab Ibanatul Ahkam. Pembagian ini didasarkan pada kemampuan dan tingkat pengetahuan yang dimiliki santri.

Koppontren AUBA

Rapat Anggota Tahunan Koppontren  AUBA
Rapat Anggota Tahunan Koppontren AUBA

Di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata selain mengelola kegiatan pendidikan baik secara formal maupun non formal dan kegiatan pendukung lainnya, juga mengelola sebuah aktivitas yang mengarah pada pengembangan ekonomi pesantren, atau saat ini populer dengan istilah Kemandirian ekonomi pesantren, kegiatan tersebut dikelola dan dikembangkan Koperasi Pondok Pesantren Aneka Usaha Bata-Bata atau yang lebih dikenal dengan Koppontren Auba, lembaga profit ini berdiri pada tanggal 15 Maret 1995 dan sejak tanggal itu pula resmi berbadan hukum. dengan badan Hukum No.7966/BH/II/95, pada proses berdirinya Koppontren Auba diprakarsai langsung oleh Pengasuh dan Dewan Pengasuh, Dewan A’wan Pondok Pesantren Mambaul ulum Bata-Bata.

Pada awal beridirnya Koppontren Auba hanya memiliki beberapa Unit Usaha, namun seiring dengan berjalannya waktu Koppontren Auba mengalami perkembangan yang cukup berarti, meskipun dibenturkan dengan berbagai macam hambatan dan masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi, sejatinya berdirinya koperasi ini atas dasar keinginan untuk memiliki unit usaha yang dapat menopang terhadap stabilitas ekonomi dan kemandirian Pondok Pesantren. serta yang tidak kalah pentingnya adalah sebagai wahana/sarana santri untuk belajar hidup mandiri dan berusaha sendiri demi kelangsungan hidupnya setelah terjun ditengah-tengah masyarakat.

Aktivitas usaha Koppontren AUBA sebagai badan usaha yang bergerak dibidang perdagangan dan jasa, tidak jauh sebagaimana lazimnya koperasi yang berdiri secara formal di bawah naungan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten pamekasan, Kopontren  AUBA juga melakukan kegiatan simpananan dengan santri sebagai anggota, Kegiatan simpanan ini, direalisasikan dari awal tahun 2012 sampai saat ini, dengan beragam jenis simpanan, mulai dari simpanan Pokok dan Wajib yang kedua-duanya tidak dapat diambil kecuali anggota/santri hendak berhenti.

Dalam perkembangannya simpanan Pokok dan Wajib mendapat respon yang baik dari santri meskipun hal ini dilakukan dengan berbagai macam pendakatan, sehingga pada data terakhir jumlah anggota/santri yang aktif menyimpan di simpanan pokok dan wajib berjumlah : 5621 anggota, Selain itu juga Simpanan sukarela (Simpanan sukarela paket Maulid dan Simpanan sukarela paket Ramadhan), dan simpanan manasuka.

Sedangkan dalam hal aktivitas usaha di bidang perdagangan koppontren auba mengelola beberapa Unit Usaha diantaranya : Kantin Nurani, Depot Nurani, Auba Toserba, Toko Kitab, Toko Mumtaz (Pecah Belah) Multi kredit dan Peternakan, untuk unit usaha yang bergerak di bidang jasa seperti Wartel, Penyewaan Sound System, Photografi, Pos & Giro, Auba Transport, Percetakan. Dari berbagai macam unit usaha itu, koppontren auba menghasilkan SHU (Sisa Hasil Usaha) setiap tahunnya, pada saat Tutup Buku Tahun 2013 omset/pendapatan usaha yang dihasilkan sebesar Rp. 3,051,180,548 dan SHU sebesar Rp. 320,613,252.

LPTP dan DPBA Di PP Mambaul Ulum Bata-Bata

Lembaga Pengembangan Tenaga Pendidik (LPTP)

LPTP merupakan langkah Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata–Bata dalam menumbuh kembangkan dan meningkatkan kualitas tenaga pendidik dalam mengajar di pendidikan yang diselenggarakan di daerah (Asrama) baik sebagai pengelola maupun sebagai tenaga pengajar dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan–kegiatan yang terprogram di LPTP pada dasarnya di klasifikasikan pada dua macam, yaitu : pendalaman baca kitab kuning dan kuliah malam.

  • Pendalaman baca kitab kuning serta Tahsinul Qiroatul Qur’an.

Program pendalaman baca kitab kuning serta Tahsinul Qiroatul Qur’an adalah program pembelajaran yang di sediakan bagi santri yang di persiapkan untuk menjadi tenaga pengajar di daerah (kader peserta didik daerah). Dalam program ini peserta didik akan di gembleng untuk fasih dan lancar baca kitab kuning serta memahami nahwu dan sorrof secara lebih mendalam lagi, dengan tujuan supaya mereka bisa lebih siap dan maksimal dalam mengemban amanahnya sebagai tenaga pengajar daerah.

