Arsip Tag: Kajian Hadits IKABA

HADITS KE 262 : DZIKIR SETELAH SHALAT LIMA WAKTU

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TATACARA PELAKSANAAN SHOLAT

HADITS KE 262 :

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنْ رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ( مَنْ سَبَّحَ اَللَّهَ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اَللَّهِ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اَللَّهُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتِلْكَ تِسْعٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ اَلْمِائَةِ : لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ اَلْمُلْكُ وَلَهُ اَلْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ لَهُ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ اَلْبَحْرِ ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ.وَفِي رِوَايَةٍ أُخْرَى : أَنَّ اَلتَّكْبِيرَ أَرْبَعٌ وَثَلَاثُونَ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang pada tiap-tiap usai sholat bertasbih (membaca subhanallah) sebanyak 33 kali bertahmid (membaca alhamdulillah) sebanyak 33 kali dan bertakbir (membaca Allahu akbar) sebanyak 33 kali maka jumlahnya 99 kali lalu menyempurnakannya menjadi 100 dengan bacaan: (artinya = tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya bagi-Nya kerajaan dan segala puji dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) maka diampunilah kesalahan-kesalahannya walaupun kesalahannya seperti buih air laut.” Hadits riwayat Muslim. Dalam riwayat lain: Bahwa takbirnya sebanyak 34 kali.

MAKNA HADITS :

Hadis ini mempunyai latar belakang bahwa sejumlah kaum muslimin hartawan hidup dengan penuh kenikmatan dan kesejahteraan. Mereka mendapat pahala karena sedekah mereka. Inilah yang membuat kaum fakir miskin merasa keberatan, lalu mereka menceritakan kepada Nabi (s.a.w) apa yang bergejolak di
dalam hati mereka dan mereka berkata kepada Rasulullah (s.a.w): “Sesungguhnya orang kaya dapat bersedekah dan memerdekakan hamba sedangkan kami tidak
mempunyai apa-apa harta untuk mengimbangi pahala yang mereka peroleh.” Mendengar itu, Rasulullah (s.a.w) memberitahukan mereka bahwa apabila mereka mengamalkan bacaan tasbih, tahmid, dan takbir serta tahlil setiap kali selesai mengerjakan solat fardu, nescaya mereka mendapat ganjaran pahala yang sama dengan orang yang menyedekahkan hartanya. Tidak seorang pun yang lebih utama dari mereka kecuali orang yang berbuat amal yang serupa. Dosa-dosa
mereka diampuni, betapa pun besarnya dan kemurahan Allah itu memangMaha Luas. Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.“`

FIQH HADITS :

1. Para sahabat sangat mengambil berat perkara kebaikan. Mereka memiliki keinginan yang sungguh-sungguh untuk mengerjakan amal soleh dan berlomba untuk mengerjakannya.

2. Berlomba dalam amal soleh menjadikan seseorang berada di kedudukan yang tinggi dan memperoleh fadhilah yang dengannya memperoleh pahala.

3. Keutamaan bertasbih, bertahmid, bertakbir, dan bertahlil serta menjelaskan bilangannya mengikut ketentuan yang telah dinukil dari Nabi (s.a.w).

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

HADITS KE 261 : DO’A-DO’A SETELAH SHALAT

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TATACARA PELAKSANAAN SHOLAT

HADITS KE 261 :

وَعَنْ ثَوْبَانَ رضي الله عنه قَالَ : ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اِسْتَغْفَرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَقَالَ : ” اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ . تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Tsauban Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam jika telah selesai dari sholatnya beristighfar (memohon ampunan) kepada Allah tiga kali dengan membaca: (artinya = Ya Allah Engkaulah keselamatan dan dari-Mu jualah segala keselamatan. Maha Berkah Engkau wahai Dzat yang memiliki segala keagungan dan kemuliaan). Diriwayatkan oleh Muslim.

MAKNA HADITS :

Betapa pun taat hamba-hamba Allah kepada Tuhan yang menciptakan mereka sesungguhnya mereka tidak akan dapat menghormati-Nya dengan penghormatan yang selayaknya dan mereka tidak akan dapat mensyukuri-Nya dengan syukur yang semestinya. Allah (s.w.t) berfirman:

وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ (٩١)

“Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang mestinya.” (Surah al-An‟am: 91)

Tidak diragukan lagi bahwa kebanyakan orang yang sholat tidak terlepas dari fikiran dan godaan ketika dalam sholat, maka disyariatkan baginya membaca
istighfar sesudah selesai mengerjakan sholat untuk menyempurnakan sebagian khusyuk yang tidak dilaksanakan dan untuk menambal beberapa kecacatan yang dia kerjakan di dalam sholat. Inilah rahasia yang disyariatkan membaca istighfar sesudah salam.

FIQH HADITS :

1. Disyariatkan membaca istighfar dan berzikir sesudah selesai mengerjakan sholat.

2. Menjelaskan kalimat istighfar yang biasa diucapkan oleh Nabi (s.a.w) sesudah mengerjakan sholat.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

HADITS KE 260 : DO’A SETELAH SHALAT LIMA WAKTU

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TATACARA PELAKSANAAN SHOLAT

HADITS KE 260 :

وَعَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ رضي الله عنه قَالَ : ( إِنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَتَعَوَّذُ بِهِنَّ دُبُرَ اَلصَّلَاةِ : ” اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ اَلْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ اَلْجُبْنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ اَلْعُمُرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ اَلدُّنْيَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ اَلْقَبْرِ ) رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ

Dari Sa’ad Ibnu Waqqash Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam setiap selesai sholat selalu memohon perlindungan dengan doa-doa: (artinya = Ya Allah sungguh aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan aku berlindung kepada-Mu dari kepikunan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur). Diriwayatkan Bukhari.

MAKNA HADITS :

Barang siapa yang dianugerahkan harta benda oleh Allah, namun dia tidak mau menggunakannya untuk membantu kaum fakir miskin, tidak pula mau membantu mujahidin dan tidak pula membelanjakannya untuk kepentingan umum, maka dia adalah orang yang bakhil.

Salah seorang penyair berkata: “Barang siapa yang memiliki kelebihan harta, lalu dia kikir dengan kelebihan hartanya itu karena mendermakannya ke atas kaumnya, maka dia akan dikucilkan dan menjadi orang yang tercela.”

Barang siapa yang tidak memiliki keberanian melawan nafsu syahwat dirinya dan godaan syaitan atau kehilangan keberanian untuk mempertahankan diri menghadapi musuh atau mematahkan hujah lawan yang membela kebatilan, maka dia adalah seorang pengecut.

Seorang penyair berkata: “Orang yang berani itu bukanlah orang yang gemar mengembara, sebaliknya orang yang berani adalah orang yang bertakwa kepada Allah.” Tua bangka, daya fikir yang lemah, fungsi panca indera yang terus merosot dan kulit yang berkeriput menyebabkan lemah pula dalam mengerjakan amal ibadah, malah kerap berlaku remeh dalam beberapa perbuatannya. Ini kerana usia yang terlampau tua dan telah mencapai usia nyanyuk.

Gemerlap duniawi dengan segala perhiasannya merupakan dugaan, hingga seseorang boleh terpedaya oleh pujuk rayunya dan rela meninggalkan kewajiban-
kewajiban yang mesti dia kerjakan. Ini merupakan fitnah dunia.

Selain itu siksa kubur pun merupakan sesuatu yang pasti dijumpai oleh seseorang sebagai balasan terhadap apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya selama hidup di alam dunia.

FIQH HADITS :

1. Mengukuhkan adanya siksa kubur.

2. Memohon perlindungan kepada Allah dari fitnah-fitnah yang telah
disebutkan di dalam hadis tersebut.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

HADITS KE 259 : BACAAN SETELAH SHALAT LIMA WAKTU

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TATACARA PELAKSANAAN SHOLAT

HADITS KE 259 :

وَعَنْ اَلْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةٍ رضي الله عنه أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم ( كَانَ يَقُولُ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةِ مَكْتُوبَةٍ : ” لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ اَلْمُلْكُ وَلَهُ اَلْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا اَلْجَدِّ مِنْكَ اَلْجَدُّ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari al-Mughirah Ibnu Syu’bah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pada setiap selesai sholat fardlu selalu membaca: (artinya = Tidak ada Tuhan selain Allah yang Esa tiada sekutu bagi-Nya bagi-Nya kerajaan dan segala puji dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah tiada orang yang kuasa menolak terhadap apa yang Engkau berikan dan tiada orang yang kuasa memberi terhadap apa yang Engkau cegah dan tiada bermanfaat segala keagungan karena keagungan itu hanyalah dari Engkau). Muttafaq Alaihi.

MAKNA HADITS :

Rasulullah (s.a.w) senantiasa membiasakan diri membaca satu zikir sebaik selesai mengerjakan sholat fardu. Inilah zikir yang paling mulia yang pernah disampaikan oleh baginda. Zikir mulia ini bertujuan mengesakan Allah, meniadakan sekutu dari-Nya, mengukuhkan sifat keperkasaan, kekuasaan, dan kebesaran bagi-Nya di atas semua makhluk. Dia Maha Kuasa ke atas segala sesuatu, lagi Maha berbuat terhadap semua yang dikehendaki-Nya. Dia memberi siapa yang dikehendaki-Nya dan mencegah siapa yang dikehendaki-Nya. Dialah yang mengatur semua urusan makhluk-Nya, tiada lagi manfaat harta, anak, dan kedudukan bagi hamba-hamba ketika mereka menghadapi hisab-Nya. Sesungguhnya yang bermanfaat bagi seseorang hanyalah apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya selama hidup di alam dunia.

Melalui do’a ini Rasulullah (s.a.w) memberikan petunjuk kepada orang yang mengerjakan sholat dan menganjurkan kepada mereka supaya menghadap dengan sepenuh hati dalam berbuat ketaatan kepada Allah Tuhan semesta alam, supaya kelak di hari kiamat mereka dihimpun bersama orang yang bertaubat lagi suci.

FIQH HADITS :

1. Disunatkan membaca do’a ini setiap kali selesai mengerjakan sholat fardu lima waktu.

2. Dianjurkan mengerjakan amal sholeh dan amal ibadah yang dapat membawa seseorang memperoleh keridhaan dan kecintaan Allah memandangkan segala jerih payahnya tidak dapat memberi manfaat di hadapan-Nya, tidak pula kedudukan dan harta bendanya.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

HADITS KE 258 : UACAPAN SALAM DALAM TASYAHHUD

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TATACARA PELAKSANAAN SHOLAT

HADITS KE 258 :

وَعَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ رضي الله عنه قَالَ : ( صَلَّيْتُ مَعَ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَكَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ : ” اَلسَّلَام عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اَللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ ” وَعَنْ شِمَالِهِ : ” اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اَللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ بِسَنَدٍ صَحِيحٍ

Wail Ibnu Hujr Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku pernah shalat bersama Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam beliau salam ke sebelah kanan dan kiri dengan (ucapan): Assalamu’alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh (artinya = Semoga salam sejahtera atasmu beserta rahmat Allah dan berkah-Nya). Riwayat Abu Dawud dengan sanad shahih.

MAKNA HADITS :

Salam merupakan salah satu rukun sholat yang mesti dilakukan apabila telah mengerjakan sholat. Di dalam hadis yang lain disebutkan:

تحريمها التكبير وتحليلها التسليم

“Sholat itu dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.”

Salam sudah mencukupi dengan mengucapkan “السلام عليكم” sedangkan bentuk salam yang paling sempurna ialah “ السلام عليكم ورحمة الله وبركاته ” dengan ditambahkan perkataan al-rahmah dan al-barakah. Sahabat senantiasa memperhatikan setiap
ucapan dan perbuatan Nabi (s.a.w) untuk mereka ikuti. Oleh itu, Wa’il
ibn Hujr tentu gembira ketika menukil salah satu dari perbuatan baginda ini.

FIQH HADITS :

1. Orang yang sholat disyariatkan membaca dua kali salam ketika selesai mengerjakan sholat, baik dia sebagai imam, makmum ataupun orang yang sholat sendirian. Ulama bersepakat bahwa salam pertama itu adalah wajib, meskipun mereka berselisih pendapat mengenai hukum salam kedua. Imam Ahmad mengatakan bahwa salam kedua itu hukumnya wajib, sedangkan menurut jumhur ulama adalah sunat.

2. Disunatkan menambahkan kalimat “ وبركاته “ ketika mengucapkan salam dan tidak benar pendapat orang yang mengatakan bahwa menambahkan lafaz ini ketika mengucapkan salam hukumnya bid’ah. Manakala Imam Malik pula membatasinya hingga perkataan ” السلام عليكم ” karena itu berlandaskan kepada amalan masyarakat Madinah dan mereka tidak ada yang menambahkan perkataan ” ورحمة الله وبركاته ” ketika mengucapkan salam.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

HADITS KE 257 : DO’A DALAM SHOLAT

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TATACARA PELAKSANAAN SHOLAT

HADITS KE 257 :

وَعَنْ أَبِي بَكْرٍ اَلصِّدِّيقِ رضي الله عنه ( أَنَّهُ قَالَ لِرَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَلِّمْنِي دُعَاءً أَدْعُو بِهِ فِي صَلَاتِي . قَالَ قُلْ : ” اَللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا وَلَا يَغْفِرُ اَلذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ اَلْغَفُورُ اَلرَّحِيمُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه

Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq Radliyallaahu ‘anhu bahwa dia berkata kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam: Ajarkanlah padaku doa yang aku baca dalam sholatku. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Ucapkanlah: (artinya = Ya Allah sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri dan tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu dan kasihanilah diriku sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).” Muttafaq Alaihi.

MAKNA HADITS :

Nabi (s.a.w) dianugerahkan jawami’ al-kalim dan ilmu mengenai perkara-perkara yang belum diketahui. Tiada satu kebaikan pun dari kebaikan dunia dan akhirat melainkan baginda menunjukkannya kepada kita, dan tiada satu keburukan pun dari keburukan dunia dan akhirat melainkan baginda mengingatkan kita supaya berwaspada terhadapnya. Dari sini Abu Bakar al-Shiddiq meminta kepada Rasulullah (s.a.w) agar mengajarkan kepadanya suatu doa yang seharusnya beliau baca ketika dalam sholat. Nabi (s.a.w) kemudian mengajarkan kepadanya do’a ini yang di dalamnya mengandungi permohonan ampun. Tidak diragukan lagi bahwa permohonan ampun merupakan permintaan yang paling tinggi dan paling besar untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.

FIQH HADITS :

1. Meminta pengajaran dari orang alim lebih-lebih lagi berkaitan do’a yang disebutkan di dalam hadits yang di dalamnya terkandung jawami’ al-kalim.

2. Bertawassul, yakni memohon kepada Allah dengan menyebut asma-Nya yang sesuai dengan kedudukan ketika meminta hajat dan berdo’a supaya diselamatkan dari hal-hal yang tidak disukai, seperti menyebut lafaz “ْالغفور رحيم “ ketika memohon ampunan atau menyebut lafaz: “ وارزقنا وأنت خير الرازقين ” ketika memohon supaya dianugerahkan rezeki. Betapa banyak kalimat seperti ini di dalam al-Qur’an dan do’a-do’a yang pernah dibaca oleh Rasulullah (s.a.w).

3. Disyariatkan berdo’a ketika dalam sholat secara mutlak tanpa perlu ditentukan tempat dimana mesti berdo’a. Dalam hadis sebelum ini disebutkan bahwa do’a ketika dalam sholat dilakukan sesudah tasyahhud, membaca sholawat ke atas Nabi (s.a.w) dan isti’adzah.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

HADITS KE 256 : DO’A MOHON PERLINDUNGAN DALAM TASYAHHUD

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TATACARA PELAKSANAAN SHOLAT

HADITS KE 256 :

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاَللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُولُ : اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ اَلدَّجَّالِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ : ( إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنْ اَلتَّشَهُّدِ الْأَخِيرِ )

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila seseorang di antara kamu bertasyahhud maka hendaklah ia memohon perlindungan pada Allah dari empat hal dengan mengucapkan: (Artinya = Ya Allah sesungguhnya aku memohon perlindungan pada-Mu dari siksa neraka jahannam siksa kubur cobaan hidup dan mati dan dari fitnah dajjal).” Muttafaq Alaihi. Dalam suatu riwayat Muslim disebutkan: “Jika seseorang antara kamu telah selesai dari tasyahhud akhir.”

MAKNA HADITS :

Rasulullah (s.a.w) senantiasa berbelas kasih dan amat memperhatikan umatnya supaya mereka tidak melakukan perbuatan maksiat dan setiap perkara yang bisa menjerumuskan mereka ke dalam lembah dosa. Untuk itu, baginda memberikan mereka cara membahagiakan mereka di dunia dan akhirat melalui do’a yang baginda ajarkan. Do’a itu merupakan jami’ al-kalim yang di dalamnya mengandung perlindungan daripada siksa neraka Jahannam dan dari segala
fitnah yang melanda manusia sepanjang masa hidup dan ketika menjelang mati.

Hidup manusia senantiasa terdedah kepada bahaya dan kejahatan apabila tidak mendapat perlindungan dari Allah Yang Maha Pernurah lagi Maha
Penyayang. Pada akhir do’a tersebut disebutkan permohonan perlindungan kepada Allah
dari fitnah yang paling besar, paling merbahaya, dan paling luas mudharat (bahaya)nya. Umat ini pada akhir zaman kelak akan mendapat cobaan fitnah tersebut, yaitu kemunculan al-masih al-Dajjal yang menyeru manusia kepada kebatilan dan perbuatan dosa. Kebenaran pun menjadi pudar bagi mereka dan segala urusan umat manusia menjadi kacau balau. Pada zaman itu mereka hampir tidak dapat membedakan lagi antara mana yang bermanfaat dan mana yang mudharat, mana yang baik dan mana yang buruk. Semoga Allah melindungi kita dari fitnah ini dan menunjukkan kita ke arah jalan yang lurus.

FIQH HADITS :

1. Azab kubur itu memang ada.

2. Al-Dajjal itu ada dan fitnahnya pasti terjadi ketika dia telah muncul di akhir zaman nanti.

3. Disyariatkan memohon perlindungan kepada Allah dari fitnah, kejahatan, dan memohon agar semua tersebut ditolak-Nya.

4. Disunatkan berdo’a sesudah selesai membaca tasyahhud sebelum melakukan salam.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

HADITS KE 255 : BACAAN SHOLAWAT DALAM TAHIYAT

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TATACARA PELAKSANAAN SHOLAT

HADITS KE 255 :

وَعَنْ أَبِي مَسْعُودٍ اَلْأَنْصَارِيِّ رضي الله عنه قَالَ : ( قَالَ بَشِيرُ بْنُ سَعْدٍ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ ! أَمَرَنَا اَللَّهُ أَنْ نُصَلِّيَ عَلَيْكَ فَكَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ ? فَسَكَتَ ثُمَّ قَالَ : ” قُولُوا : اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي اَلْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ . وَالسَّلَامُ كَمَا عَلَّمْتُكُمْ ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ. وَزَادَ اِبْنُ خُزَيْمَةَ فِيهِ : (فَكَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ إِذَا نَحْنُ صَلَّيْنَا عَلَيْكَ فِي صَلَاتِنَا)

Dari Abu Mas’ud bahwa Basyir Ibnu Sa’ad bertanya: Wahai Rasulullah, Allah memerintahkan kepada kami untuk bersholawat padamu bagaimanakah cara kami bersholawat padamu? beliau diam kemudian bersabda: “Ucapkanlah: (artinya = Ya Allah limpahkanlah rahmat atas Muhammad dan keluarganya sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat atas Ibrahim. Berkatilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkati Ibrahim. Di seluruh alam ini Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung) kemudian salam sebagaimana yang telah kamu ketahui.” Diriwayatkan oleh Muslim. Dalam hadits tersebut Ibnu Khuzaimah menambahkan: “Bagaimanakah cara kami bersholawat padamu jika kami bersholawat padamu pada waktu sholat.”

MAKNA HADITS :

Wajib membaca sholawat ke atas Nabi (s.a.w) ketika dalam tasyahhud akhir, menurut pendapat Imam al-Syafi’i, sebagai membalas sebagian jasa perjuangan baginda kepada kita. Oleh itu, sahabat bertanya kepada Nabi (s.a.w) tentang cara
membaca sholawat tersebut, kemudian Rasulullah (s.a.w) mengajarkan kepadanya
cara yang disyariatkan. Sholawat ini juga mengandung permohonan sholawat untuk keluarga baginda, yaitu ahli baitnya yang suci, sebagaimana terkandung pula di
dalamnya keutamaan Nabi Ibrahim, bapak sekalian para nabi.

FIQH HADITS :

1. Barang siapa yang diperintahkan melakukan sesuatu, sedangkan dia masih belum faham cara untuk melakukannya, maka hendaklah dia bertanya kepada ahli al-dzikir.

2. Disyariatkan membaca sholawat ke atas Nabi (s.a.w) dengan shighat (kalimat) yang tersebut di atas.

3. Menerangkan kemuliaan para sahabat dan sejauh mana perhatian mereka yang sangat dalam meneliti hukum-hukum agama.

4. Menerangkan kemuliaan Nabi Ibrahim yang senantiasa bertambah dengan membaca sholawat ini.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

HADITS KE 254 : DISYARI’ATKAN MEMBACA HAMDALAH DAN SHALAWAT DALAM BERDO’A

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TATACARA PELAKSANAAN SHOLAT

HADITS KE 254 :

وَعَنْ فَضَالَةَ بْنِ عُبَيْدٍ رضي الله عنه قَالَ : ( سَمِعَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم رِجْلاً يَدْعُو فِي صَلَاتِهِ لَمْ يَحْمَدِ اَللَّهَ وَلَمْ يُصَلِّ عَلَى اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ : ” عَجِلَ هَذَا ” ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ : ” إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ. رَبِّهِ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّي عَلَى اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ يَدْعُو بِمَا شَاءَ ) رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالثَّلَاثَةُ وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَابْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ

Fadlolah Ibnu Ubaidah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah mendengar seseorang berdo’a dalam sholatnya dengan tidak memuji Allah dan tidak membaca sholawat Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam maka bersabdalah beliau: “Orang ini tergesa-gesa.” Kemudian beliau memanggilnya seraya bersabda: “Apabila seseorang di antara kamu sholat maka hendaknya ia memulai dengan memuji Tuhannya dan menyanjung-Nya kemudian membaca sholawat Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam lalu berdoa dengan do’a yang dikehendakinya.” Diriwayatkan oleh Ahmad dan Imam Tiga. Hadits shahih menurut Tirmidzi Ibnu Hibban dan Hakim.

MAKNA HADITS :

Do’a mempunyai etika tersendiri yang mesti ditaati apabila ingin doanya dimakbulkan, antara lain adalah memulainya dengan membaca hamdalah dan memanjatkan sanjungan kepada-Nya serta bersholawat ke atas Nabi (s.a.w), karena baginda merupakan wasilah al-‘uzhma (perantara yang paling agung) dalam memperoleh hidayah dan bimbingan. Sesudah itu barulah seseorang berdoa memohon apa yang dikehendakinya.

Rasulullah (s.a.w) pernah mendengar seorang lelaki yang tidak tahu bagaimana cara berdoa yang betul, kerana tidak mengindahkan etika tersebut dalam do’anya. Melihat itu, Nabi (s.a.w) menyebutnya sebagai orang yang terburu-buru dalam berdo’a dan tidak ada jaminan yang dia tidak akan melakukan kesalahan. Baginda bersabda: “Lelaki ini terlampau tergesa-gesa.” Kemudian baginda memanggil lelaki itu dan mengajarkan kepadanya etika yang mesti ditaati ketika berdo’a.

FIQH HADITS :

1. Disyariatkan membaca hamdalah dan salawat ke atas Nabi (s.a.w) ketika bertasyahhud.

2. Do’a dibaca sesudah tasyahhud dan sebelum salam. Dalam kaitan ini dianjurkan hanya sebatas menurut apa yang disebutkan di dalam hadis.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..