Majelis Musyawaroh Kutubuddiniyah (M2KD)

Majelis Musyawarah Kutubuddiniyah yang kemudian disingkat menjadi M2KD berdiri pada kurang lebih sekitar tahun 1999, yang merupakan hasil studi banding santri-santri senior Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata kebeberapa pondok pesantren yang ada diluar Madura. M2KD adalah organisasi sebuah otonom intra pesantren yang agenda kerjanya terkonsentrasi pada segmen kutubiyyah, khususnya yang berhubungan dengan permasalahan fiqh aktual.

Dan semenjak berdirinya M2KD sempat vakum pada sekitar tahun 2004, dan setelah itu barulah M2KD bangkit kembali dengan segala macam perubahan mulai dari program dan kegiatannya, sistem musyawarah hingga nama ketuanya yang dulunya diistilahkan dengan presiden maka setelah sempat mengalami stagnasi berubah menjadi kepala suku yang sekarang dirubah menjadi Direktur dengan penuh pertimbangan dan beberapa alasan yang tentunya sangat logis sekali.

Tujuan berdirinya M2KD adalah untuk mewadahi kreatifitas santri dalam “seni kitabiyah” yang dipadukan dengan program-program unggulan, seperti musyawarah, muraja’ah dan kajian-kajian yang lain. Organisasi ini terus berkembang dan mencari jati dirinya untuk mengembangkan penguasaan terhadap kutubussalaf.

Akhirnya pada permulaan tahun 2005, organisasi ini ditangani langsung oleh Ketua Dewan Pembina M2KD yang tak lain adalah Dewan A’wan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata RH. Moh Tohir Zain. Dibawah binaan beliau, M2KD berkembang pesat. Semenjak itulah Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata mulai aktif dalam acara bahtsul masail yang diadakan oleh beberapa pondok pesantren baik ditingkat Madura atau Jawa Timur.

Program-program Majelis Musyawaroh Kutubuddiniyah (M2KD)

Marhalah Mubtadiin,

Di marhalah ini ditargetkan para anggota sudah dapat menguasai kajian kitab kuning, meliputi teori baca kitab kuning, menentukan bentuk dan kedudukan dari tiap-tiap lafad serta  arti mufradat pada tek lafadnya.

Marhalah Mutaqoddimin,

Di marhalah ini pula para anggota majlis musyawaroh kutubuddiniyah (M2KD) juga ditargetkan sudah bisa membaca, memahami dan mentashowwurkan serta mempraktikkan isi kandungan kutubuddiniyah, sehingga mereka nantinya bisa mengkaji dan mampu menjabarkan sebuah ibarot hukum syara’ dengan menggunakan ibarat yang rasioinal.

Lembaga binaan M2KD

Seiring dengan pesatnya pertumbuhan dan perkembangan santri yang ingin mengikuti kegiatan pendidikan di M2KD dan untuk memberi bekal mereka di dalam memahami kutubussalaf, maka didirikanlah beberapa Lembaga Binaan M2KD (LBM) antara lain:

  1. PRAKOM (Pra Komisi)
  2. ARKOM (Alumni PRAKOM)
  3. FIKIH’S (Fikih Substansi)
  4. ALFANS (Alumni Fikih Substansi)

FIKIH’S (Fikih Substansi) dan ALFANS (Alumni Fikih Substansi)

FIKIH’S (Fikih Substansi)

Fikih substansi (FIKIH’S) Merupakan lembaga binaan M2KD, lembaga ini didirikan dengan tujuan agar santri dapat memahami ilmu fikih berikut dengan praktek dalam waktu tiga bulan, program ini juga tergolong program Akselerasi, untuk menunjang hal tersebut materi yang digunakan didesaing sedemikian mudah dan substanstif dengan bahasa Indonesia yang disarikan dari kitab Fathul Qorib.