  • Kuliah malam.

Kuliah malam merupakan program pembelajaran LPTP yang di siapkan bagi santri yang di daerah sudah menjadi fungsionaris (pengelola daerah), baik mereka yang bergerak pada bidang kepemimpinan, administrasi, keuangan, pendidikan dan lain–lain. Dalam program ini mereka akan di ajarkan cara–cara bagaimana mengelola sebuah organisasi dengan baik sesuai dengan kinerja mereka masing–masing di daerah, sehingga secara spesifik program kuliah malam terbagi menjadi beberapa kegiatan sebagaimana berikut :

  • Strategi Pembelajaran.
  • Perencanaan Pendidikan.
  • Administrasi Pendidikan.
  • Menejemen Organisasi.
  • Kepemimpinan

New Picture (8)Divisi Pentashih Baca Al-Qur’an (DPBA)

Divisi pentashih baca Al-Qur’an merupakan salah satu instansi di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, DPBA didirikan pada tanggal 15 oktober 2013 atas inisiatif pengurus Dewan Ma’hadiyah, yang kemudian diangkat pada saat rapat koordinasi bersama antara pengurus Dewan Ma’hadiyah, Dewan Madrasiyah, Taudzifiyah, Amnil ‘Am dan jajaran kepala Madrasah di lingkungan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, dan terjadi kesepakatan untuk mendirikan Divisi Pentashih Baca Al-Qur’an.

Didirikannya Divisi Pentashih Baca Al-Qur’an atau dikenal dengan DPBA, bertujuan untuk mengevaluasi dan membimbing santri didalam baca Al-Qur’an sehingga santri lulusan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata memiliki kemampauan minimal yang menjadi standar lulus pada Instansi DPBA dalam hal membaca Al-Qur’an, hal ini sangat dibutuhkan oleh para santri baik ketika diutus sebagai guru tugas, maupun ketika terjun di tengah-tengah masyarakat.

Program-Program Divisi Pentashih Baca Al-Qur’an (DPBA)

Tes baca Al-Qur’an

Divisi Pentashih Baca Al-Qur’an melaksanakan tes baca Al-Qur’an bagi santri pada jam 18:30 (malam) dan jam 05:30 (pagi), bagi santri yang sudah dinyatakan lulus tes akan mendapatkan sertifikat dan sertifikat tersebut dapat dijadikan bukti, mengingat syarat kelulusan di setiap jenjang pendidikan formal yang berada di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata diantaranya harus memiliki Sertifikat Bukti Lulus Tes Baca Al-Qur’an.

Divisi Pentashih Baca Al-Qur’an juga melaksanakan pelatihan dan pembinaan Baca Al-Qur’an, untuk peserta bimbingan ini lebih di prioritaskan pada siswa kelas akhir Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dalam pelaksanaan bimbingan ini diklasifikasikan menjadi beberapa level, mulai dari level A, Level B dan Level C, sehingga bimbingan yang diikuti bisa berlanjut, dari setiap jenjang ini harus dituntaskan dalam jangka waktu 1 bulan.

Bimbingan level A

Pada level ini bimbingan difokuskan pada cara membaca Al-Qur’an yang benar  seperti penguasaan tajwid (hukum nun sukun dan tanwin, mim sukun, ghunnah musyaddadah, qolqolah dan macam-macam mad) serta tiga lagu tartilul qur’an (bayati, nahawan dan jaharkah).

Bimbingan level B

Jenjang ini merupakan jenjang lanjutan dari level A, fokus bimbingan pada level ini melanjutkan dan menyempurnakan cara membaca Al-Qur’an, yaitu merupakan pengembangan dari hukum cara baca al-Qur’an dengan baik dan benar, materi tersebut meliputi makhorijul huruf dan sifatul huruf serta dua lagu Tartilul Qur’an (rosh dan sika).

Bimbingan level C

Level C merupakan level terakhir dan penyempurna dari bimbingan pada level B. materi yang dikembangkan pada Level ini meliputi ghroibul Qur’an dan ditambah 2 lagu tartilul Qur’an (shoba dan hijaz).

Khotmul Qur’an

Setiap dua minggu sekali para pengurus Divisi Pentashih Baca Al-Qur’an melaksanakan kegiatan hataman bersama dengan tujuan terciptanya suasana baca Al-Qur’an di pengurusan Divisi Pentashih Baca Al-Qur’an (DPBA) pada khususnya dan semua santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata pada umumnya.

 Sumber: Profil PP Mambaul Ulum Bata-Bata, Edisi 2014

رابطة خرجي معهد منبع العلوم بتابتا

%d blogger menyukai ini: