Arsip Tag: Kajian Hadits IKABA

HADITS KE 193 : MAKRUH MENGUSAP KRIKIL YANG NEMPEL DI DAHI KETIKA SHOLAT

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB ANJURAN KHUSYUK DALAM SOLAT

HADITS KE 193 :

وَعَنْ أَبِي ذَرٍّ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ فِي اَلصَّلَاةِ فَلَا يَمْسَحِ الْحَصَى فَإِنَّ اَلرَّحْمَةَ تُوَاجِهُهُ ) رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ وَزَادَ أَحْمَدُ : وَاحِدَةً أَوْ دَعْ

وَفِي اَلصَّحِيحِ عَنْ مُعَيْقِيبٍ نَحْوُهُ بِغَيْرِ تَعْلِيلٍ.

Dari Abu Dzar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Jika seseorang di antara kamu mendirikan sholat maka janganlah ia mengusap butir-butir pasir (yang menempel pada dahinya) karena rahmat selalu bersamanya. Riwayat Imam Lima dengan sanad yang shahih. Ahmad menambahkan: Usaplah sekali atau biarkan.

Dalam hadits shahih dari Mu’aiqib ada hadits semisal tanpa alasan.

MAKNA HADITS :

Islam amat mementingkan kusyuk ketika dalam sholat sekaligus melarang semua
perkara yang bisa mengganggu seseorang dalam sholatnya hingga batu kerikil yang ada pada tempat sujudnya dilarang untuk disingkirkan. Jika tidak dalam keadaan berdiri, maka janganlah menyibukkan dirinya dengan banyak menyapu (mengusap dengan tangan) batu kerikil yang ada pada tempat sujudnya atau objek yang melekat pada keningnya. Di sini syariat Islam memberinya rukhsah hanya
sekali mengusap kerikil ketika dalam sholat, karena dia mesti membersihkan terlebih dahulu tempat sujud sebelum memulai sholat dengan mempersiapkan
tempat sujudnya bersih dari segala bentuk gangguan. Ini menunjukkan betapa besar perhatian syariat agar menjadi pelaksanaan sholat itu sempurna dan dilaksanakan dengan sepenuh jiwa dan raganya.

FIQH HADITS :

1. Rahmat Allah senantiasa bercucuran kepada orang yang sedang mengerjakan sholat.

2. Makruh mengusap kerikil dalam sholat supaya sholatnya tidak terganggu oleh perkara-perkara lain yang tidak ada kaitannya dengan sholat.

3. Boleh mengusap kerikil, tetapi hanya sekali usapan saja, untuk memastikan batu kerikil tidak mengganggu sholatnya.

4. Perhatian syariat yang kelihatan berlebihan bertujuan supaya sholat dilakukan dengan sepenuh hati.

5. Perhatian para sahabat yang sedemikian besar hingga mereka menanyakan perkara-perkara yang dianggap menyulitkan bagi mereka dalam masalah ilmu agama.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

HADITS KE 192 : MAKRUHNYA SHOLAT KETIKA MAKANAN SUDAH DIHIDANGKAN

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB ANJURAN KHUSYUK DALAM SOLAT

HADITS KE 192 :

وَعَنْ أَنَسٍ- رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُ- أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ( إِذَا قُدِّمَ اَلْعَشَاءُ فَابْدَءُوا بِهِ قَبْلَ أَنْ تُصَلُّوا اَلْمَغْرِبَ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Anas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Apabila makan malam telah dihidangkan makanlah dahulu sebelum engkau sholat Maghrib. Muttafaq Alaihi.

MAKNA HADITS :

Khusyuk merupakan rahasia dan inti sholat. Islam menyuruh agar khusyuk senantiasa dijaga dan menjauhi perkara-perkara yang bisa mengakibatkan khusyuk menjadi hilang. Barang siapa yang merasa lapar atau dahaga, sedangkan makanan dan minuman telah dihidangkan, maka sebaiknya dia memakan makanan dan meminum minuman itu untuk memastikan dirinya mampu memberi tumpuan sepenuhnya mengerjakan sholat dengan hati yang dipenuhi perasaan takut kepada Allah dan meresapi makna kalam-Nya.

Makan dan minum termasuk faktor yang dapat mengganggu khusyuk. Jadi, dia sebaiknya membebaskan dirinya dari faktor-faktor tersebut sebelum memulai sholatnya agar dirinya lebih siap untuk bermunajat.

FIQH HADITS :

Makruh sholat ketika makanan telah dihidangkan, kerana hal itu bisa mengganggu sholat dan menghilangkan khusyuk.

Wallahu a’lamu bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

HADITS KE 191 : LARANGAN BERTOLAK PINGGANG KETIKA SHOLAT

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB ANJURAN KHUSYUK DALAM SOLAT

HADITS KE 191 :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : ( نَهَى رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ يُصَلِّيَ اَلرَّجُلُ مُخْتَصِرًا ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ. وَمَعْنَاهُ : أَنْ يَجْعَلَ يَدَهُ عَلَى خَاصِرَتِهِ

وَفِي اَلْبُخَارِيِّ : عَنْ عَائِشَةَ – رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا- أَنَّ ذَلِكَ فِعْلُ اَلْيَهُودِ

Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melarang orang yang sholat bertolak pinggang. Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Muslim. Artinya: Orang itu meletakkan tangannya pada pinggangnya.

Dalam riwayat Bukhari dari ‘Aisyah: Bahwa cara itu adalah perbuatan orang Yahudi dalam sembahyangnya.

MAKNA HADITS :

Hendaklah anda menghadap kiblat ketika sholat sama dengan cara anda menghadap Allah kelak pada hari kiamat dimana anda seolah-olah sedang berdiri di hadapan-Nya, sedangkan Dia menghadap kepada anda dan anda bermunajat kepada-Nya dengan sopan serta penuh khusyuk. Dalam keadaan ini, janganlah anda menyerupai orang Yahudi dengan cara bertolak pinggang, seperti orang yang sedang disalib. Ini merupakan sikap yang bertentangan dengan citra tunduk dan patuh kepada Tuhan Yang Maha Membalas.

FIQH HADITS :

1. Dilarang bertolalak pinggang ketika dalam sholat, kerana sikap ini bertentangan dengan khusyuk.

2. Makruh meniru perbuatan orang yang melanggar perintah Allah. Kita telah dilarang meniru perbuatan mereka dalam segala tindakan mereka.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

HADITS KE 190 : JAGALAH SHALAT DARI GANGGUAN APAPUN AGAR MENJADI SEMPURNA

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB MEMBUAT PEMBATAS BAGI ORANG SHALAT

HADITS KE 190 :

وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَا يَقْطَعُ اَلصَّلَاةَ شَيْءٌ وَادْرَأْ مَا اِسْتَطَعْتَ ) أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ وَفِي سَنَدِهِ ضَعْفٌ

Dari Abu Said Al-Khudry bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Tidak akan menghentikan sholat suatu apapun (jika tidak ada yang menghentikan) cegahlah sekuat tenagamu. Dikeluarkan oleh Abu Dawud. Dalam sanadnya ada kelemahan.

MAKNA HADITS :

Mengingat khusyuk merupakan inti sholat dan rohnya, maka syariat Islam mengingatkan agar berwaspada terhadap segala sesuatu yang bisa mengganggu sholat dan mengakibatkan pahala sholat berkurang. Syariat mengungkapkan “pahala sholat berkurang‟ dengan istilah terputus. Dalam hal itu, baginda bersabda:

يقطع الصلاة مرور المرأة والحمار والكلب الاسود

“Pahala sholat bisa berkurang lantaran wanita, keledai dan anjing hitam lewat (di depannya).” Ini berlaku bagi orang yang tidak meletakkan pembatas dalam sholat, namun sholatnya tidak batal jika difahami secara sekilas. Oleh itu, Islam menyanggah anggapan tersebut melalui sabda Rasulullah (s.a.w) berikut:

لا يقطع الصلاة شيء

“Tidak ada sesuatu pun yang bisa memutuskan sholat.”

Dengan demikian, maksud kedua hadis ini dapat dipertemukan dan tidak ada pertentangan, disamping hadis ini tidak bermaksud sholat itu batal, sebaliknya ia bermaksud pahala sholat itu berkurang.

FIQH HADITS :

1. Shalat seseorang tidak batal karena adanya sesuatu yang lewat di hadapannya.

2. Seseorang diperbolehkan menolak orang yang akan lewat di hadapannya dengan segala kemampuan yang ada pada dirinya ketika dalam sholat.

3. Lewat di depan orang yang sedang sholat merupakan perbuatan tercela dan oleh karenanya, pelakunya dikatakan seperti syaitan.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

HADITS KE 188 : PENTINGNYA MEMBUAT PEMBATAS KETIKA SHALAT

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB MEMBUAT PEMBATAS BAGI ORANG SHALAT

HADITS KE 188 :

وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ إِلَى شَيْءٍ يَسْتُرُهُ مِنْ اَلنَّاسِ فَأَرَادَ أَحَدٌ أَنْ يَجْتَازَ بَيْنَ يَدَيْهِ فَلْيَدْفَعْهُ فَإِنْ أَبَى فَلْيُقَاتِلْهُ فَإِنَّمَا هُوَ شَيْطَانٌ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَفِي رِوَايَةٍ : ( فَإِنَّ مَعَهُ اَلْقَرِينَ )

Dari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Apabila seseorang di antara kamu sholat dengan memasang batas yang membatasinya dari orang-orang lalu ada seseorang yang hendak lewat di hadapannya maka hendaklah ia mencegahnya. Bila tidak mau perangilah dia sebab dia sesungguhnya adalah setan. Muttafaq Alaihi. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa dia bersama setan.

MAKNA HADITS :

Manusia senantiasa disertai oleh dua jenis teman. Pertama, teman yang jujur dan menganjurkan kepada kejujuran, yaitu dari kalangan malaikat. Ia senantiasa menyuruh kebaikan dan mencegah perbuatan jahat. Kedua, teman jahat sekaligus musuh manusia, yaitu dari kalangan syaitan. Ia senantiasa menyuruh kejahatan dan mencegah perbuatan baik. Maka berhati-hatilah anda, wahai orang muslim. Janganlah anda biarkan diri anda dipedaya oleh teman jahat itu yang senantiasa menyuruh diri anda berani lewat di hadapan orang yang sedang shalat, karena anda pasti menerima dampaknya berupa perlakuan keras darinya, sedangkan azab di akhirat kelak lebih dahsyat dan lebih kekal untukmu.

FIQH HADITS :

1. Disyariatkan meletakkan tanda ketika hendak mengerjakan shalat walau apa pun bentuknya, baik berupa dinding ataupun lain-lain, dan melarang orang lewat di antara orang yang sedang shalat dengan pembatasnya itu.

2. Al-Muqatalah, yakni menolak dengan keras orang yang hendak lewat di hadapannya apabila orang tersebut tetap memaksa meskipun telah diberikan isyarat terhadapnya. Hal ini dilakukan apabila dia telah meletakkan pembatas dalam shlatnya. Tetapi jika dia tidak meletakkan pembatas, maka tidak ada hak baginya untuk menolak orang yang lewat di hadapannya.

3. Boleh menggunakan lafaz “syaitan” kepada manusia yang ingin merusak shalat orang yang sedang mengerjakannya dan ingin memfitnah agamanya.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

HADITS KE 187 : RESIKO BAGI ORANG SHALAT TIDAK MEMAKAI PEMBATAS DI DEPANNYA

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB MEMBUAT PEMBATAS BAGI ORANG SHALAT

HADITS KE 187 :

وَعَنْ أَبِي ذَرٍّ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( يَقْطَعُ صَلَاةَ اَلْمَرْءِ اَلْمُسْلِمِ – إِذَا لَمْ يَكُنْ بَيْنَ يَدَيْهِ مِثْلُ مُؤْخِرَةِ اَلرَّحْلِ – اَلْمَرْأَةُ وَالْحِمَارُ وَالْكَلْبُ اَلْأَسْوَدُ اَلْحَدِيثَ ) وَفِيهِ ( اَلْكَلْبُ اَلْأَسْوَدِ شَيْطَانٌ ) أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

وَلَهُ : عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه نَحْوُهُ دُونَ : اَلْكَلْبِ

وَلِأَبِي دَاوُدَ وَالنَّسَائِيِّ : عَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ – رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- نَحْوُهُ دُونَ آخِرِهِ وَقَيَّدَ اَلْمَرْأَةَ بِالْحَائِضِ

Dari Abu Dzar Al-Ghifary Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Yang akan memutuskan sholat seorang muslim bila tidak ada tabir di depannya seperti kayu di bagian belakang kendaraan adalah wanita keledai dan anjing hitam. Di dalam hadits disebutkan: Anjing hitam adalah setan. Dikeluarkan oleh Imam Muslim.

Menurut riwayat Muslim dari hadits Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu terdapat hadits semisal tanpa menyebut anjing.

Menurut riwayat Abu Dawud dan Nasa’i dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu ada hadits semisal tanpa menyebutkan kalimat akhir (yaitu anjing) dan membatasi wanita dengan yang sedang haid.

MAKNA HADITS :

Shalat adalah bermunajat kepada Allah tuhan semesta alam. Shalat di tempat yang ada wanita di sekelilingnya, kemudian wanita itu lalu lalang di hadapan orang yang sedang shalat tentu keadaan ini membuat orang yang shalat itu melakukan perkara-perkara yang bertentangan dengan tuntutan shalatnya yang benar, karena fitnah selalu ditimbulkan oleh wanita. Keledai memiliki kedudukan yang sama dengan syaitan, kerana ringkikannya secara mengejutkan dapat mengganggu orang yang sedang shalat. Anjing itu adalah syaitan, terlebih lagi anjing yang berwarna hitam. Anjing hitam gemar mengganggu keadaan melalui lolongannya. Ia adalah anjing yang paling ganas, paling kotor dan paling sedikit manfaatnya serta paling banyak tidur.

FIQH HADITS :

Pahala orang shalat yang tidak memasang penghalang atau pembatas akan berkurang. Pahala shalat itu berkurang karena menjadi jalan bagi wanita, keledai dan anjing hitam.

Imam Malik, Imam al-Syafi’i dan Imam Abu Hanifah mengatakan bahwa pahala shalat tidak berkurang karena ada sesuatu yang lewat di depan atau berdekatan dengan seseorang. Mereka menguatkan pendapatnya dengan hadis no.190 yang lafaznya:

لا يقطع الصلاة شيء وادرءوا ماستطعتم

“Tidak ada sesuatu apapun yang bisa mengurangi pahala shalat dan tolaklah oleh kamu dengan semampu kamu.” Kemudian mereka menyanggah hadits ini dengan mengatakan bahwa apa yang dimaksudkan “mengurangi pahala shalat” di sini ialah memutuskan kekhusyukan dan zikir karena terganggu oleh perkara-perkara tersebut hingga tumpuan seseorang yang sedang shalat tertuju kepadanya, tetapi tidak merusak shalatnya.

Imam Ahmad berkata: “Shalat menjadi batal apabila ada anjing hitam lewat di hadapannya, sedangkan pendapat yang lain apabila lewat di depannya tidak
membatalkan atau memutuskan shalat.”

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

HADITS KE 185 : UKURAN PEMBATAS BAGI ORANG SHALAT

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB MEMBUAT PEMBATAS BAGI ORANG SHALAT

HADITS KE 185 :

وَعَنْ عَائِشَةَ – رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا- قَالَتْ : ( سُئِلَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم – فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ – عَنْ سُتْرَةِ اَلْمُصَلِّي فَقَالَ : مِثْلُ مُؤْخِرَةِ اَلرَّحْلِ ) أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah ditanya pada waktu perang Tabuk tentang batas bagi orang yang sholat. Beliau menjawab: Seperti tiang di bagian belakang kendaraan. Dikeluarkan oleh Muslim.

MAKNA HADITS :

Oleh kerana khusyuk di dalam shalat merupakan ruh shalat, sedangkan menundukkan pandangan mata antara faktor yang boleh membantu untuk merealisasikan kekhusyuan itu, maka Rasulullah (s.a.w) melarang seseorang lewat di depan orang yang sedang shalat. Baginda mensyariatkan membuat penghalang atau pembatas di hadapannya yang tingginya kira-kira dua pertiga hasta untuk mencegah orang yang akan lewat, menghindari gangguan orang lain dan merealisasikan kekhusyuan yang merupakan inti dari shalat.

Ini dilakukan apabila tempat shalat tersebut tidak berada dalam keadaan daruat. Jika dalam keadaan darurat, maka Rasulullah (s.a.w) memberikan rukhsah untuk lewat di hadapan orang yang sedang shalat.

FIQH HADITS :

Seseorang yang hendak mengerjakan shalat disunatkan membuat pembatas untuk mencegah pandangan mata melihat objek di balik pembatas tersebut dan mencegah orang yang akan lewat di hadapannya. Untuk membuat itu, cukup dengan meletakkan sesuatu objek yang tingginya dua pertiga hasta seperti bagian belakang pelana unta.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

HADITS KE 184 : DOSA BAGI ORANG YANG LEWAT DI DEPAN ORANG SHALAT

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB MEMBUAT PEMBATAS BAGI ORANG SHALAT

HADITS KE 184 :

عَنْ أَبِي جُهَيْمِ بْنِ اَلْحَارِثِ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَوْ يَعْلَمُ اَلْمَارُّ بَيْنَ يَدَيِ اَلْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ مِنْ اَلْإِثْمِ لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِينَ خَيْرًا لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَاللَّفْظُ لِلْبُخَارِيِّ وَوَقَعَ فِي اَلْبَزَّارِ مِنْ وَجْهٍ آخَرَ : ( أَرْبَعِينَ خَرِيفًا )

Dari Abu Juhaim Ibnul Harits Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Seandainya orang yang lewat di depan orang yang sholat mengetahui dosa yang akan dipikulnya maka ia lebih baik berdiri empat puluh hari daripada harus lewat di depannya. Muttafaq Alaihi dalam lafadznya menurut Bukhari. Menurut riwayat Al-Bazzar dari jalan lain: (lebih baik berdiri) Empat puluh tahun.

MAKNA HADITS :

Untuk memastikan kesinambungan khusyuk di dalam shalat dan untuk menghormati

keadaan seseorang yang sedang berdiri di hadapan Allah, maka Islam menjadikan batasan tertentu untuk mengerjakan shalat, yaitu mulai dari tempat dia berdiri

hingga tempat dia bersujud. Rasulullah (s.a.w) mengingatkan seseorang supaya sekali-kali tidak lewat di hadapan orang yang sedang shalat, karena perbuatan itu melanggar kesucian shalat. Baginda mengingatkan dengan siksaan yang pedih hingga lebih baik berdiri menunggu orang yang shalat selesai shalatnya, sekalipun

memakan waktu empat puluh hari, bahkan empat puluh bulan hingga empat puluh tahun. Betapa ringan siksaan dunia betapapun beratnya jika dibandingkan dengan azab akhirat meskipun hanya dalam waktu yang singkat.

FIQH HADITS :

1. Menghormati tempat berdiri untuk mengerjakan shalat.

2. Menerangkan adanya larangan dan ancaman siksa bagi orang yang lewat di depan orang yang sedang shalat. Termasuk ke dalam perbuatan ini adalah setiap perbuatan yang mengganggu orang yang sedang shalat.

3. Tidak boleh memandang remeh sesuatu yang dilarang oleh syariat betapapun kecilnya.

4. Disyariatkan menanggung bahaya yang paling ringan di antara dua perkara yang sama-sama berbahaya.

5. Siksaan atas suatu pelanggaran adalah berdasarkan sejauh mana hukum yang berkaitan dengannya telah diketahui dan dilanggar.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

HADITS KE 183 : HUKUM MEMBUNUH HEWAN BUAS KETIKA SHALAT

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB SYARAT-SYARAT SHOLAT

HADITS KE 183 :

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( اُقْتُلُوا اَلْأَسْوَدَيْنِ فِي اَلصَّلَاةِ : اَلْحَيَّةَ وَالْعَقْرَبَ ) أَخْرَجَهُ اَلْأَرْبَعَةُ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Bunuhlah dua binatang hitam dalam sholat yaitu ular dan kalajengking. Dikeluarkan oleh Imam Empat dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban.

MAKNA HADITS :

Ular adalah musuh manusia, begitu pula kalajengking yang ekornya mengandung racun. Binatang berbisa ini tidak segan-segan menyerang manusia melalui gigitan dan sengatannya, meskipun manusia sedang mengerjakan shalat. Oleh sebab itu, dua jenis binatang ini mesti dibunuh, sekalipun orang yang melakukannya sedang mengerjakan shalat. Semoga Allah memelihara kita dari gangguan musuh dan menjaga diri kita dari kejahatan segala penyakit.

FIQH HADITS :

1. Dituntut menolak bahaya yang akan menimpa diri seseorang, sekalipun sedang mengerjakan shalat.

2. Boleh melakukan banyak gerakan dalam shalat apabila keadaan merbahaya.

3. Boleh membunuh ular dan kalajengking ketika dalam shalat tanpa adanya hukum makruh baik tindakan membunuhnya memerlukan satu kali pukulan ataupun lebih banyak lagi. Inilah pendapat mazhab Hanafi.

Sedangkan menurut mazhab Maliki, makruh membunuhnya apabila kedua hewan tersebut tidak mengganggu orang sedang yang mengerjakan shalat. Bagi mereka, boleh membunuhnya apabila kedua hewan hendak menyerang orang yang shalat tanpa adanya makruh lagi.

Menurut zahir pendapat mazhab Hanbali, tidak ada perbedaan dimana seseorang yang sedang shalat boleh membunuh kedua jenis hewan itu baik melakukan sedikit gerakan ataupun terpaksa melakukan banyak gerakan. Dengan arti kata lain, shalat orang yang berbuat demikian tidak batal.

Mazhab al-Syafi’i mengatakan bahwa apabila diperlukan gerakan yang banyak untuk membunuhnya, maka shalat seseorang menjadi batal. Tetapi jika tidak memerlukan banyak gerakan, maka tidak batal shalatnya.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..