Praktek FIQIH'S
Praktek FIQIH’S

Tahapan pembelajaran pada program ini, diawali dengan penyampaian Materi Fikih’s mengacu pada modul/materi yang telah disusun, diikuti dengan penjelasan tata cara dan praktek, sehingga peserta didik mengusasi isi materi sekaligus tata cara dan dapat mempraktekkan dengan benar, kegiatan penyampain materi ini dilakukan setiap hari aktif pesantren pada pagi hari setelah sholat subuh dan pada malam hari setelah kajian di musholla sampai sbelum jam belajar.

Peserta didik tidak hanya dituntut memahami materi, namun juga harus menghafal materi yang telah disampaikan dan menyetorkan hafalan kepada pembimbing masing-masing sampai semua materi tuntas disampaikan dan dihafal,  sedangkan pada saat jam belajar peserta didik dianjurkan untuk melaksanakan musyawaroh kitab taqrib, guna dapat mendalami materi dari sumber asli. pembelajaran pada program ini juga didukung dengan alat peraga sebagai penunjang bagi peserta didik, seperti satuan ukuran dalam ilmu fiqih

Untuk memperluas pemahaman tentang ilmu fikih bagi peserta pada program ini, stake holder FIKIH’S mengadakan kegiatan tambahan seperti pelatihan praktik ubudiyah, dengan mendatangkan narasumber dari luar pesantren yang notabene adalah Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata dan praktik menyembelih hewan.

Program FIKIH’S dibuka dua kali dalam setiap tahunnya, dengan rata-rata peserta pada setiap angkantan kurang lebih 50 peserta, setelah peserta didik menyelesaikan semua tahapan kegiatan, peserta disaring melalui evaluasi guna menentukan peserta yang lulus dan berhak diwisuda sesuai dengan komtensi lulusan yang ditetapkan pada program FIKIH’, acara wisuda dilaksanakan menjelang hari libur pesantren.

ALFANS (Alumni Fikih Substansi)

Santri yang telah dinyatakan lulus pada program FIKIH’S, dapat mengikuti program lanjutan yaitu ALFANS (Alumni Fikih Substansi), diharapkan santri yang melanjutkan pada program Alfans ini dapat mengembangkan kemampuannya di Ilmu Fiqih, meskipun tidak semua alumni FIKIH”S mengikuti program ALFANS.

Santri yang melanjutkan pada program ALFANS dihadapkan dengan program pembelajaran Ilmu Faroidl (Mawaris), dapat memahami teori-teori Ilmu Faroidl dan mempraktekkan, program ini juga dilaksankan selama kurang lebih tiga bulan, ketika peserta sudah menuntaskan program pembelajaran faroidl dan dianggap lulus maka akan diwisuda yang kedua kalinya, setelah sebelumnya diwisuda pada program FIKIH’S.

 

 

Kegiatan Pendidikan Daerah (Asrama)

Secara umum, kegiatan belajar di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata disamping dilaksanakan di musholla yang ditangani langsung oleh Kabid Pendidikan Dan Pengajaran Dewan Ma’hadiyah, juga dilaksanakan di daerah atau asrama santri dan ditangani langsung oleh kepala daerah dan para pengurusnya, kegiatan tersebut terdiri dari :

Pendidikan tajwid, Tartil dan Halaqoh Tadarus Al-Qur’an    

Pendidikan Al-Qur’an di asrama santri dilaksanakan pada jam 17.45 – 18.15 WIB. Program ini dilaksanakan setelah kegiatan shalat berjamaah di musholla. Kegiatan ini dikelola oleh pimpinan asrama setempat dengan menggunakan tenaga pengajar yang sudah memiliki kapabilitas dalam bidang Al-Qur’an. ini ditujukan bagi santri pemula dan santri yang masih belum mampu membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Pada umumnya, anak didik dari program ini merupakan santri yang masih duduk di jenjang pendidikan MI, MTs dan MA. Mambaul Ulum Bata-Bata.

Program ini dilaksanakan di tiap-tiap asrama secara berjenjang atau klasikal dengan penekanan materi yang sifatnya berbeda-beda. Jenjang atau marhalah tersebut adalah, selain itu pada setiap hari aktif selain dari hari selasa dan jum’at terdapat dua hari dimana pada dua hari tersebut diselenggarakan kegiatan Halaqoh Tadarus Al-Qur’an (HTQ) pada jam 05.00-05.45 WIB, kegiatan praktek baca Al-Qur’an dengan system tutor sebaya, artinya satu sama antar peserta HTQ saling memperhatikan dan menegur bacaan temannya yang dianggap salah.

  • Ula

Marhalah ini merupakan jenjang pendidikan bagi pemula yang belum memiliki dasar dan pengalaman dalam bidang Al-Qur’an. Penekanan dan kompetensi yang ditergetkan dalam jenjang ini adalah dalam bidang kefasihan dan tajwid,

  • Wushtho

Marhalah ini adalah jejang pendidikan bagi santri yang telah memiliki dasar dan pengalaman. Baca Al-Qur’an baik dalam bidang tajwid maupun kelancaran membaca Al-Qur’an. Sehingga, penekanan dan kompetensi yang ditargetkan terlebih pada aspek pengembangan lagu-lagu tartil,

  • Ulya

Penekanannya pada aspek kelancaran dan kefasihan.

Kajian Tindak Lanjut Ilmu Nahwu    

Kajian tindak lanjut merupakan kajian nahwiyah sebagai pendalaman dari meteri ilmu Nahwu yang dilaksanakan secara umum di musholla. dilatarbelakangi oleh keterbatasan waktu pembelajaran di musholla untuk materi ini serta jumlah santri yang sangat banyak, sehingga masing-masing individu santri merasa kurang memahami pembahasan materi tersebut secara mendalam. Sehingga dilaksanakanlah kajian khusus untuk pendalaman materi nahwu ini dengan ditangani oleh kepala derah atau ketua asrama.

Kajian ini dibagi menjadi tiga marhalah, yaitu; Marhalah Ula dengan menggunaan Materi prakom (Futuhul Mannan), Marhalah Wushtho dengan menggunakan Takmilah dan Marhalah ‘Ulya dengan kitab Kawakib Ad-Durriyah sebagai pegangan, waktu pelaksanaan program ini adalah pada jam 19.30-20.15 WIB.

Halaqah Tadarus Kitab (HTK)   

HTK atau Halaqah Tadarus Kitab adalah program yang diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning. Program ini merupakan program praktik setelah santri mendapatkan pemahaman teori nahwiyah dan shorfiyah. pelaksanaan program ini adalah dengan memberi kesempatan kepada santri untuk praktek membaca kitab sementara yang lain meneliti bacaan tersebut kemudian memberikan koreksi pada bacaan yang dianggap salah secara Nahwiyah dan shorfiyah.

New Picture (9)Waktu pelaksanaan program ini adalah jam 05.00-05.45 WIB. Pelaksanaan kegiatan ini dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu; Marhalah Ula menggunakan kitab Safinatun Najah, Marhalah Wushtha menggunakan kitab Fathul Qorib dan Marhalah ‘Ulya menggunakan kitab Ibanatul Ahkam. Pembagian ini didasarkan pada kemampuan dan tingkat pengetahuan yang dimiliki santri.

Koppontren AUBA

Rapat Anggota Tahunan Koppontren  AUBA
Rapat Anggota Tahunan Koppontren AUBA

Di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata selain mengelola kegiatan pendidikan baik secara formal maupun non formal dan kegiatan pendukung lainnya, juga mengelola sebuah aktivitas yang mengarah pada pengembangan ekonomi pesantren, atau saat ini populer dengan istilah Kemandirian ekonomi pesantren, kegiatan tersebut dikelola dan dikembangkan Koperasi Pondok Pesantren Aneka Usaha Bata-Bata atau yang lebih dikenal dengan Koppontren Auba, lembaga profit ini berdiri pada tanggal 15 Maret 1995 dan sejak tanggal itu pula resmi berbadan hukum. dengan badan Hukum No.7966/BH/II/95, pada proses berdirinya Koppontren Auba diprakarsai langsung oleh Pengasuh dan Dewan Pengasuh, Dewan A’wan Pondok Pesantren Mambaul ulum Bata-Bata.

Pada awal beridirnya Koppontren Auba hanya memiliki beberapa Unit Usaha, namun seiring dengan berjalannya waktu Koppontren Auba mengalami perkembangan yang cukup berarti, meskipun dibenturkan dengan berbagai macam hambatan dan masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi, sejatinya berdirinya koperasi ini atas dasar keinginan untuk memiliki unit usaha yang dapat menopang terhadap stabilitas ekonomi dan kemandirian Pondok Pesantren. serta yang tidak kalah pentingnya adalah sebagai wahana/sarana santri untuk belajar hidup mandiri dan berusaha sendiri demi kelangsungan hidupnya setelah terjun ditengah-tengah masyarakat.

Aktivitas usaha Koppontren AUBA sebagai badan usaha yang bergerak dibidang perdagangan dan jasa, tidak jauh sebagaimana lazimnya koperasi yang berdiri secara formal di bawah naungan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten pamekasan, Kopontren  AUBA juga melakukan kegiatan simpananan dengan santri sebagai anggota, Kegiatan simpanan ini, direalisasikan dari awal tahun 2012 sampai saat ini, dengan beragam jenis simpanan, mulai dari simpanan Pokok dan Wajib yang kedua-duanya tidak dapat diambil kecuali anggota/santri hendak berhenti.

Dalam perkembangannya simpanan Pokok dan Wajib mendapat respon yang baik dari santri meskipun hal ini dilakukan dengan berbagai macam pendakatan, sehingga pada data terakhir jumlah anggota/santri yang aktif menyimpan di simpanan pokok dan wajib berjumlah : 5621 anggota, Selain itu juga Simpanan sukarela (Simpanan sukarela paket Maulid dan Simpanan sukarela paket Ramadhan), dan simpanan manasuka.

Sedangkan dalam hal aktivitas usaha di bidang perdagangan koppontren auba mengelola beberapa Unit Usaha diantaranya : Kantin Nurani, Depot Nurani, Auba Toserba, Toko Kitab, Toko Mumtaz (Pecah Belah) Multi kredit dan Peternakan, untuk unit usaha yang bergerak di bidang jasa seperti Wartel, Penyewaan Sound System, Photografi, Pos & Giro, Auba Transport, Percetakan. Dari berbagai macam unit usaha itu, koppontren auba menghasilkan SHU (Sisa Hasil Usaha) setiap tahunnya, pada saat Tutup Buku Tahun 2013 omset/pendapatan usaha yang dihasilkan sebesar Rp. 3,051,180,548 dan SHU sebesar Rp. 320,613,252.

LPTP dan DPBA Di PP Mambaul Ulum Bata-Bata

Lembaga Pengembangan Tenaga Pendidik (LPTP)

LPTP merupakan langkah Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata–Bata dalam menumbuh kembangkan dan meningkatkan kualitas tenaga pendidik dalam mengajar di pendidikan yang diselenggarakan di daerah (Asrama) baik sebagai pengelola maupun sebagai tenaga pengajar dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan–kegiatan yang terprogram di LPTP pada dasarnya di klasifikasikan pada dua macam, yaitu : pendalaman baca kitab kuning dan kuliah malam.

  • Pendalaman baca kitab kuning serta Tahsinul Qiroatul Qur’an.

Program pendalaman baca kitab kuning serta Tahsinul Qiroatul Qur’an adalah program pembelajaran yang di sediakan bagi santri yang di persiapkan untuk menjadi tenaga pengajar di daerah (kader peserta didik daerah). Dalam program ini peserta didik akan di gembleng untuk fasih dan lancar baca kitab kuning serta memahami nahwu dan sorrof secara lebih mendalam lagi, dengan tujuan supaya mereka bisa lebih siap dan maksimal dalam mengemban amanahnya sebagai tenaga pengajar daerah.

  • Kuliah malam.

Kuliah malam merupakan program pembelajaran LPTP yang di siapkan bagi santri yang di daerah sudah menjadi fungsionaris (pengelola daerah), baik mereka yang bergerak pada bidang kepemimpinan, administrasi, keuangan, pendidikan dan lain–lain. Dalam program ini mereka akan di ajarkan cara–cara bagaimana mengelola sebuah organisasi dengan baik sesuai dengan kinerja mereka masing–masing di daerah, sehingga secara spesifik program kuliah malam terbagi menjadi beberapa kegiatan sebagaimana berikut :

  • Strategi Pembelajaran.
  • Perencanaan Pendidikan.
  • Administrasi Pendidikan.
  • Menejemen Organisasi.
  • Kepemimpinan

New Picture (8)Divisi Pentashih Baca Al-Qur’an (DPBA)

Divisi pentashih baca Al-Qur’an merupakan salah satu instansi di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, DPBA didirikan pada tanggal 15 oktober 2013 atas inisiatif pengurus Dewan Ma’hadiyah, yang kemudian diangkat pada saat rapat koordinasi bersama antara pengurus Dewan Ma’hadiyah, Dewan Madrasiyah, Taudzifiyah, Amnil ‘Am dan jajaran kepala Madrasah di lingkungan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, dan terjadi kesepakatan untuk mendirikan Divisi Pentashih Baca Al-Qur’an.

Didirikannya Divisi Pentashih Baca Al-Qur’an atau dikenal dengan DPBA, bertujuan untuk mengevaluasi dan membimbing santri didalam baca Al-Qur’an sehingga santri lulusan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata memiliki kemampauan minimal yang menjadi standar lulus pada Instansi DPBA dalam hal membaca Al-Qur’an, hal ini sangat dibutuhkan oleh para santri baik ketika diutus sebagai guru tugas, maupun ketika terjun di tengah-tengah masyarakat.

Program-Program Divisi Pentashih Baca Al-Qur’an (DPBA)

Tes baca Al-Qur’an

Divisi Pentashih Baca Al-Qur’an melaksanakan tes baca Al-Qur’an bagi santri pada jam 18:30 (malam) dan jam 05:30 (pagi), bagi santri yang sudah dinyatakan lulus tes akan mendapatkan sertifikat dan sertifikat tersebut dapat dijadikan bukti, mengingat syarat kelulusan di setiap jenjang pendidikan formal yang berada di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata diantaranya harus memiliki Sertifikat Bukti Lulus Tes Baca Al-Qur’an.

Divisi Pentashih Baca Al-Qur’an juga melaksanakan pelatihan dan pembinaan Baca Al-Qur’an, untuk peserta bimbingan ini lebih di prioritaskan pada siswa kelas akhir Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dalam pelaksanaan bimbingan ini diklasifikasikan menjadi beberapa level, mulai dari level A, Level B dan Level C, sehingga bimbingan yang diikuti bisa berlanjut, dari setiap jenjang ini harus dituntaskan dalam jangka waktu 1 bulan.

Bimbingan level A

Pada level ini bimbingan difokuskan pada cara membaca Al-Qur’an yang benar  seperti penguasaan tajwid (hukum nun sukun dan tanwin, mim sukun, ghunnah musyaddadah, qolqolah dan macam-macam mad) serta tiga lagu tartilul qur’an (bayati, nahawan dan jaharkah).

Bimbingan level B

Jenjang ini merupakan jenjang lanjutan dari level A, fokus bimbingan pada level ini melanjutkan dan menyempurnakan cara membaca Al-Qur’an, yaitu merupakan pengembangan dari hukum cara baca al-Qur’an dengan baik dan benar, materi tersebut meliputi makhorijul huruf dan sifatul huruf serta dua lagu Tartilul Qur’an (rosh dan sika).

Bimbingan level C

Level C merupakan level terakhir dan penyempurna dari bimbingan pada level B. materi yang dikembangkan pada Level ini meliputi ghroibul Qur’an dan ditambah 2 lagu tartilul Qur’an (shoba dan hijaz).

Khotmul Qur’an

Setiap dua minggu sekali para pengurus Divisi Pentashih Baca Al-Qur’an melaksanakan kegiatan hataman bersama dengan tujuan terciptanya suasana baca Al-Qur’an di pengurusan Divisi Pentashih Baca Al-Qur’an (DPBA) pada khususnya dan semua santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata pada umumnya.

 Sumber: Profil PP Mambaul Ulum Bata-Bata, Edisi 2014

Kajian Kitab Kuning

Kajian Kitab Kuning

Program pengajian kitab kuning ini diharapkan dapat mengasah kemampuan santri dalam membaca kitab kuning yang merupakan ciri khas dari pondok pesantren. dalam aplikasinya, program pengajian kitab kuning ini diselenggarakan secara berjenjang, berdasarkan tingkat pendidikan formall santri. Adapun kitab yang dijadikan bahan kajian kitab kuning meliputi:

Kajian Wajib
Kajian Wajib

Kajian untuk dua kitab tersebut diatas wajib diikuti oleh semua santri pada jenjang pendidikan MI A dan B, MTs A, MA A dan MA IPA Kelas 1 dan 2, serta kelas 1-2 SMK. Dua Kitab tersebut diajarakan secara turun temurun dan tidak mengalami perubahan. Kajian kitab ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang ilmu alat yang berhubungan dengan kemampuan baca kitab gundul kepada santri.

Setelah kajian dua kitab tersebut selesai, selanjutnya kajian diteruskan dengan kajian kitab pada bidang berbeda yang mengalami pergantian setelah meteri kitab tersebut khatam atau rampung. Kajian ini umumnya diikuti oleh santri dewasa yakni santri pada jenjang pendidikan MTS B, Kelas 3 SMK dan kelas 3 MA A dan IPA serta kelas 1, 2 dan 3 MA B. Kajian ini dilaksanakan di musholla Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata. Kajian ini bertujuan untuk membekali santri dengan pengalaman-pengalaman terhadap kitab-kitab fiqih, tafsir, tashawwuf usul fiqh dan sosial yang muqorror. Kajian tersebut untuk kali ini terdiri dariNew Picture (3)

New Picture (4)
Kajian Siang Menjelang Sore

Pada Siang menjelang sore hari, santri juga disuguhkan dengan kajian kitab kuning. Kitab yang dikaji Kajian ini juga tidak mengalami perubahan. Kajian kitab ini diikuti oleh semua santri pada setiap jenjang pendidikan, bertempat di musholla. dengan tujuan untuk membekali santri dengan ilmu fiqih dan tashawwuf dasar. Kajian tersebut terdiri dari:

Kemudian, santri selain bisa mengikuti kajian kitab kunig di atas mereka juga bisa mangikutinya pada waktu sore menjelang maghrib yang mana kajian ini diisi langsung oleh Pengasuh dan Dewan A’wan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, serta kajian ini merupakan kajian yang bisa diikuti santri secara umum. Berikut ini merupakan kitab-kitab yang dijadikan bahan kajiannya.New Picture (5)

Selain kajian yang yang diisi langsung oleh Pengasuh dan Dewan A’wan di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata juga diselenggarakan kajian yang diisi oleh para asatidz di beberapa lokasi dengan berbagai macam kitab, sebagaimana table berikut :

New Picture (6) New Picture (7)

Dewan Amnil ‘Am, Biro Keuangan dan BP5

Kantor Dewan Amnil 'Am PP. Mambaul Ulum Bata-Bata
Kantor Dewan Amnil ‘Am PP. Mambaul Ulum Bata-Bata

Dewan Amnil ‘Am

Dewan Amnil ‘Am adalah instansi khusus yang ditugaskan untuk memberikan pelayanan keamanan dan ketertiban di lingkungan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata. Instansi ini juga sangat berperan penting untuk menegakkan kedisiplinan pada santri baik di lingkungan pesantren atau di lingkungan lembaga pendidikan formal Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata.

Dewan Amnil ‘Am juga diberikan tangggung jawab untuk menciptakan kondisi lingkungan yang mendukung terhadap kegiatan pembelajaran di Pesantren. Sehingga Personil keamanan juga ditugaskan di Pesantren khususnya pada kegiatan pembelajaran di Surau (Musholla). Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menjaga kenyamanan lingkungan pembelajaran agar tetap kondusif  dan nyaman untuk aktifitas kegiatan belajar mengajar. LANJUTKAN MEMBACA>>>>

Dewan Ma’hadiyah, Dewan Madrasiyah dan Dewan Taudzifiyah PP. Bata-Bata

Kantor Dewan Ma'hadiyah PP Mambaul Ulum Bata-Bata
Kantor Dewan Ma’hadiyah PP Mambaul Ulum Bata-Bata

Dewan Ma’hadiyah

Dewan Ma’hadiyah merupakan Instansi yang secara khusus memiliki tugas merencanakan, mengorganisasikan, dan bertanggung jawab atas semua kegiatan di asrama Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata–Bata, kegiatan tersebut meliputi Bidang Pendidikan dan Pengajaran baik yang diselenggarakan secara terpusat maupun yang tersebar di Daerah-Daerah (Asrama), Bidang Ubudiyah, Bidang Pengembangan Bakat dan Minat yang dikelola melalui Badan Otonom, serta program-program yang lain yang langsung dikoordinasikan oleh Ketua Umum Dewan Ma’hadiyah.

Perkembangan Santri PP. Mambaul Ulum Bata-Bata
Perkembangan Santri PP. Mambaul Ulum Bata-Bata

 Dalam menjalankan tugasnya Ketua Umum Dewan Ma’hadiyah, dibantu oleh dua ketua, yang sama-sama memiliki tanggung jawab dalam membawahi beberapa kepala bidang, dan kepala bidang membawahi beberapa kepala seksi. Sehingga garis organisasi yang diciptakan demikian diharapkan mampu mensinergikan hirarki organisasi dan mempermudah dalam melaksanakan, mengontrol dan mengevaluasi kegiatan dari semua kepala seksi dan kepala bidang yang dimaksud.

Kantor Dewan Madrasiyah PP. Mambaul Ulum Bata-Bata
Kantor Dewan Madrasiyah PP. Mambaul Ulum Bata-Bata

Dewan Madrasiyah

Pendidikan formal (madrasah/sekolah) yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata berjenjang mulai dari jenjang dasar hingga jenjang menengah atas, meliputi : PAUD, MI, MTs. MA, dan MDU, Keberadaan lembaga-lembaga tersebut membutuhkan wadah yang menjamin kualitas pendidikan di madrasah.

Maka dibentuklah pengawas madrasah dengan nama Dewan Madrasiyah. diawal berdirinya Dewan Madrasiyah disamping berfungsi sebagai fasiltiator dari lembaga-lembaga naungan, juga menjadi pusat kebijakan pendidikan di madrasah, baik kurikulum dan pembelajaran, manajemen serta sistem keuangan. Hal ini terus berlangsung hingga periode ke 4 kepemimpinan, tepatnya tahun 2009. BACA SELENGKAPNYA>>>>

Sejarah berdirinya Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata

RKH. Abd. Majid Pendiri dan Pengasuh Pertama PP. Mambaul Ulum Bata-Bata
RKH. Abd. Majid Pendiri dan Pengasuh Pertama PP. Mambaul Ulum Bata-Bata

Pondok pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata didirikan oleh RKH .Abd Majid yang tak lain merupakan putra RKH. Abd Hamid bin RKH Itsbat, Banyuanyar pada tahun 1943 M / 1363 H, Kepemimpinan RKH Abd Majid berlangsung selama 14 tahun terhitung mulai tahun 1943 M sampai dengan 1957 M. Pada masa kepemimpinan beliau pembelajaran di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata bersifat Pengajian kitab dengan sistem sorogan, pada saat itu belum berdiri pendidikan formal, dalam hal jumlah santri sampai mencapai 700 santri, Beliau Wafat pada tanggal 6 Syawal 1364 H/ 1957 M.

Setelah wafatnya RKH Abd Majid, Selama dua tahun (1957–1959 M) Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata Bata mengalami kekosongan kepemimpinan. Hal ini disebabkan karena putera beliau, RKH Abd Qadir masih belajar di Mekah sedangkan menantunya, RKH Ahmad Mahfudz Zayyadi (Ayah RKH Abd Hamid, Pengasuh sekarang) sudah menetap di Pondok Pesantren Nurul Abror, Alasbuluh, Wongsorejo, Banyuwangi. Bahkan, kekosongan yang cukup lama ini menyebabkan lokasi pesantren banyak ditumbuhi rumput hingga setinggi lutut. Untuk mengisi kekosongan itu, RKH Abd. Hamid Bakir (Putera RKH Abd Majid, pengasuh PP Banyuanyar) pulang-pergi Banyuanyar-Bata-Bata untuk memberikan pembinaan pada dua pesantren sekaligus.

RKH Abd Qadir Bin Abd Majid Pengasuh kedua PP. Mambaul Ulum Bata-Bata
RKH Abd Qadir Bin Abd Majid Pengasuh kedua PP. Mambaul Ulum Bata-Bata

Tepat Pada tahun 1959 M, RKH Abd Qadir pulang dari Mekah untuk melanjutkan kepemimpinan di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Akan tetapi kepemimipinan beliau tidak berlangsung lama karena pada tahun yang sama, tangga l5 Agustus 1959 beliau berpulang ke Rahmatullah, hal ini menyebabkan kekosongan kepemimpinan yang kedua kalinya bagi Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata.

RKH. Ahmad Mahfudz Zayyadi Pengasuh Ketiga PP. Mambaul Ulum Bata-Bata
RKH. Ahmad Mahfudz Zayyadi
Pengasuh Ketiga PP. Mambaul Ulum Bata-Bata

Kemudian, Untuk melanjutkan kepemimpinan pesantren, keluarga besar pesantren meminta kesediaan RKH. Ahmad Mahfudz Zayyadi yang selama 12 tahun bermukim di Pondok Pesantren Nurul Abror Banyuwangi untuk pulang ke Bata-Bata dan bersedia menjadi pengasuh. Akhirnya, beliau berkenan untuk memimpin Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata Bata. Kepemimpinan RKH. Ahmad Mahfudz Zayyadi berlangsung selama + 26 tahun (1959-1986 M). Beliau wafat pada hari Rabu tanggal 12 Ramadlan 1407 H/1986 M.

RKH.Abd.Hamid Bin Ahmad Mahfudz Zayyadi Pengasuh Sekarang PP. Mambaul Ulum Bata-Bata
RKH.Abd.Hamid Bin Ahmad Mahfudz Zayyadi Pengasuh Sekarang PP. Mambaul Ulum Bata-Bata

Hingga akhirnya sejak 1987–sekarang kepemimpinan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata dilanjutkan oleh RKH. Abd. Hamid Ahmad Mahfudz Zayyadi. Sebelum menjadi pengasuh, beliau menimba ilmu di Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan selama 7 Tahun dan melanjutkan ke Mekah selama 12 tahun dibawah asuhan para ulama besar yang antara lain : Sayyid Muhammad Amin Kuthbi, Sayyid Alawi Al-Maliki, Sayyid Muhammad Hasan Al-Yamani, Sayyid Hasan Al-Masysyath, Syeikh Yasin bin Isa Al-Padangi, Syeikh Abdullah al-Lahji dan Syeikh Ismail bin Zain al-Yamani serta Syeikh Abdul Hamid Al-Kaf. LANJUTKAN MEMBACA>>>>

رابطة خرجي معهد منبع العلوم بتابتا

%d blogger menyukai ini: